Rabu, 10 April 2013

Cara Membuat Lead Artikel Resensi yang Menarik

Dalam Webster’s Ninth New College Dictionary, resensi yang memiliki padanan kata review dimaknai dengan a critical evaluation of a book. Sehingga artikel resensi buku berupa penjelasan mengenai buku yang isinya bisa menceritakan kelebihan dan kekurangan isi buku. Dengan konteks tersebut, peresensi bukanlah orang pesanan sponsor penerbit buku. Ia harus bersikap adil dalam menilai dan menimbang isi dan kualitas buku.

Dari fungsi resensi buku tersebut, menjadi kewajiban juga bagi peresensi untuk mampu menarik pembaca agar terpikat membaca ulasan buku yang dikupasnya. Peresensi juga harus mampu membuktikan kemampuan tersebut melalui cara ia meramu artikel resensi.

Pentingnya Lead yang Menarik

Karena cukup aneh, penilai buku dan isinya ternyata tidak mampu menulis dengan baik. Padahal meresensi buku adalah pekerjaan yang menuntut keprofesionalan. Salah satu yang kerap menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya peresensi dalam meresensi buku terletak pada kemampuannya membuat kalimat lead (pembuka) artikel resensi. Kalimat lead menjadi urgen lantaran ia bisa menjadi perangsang atau penarik pembaca untuk terus ingin mengetahui apa pandangan peresensi terhadap buku yang ingin diulasnya.

Cara Membuat Lead Menarik

Ada delapan cara membuat lead yang menarik pembaca artikel resensi buku.

1. Pengarang

Salah satu menjadi perhatian pembaca buku saat membeli buku adalah penulis atau pengarang buku. Karena itu, peresensi yang memiliki tugas sebagai informan buku yang ingin diresensinya dapat menjadikan nama pengarang sebagai kalimat awal (lead) artikel resensinya.

Dengan menyebutkan namanya, bagi para pembaca yang sudah tidak asing dengan nama pengarang diprediksikan akan tertarik untuk terus membaca ulasan peresensi mengenai buku yang ditulis pengarang. Bagi pembaca yang belum mengenalnya, dengan disebutkan peresensi nama dan prestasinya yang berhubungan dengan topik yang dibahas akan menunjukkan spesialisasi penulis atau pengarang.

2. Keunikan Buku

Keunikan buku menjadi salah satu cara menarik dalam menggagas lead artikel resensi. Dengan penjelasan keunikan buku, pembaca akan tergiur untuk mengetahuinya. Dengan keunikan ini pula, pembaca menjadi mendapatkan gambaran sisi lain yang bermanfaat dari buku di samping tema buku.

Keunikan buku yang bisa diulas di dalam artikel resensi buku bisa berupa format buku yang barangkali lain dari keumuman jenis buku yang ada. Bisa juga jumlah halamannya yang sangat berbeda dengan yang lain. Bisa juga ringan atau beratnya buku.

3. Tema Buku

Dengan menjadikan tema buku sebagai kalimat awal lead artikel resensi buku bisa menggiring pembaca paham akan topik yang ingin dikupas. Atau bisa juga dengan cara peresensi menggiring pembaca untuk menilai hal-hal yang berkaitan dengan tema buku terlebih dahulu baru kemudian menegaskan tema buku.

4. Kelemahan Buku

Menjadikan kelemahan buku sebagai kalimat lead juga dapat menarik minat pembaca. Namun, kelemahan buku yang diulas harus memang urgen sekali. Misalnya, jika peresensi menilai ulasan-ulasan yang ada di dalam buku tidak sesuai dengan topik yang dibahas. Untuk menjadikannya sebagai lead, peresensi harus hati-hati.

Jangan sampai peresensi yang salah memahami kelemahan buku sehingga membuat pembaca resensinya enggan untuk membaca buku tersebut. Dan kesalahan ini bisa membuat peresensi dituntut oleh pengarang buku maupun penerbit.

5. Kesan Terhadap Buku

Kesan peresensi terhadap buku juga dapat dijadikan sebagai kalimat lead artikel resensi. Namun, kesan tersebut harus memiliki argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Artinya, peresensi harus memberikan kesan penilaian yang bersifat relevan dan jauh dari pesan penerbit. Kesan tersebut mesti muncul dari relung penilaian terdalam peresensi

6. Penerbit Buku

Nama penerbit buku dan kekhasannya bisa dijadikan kalimat lead artikel resensi. Tidak hanya keunggulan atau kespesialisasian penerbit dalam menerbitkan buku tertentu saja yang bisa diangkat peresensi sebagai kalimat lead, awal pertama kali penerbit menerbitkan buku juga bisa dijadikan kalimat lead. Atau bisa juga dengan mengungkapkan sudah edisi cetakan yang lebih dari tiga kali penerbit menerbitkan buku yang diresensi.

7. Memulai dengan Pertanyaan

Ini adalah cara umum yang kerap dilakukan para peresensi. Dengan memulai pertanyaan di awal kalimat lead, baru menggiring pembaca ke topik isi buku yang diresensi. Jadi, pertanyaan yang dibuat harus berhubungan dengan tema buku dan menjelaskan masalah yang dikupas dalam buku tersebut.

8. Dialog

Seperti halnya dengan memulai dengan pertanyaan, memulai kalimat pembuka artikel resensi dengan dialog juga termasuk hal yang umum dilakukan peresensi. Dengan memulai dengan format dialog menunjukkan bahwa topik yang dikupas oleh pengarang memang menjadi bagian dari masalah bersama yang dihadapi, baik pengarang, peresensi maupun penulis.

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution


Related Posts :