Selasa, 23 April 2013

Bertanyalah Agar Meraih Amazing Life



Buku : Takon.ology: Salah Tanya, Kapan Kaya
Penulis : Lupeng Magnum
Penerbit : Paradigma Selatan, Yogyakarta
Tahun Terbit : April, 2010
Halaman : iiV + 250 hlm

Gerak apakah yang mesti dilakukan agar kehidupan di tahun 2012 menjadi lebih baik? Cukupkah dengan menyusun rencana dan harapan saja? Apakah ada cara lebih bijak lagi? Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada diri sendiri setelah menentukan rencana dan harapan yang ingin dicapai adalah, cara bijak untuk menata hidup menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Phytagoras sendiri pernah berujar, “Kualitas seseorang ditentukan oleh kualitas pertanyaannya.” Dengan bertanya yang baik, benar dan secara cerdas akan melahirkan umpan balik yang lebih berdaya. Bahkan, Brian Tracy pun ikut mempertegas dengan mengatakan, “Yang berani bertanya akan menggenggam dunia.”

Untuk menciptakan kualitas bertanya yang baik, Lupeng Magnum sengaja menulis buku ini. Buku yang mengajak pembacanya untuk bertanya dan bertanya, sehingga nantinya akan mendapatkan jawaban yang cerdas. Bagi penulis, jika ada pertanyaan yang baik atau biasa maka pasti ada pertanyaan yang lebih baik. Jika ada pernyataan yang lebih baik maka ada pertanyaan yang lebih baik atau lebih cerdas lagi. Karena itu, penulis berani menjustifikasi, bahwa siapa yang memiliki pertanyaan yang berkualitas, maka akan mampu meraih FLOL (Five Level of Live). Yaitu, better life, happy life, beautiful life, wonderful life, dan amazing life.

Kelima level di atas dikupas penulis dalam lima oase. Saat mengupas better life, penulis mengajak pembaca untuk keluar dari kotak kehidupan. Jika orang hanya hidup biasa-biasa saja, maka ia tidak berada dalam kondisi better life. Karena itu, agar better life menjadi rill maka ungkapkanlah dengan bertanya. Jangan biasakan dalam kotak rutinitas yang membosankan, tapi pindahlah ke dalam kotak keingintahuan yang lebih baik, yang bisa menuntun menuju kehidupan yang lebih baik. Persis seperti pesan bijaksana Leonardo Da Vinci, “Hasrat untuk mengetahui adalah hal wajar untuk orang-orang yang benar.”

Sedangkan untuk meraih happy life, di sinilah penulis menjelaskan Takon.ology. Karena jika ingin meraih hidup bahagia adalah dengan segera melakukan action. Pasalnya di bab better life, pembaca telah dituntun untuk melompat dari rutinitas. Proses pelompatan tersebut dapat dilakukan dengan takon.ology. Karena takon dalam bahasa jawa artinya bertanya, sedangkan ology artinya ilmu atau cara yang lebih baik. Sehingga secara sederhana takon.ology adalah cara bertanya dengan baik dan benar secara cerdas untuk meningkatkan dan mendapatkan umpan balik yang berkualitas unggul.

Setelah melakukan Takon.ology barulah akan masuk dalam suasana beautiful life dengan golden key. Semuanya dikupas penulis dengan menjelaskan jenis-jenis pertanyaan, baik cerdas, cemerlang, hebat, brilian dan luar biasa. Dengan mengaplikasikan jenis pertanyaan tersebut maka wonderful life akan tercipta, sehingga akan terucap kata “Merdeka, eureka”. Setelah itu secara otomatis akan masuk dalam amazing life, dan pembaca pun akan diajari bagaimana membersihkan pikiran pembaca melalui teks hipnotis yang dikupas penulis.

Buku yang ditulis Lupeng Magnum ini memang menggunakan otak kanan, karena ia menulis tanpa aturan yang baku. Dan bahkan, seperti sedang bicara langsung kepada pembacanya. Tak hanya itu, ada praktek yang keluar dari kebiasaan yang diajarkan di dalam buku ini. Yaitu, penulis melatih pembaca untuk membaca susunan lay-out tulisan terbalik yang diletakkan pada halaman 33-39. Di sinilah pembaca bisa melakukan pertanyaan, mengapa buku ini didesain dengan terbalik? Haruskah untuk meraih hidup yang baik melakukan hal yang berbeda dari kebiasaan? Pertanyaan-pertanyaan cerdas bisa muncul saat bertemu dengan enam halaman tersebut.

Meski buku ini ditulis dengan gaya orang otak kanan, yang tak mempedulikan aturan-aturan penulisan. Buku ini, sepertinya, akan tepat dibaca bagi mereka yang ingin bertindak cepat tanpa perlu berpikir sistematis dan melalui aturan-aturan yang baku. Sehingga sasaran pembaca buku ini jelas bukanlah kalangan akademisi. Penulis tampaknya hanya ingin mengajarkan hidup lebih baik dapat dilakukan dengan bertanya dan berpikir dengan cepat. Sehingga pesan Ricard Bach yang berbunyi, “untuk terbang secepat pikiran, berada di mana pun, kau pertama-tama harus memulai dengan mengetahui bahwa kau sudah sampai”, benar-benar diaktualisasikannya. Yang penting action bertanya, action bertindak dan tunggulah jawaban yang memuaskan pasti akan tiba.

Peresensi: Rahmat Hidayat Nasution


Related Posts :