Senin, 29 April 2013

Dahsyatnya Otak Kita

Dalam percakapan sehari-hari otak mempunyai nilai tersendiri. Otak sering dipadankan dengan benda-benda lain. Misalnya saja otak disamakan dengan pisau atau golok. Otaknya tajam, artinya dia pintar. Sebaliknya jika otaknya tumpul artinya bodoh. Pada filosofi pisau, pisau yang tajam akan banyak manfaatnya untuk membelah, memotong, mengiris dan sebagainya. Sebaliknya pisau yang tumpul jarang digunakan karena kurang manfaatnya. Begitupun otak yang pintar, artinya orang itu bisa mengasah kemampuan daya pikirnya sehingga bermanfaat. Sebaliknya otak yang tidak pernah digunakan mempunyai kedudukan yang sama dengan pisau yang tumpul, ada tetapi tidak berguna.

Begitulah istilah yang berkembang di masyarakat mengenai otak. Tetapi bukan hanya masyarakat, para ahlilah yang kemudian lebih gencar mengemukakan pikirannya tentang otak. Kebanyakan mereka menyiratkan kesimpulan yang sama bahwa betapa luar biasanya kemampuan otak itu.

Simak pendapat dari Sir Charles Sherrington: “Otak manusia adalah sesuatu yang nampak mempesona dengan milyaran kumparan yang berkelip membentuk pola tertentu, suatu pola yang selalu penuh arti dan tak kunjung diam, yang terdiri atas perubahan dan harmoni dari pola-pola yang lebih kecil. Itu seperti Galaksi Bimasakti memasuki suatu kosmik yang berdansa.”

Tony Buzan mengatakan: “otak itu ibarat raksasa tidur”. Kalau otak diibaratkan raksasa, maka ia adalah sesuatu yang besar. Kalau ada kata besar, timbul pertanyaan lain. Besar apanya? Tentu saja bukan besar dalam bentuk fisiknya. Faktanya otak manusia hanya mempunyai berat rata-rata 1,3 kg.

Ada yang jauh lebih hebat dari sekedar sisi fisik. Hal istimewa itu adalah kemampuan atau potensi yang terkandung di dalamnya. Otak adalah salah satu hal yang para ahli saja belum bisa mengungkap hakikatnya. Otak masih jadi bahan kajian sampai kini. Walau penelitian tentang itu dilakukan terus menerus. Tapi hanya sedikit yang bisa diungkap tentang otak. Intinya otak adalah suatu misteri yang luar biasa. Dan inilah sedikit misteri otak yang sudah diungkap manusia.

Otak kita ternyata dapat membedakan 9000 jenis rasa dan 10.000 jenis suara. Bahkan dalam keadaan aktif, otak manusia dapat menghasilkan listrik kurang lebih 10 watt. Otak diselimuti selaput tipis yang yang tebalnya 2-3 milimeter saja. Tetapi dalam selaput setipis itu terkandung 140.000.000.000.000 sel saraf. Makanya jangan heran dengan kemampuannya mengerjakan berbagai hal. Misalnya mengatur pekerjaan alat-alat tubuh lainnya semisal darah, jantung, paru-paru dan lain sebagainya. Juga penglihatan, pendengaran, ingatan, bahasa dan banyak lagi lainnya.

Memang betapa luar biasanya benda satu itu. Karena ia merupakan pusat dari semua kegiatan tubuh kita. Tangan kita bisa bergerak atas perintah otak. Mata kita bisa melihat juga atas perintah otak. Otak adalah sistem pengendali pusat. Jika ia mengalami gangguan maka seluruh fungsi tubuh juga akan mengalami gangguan.

Karena pentingnya otak maka jangan dibiarkan ia tidur. Menjadi sebuah benda yang teronggok begitu saja dalam batok kepala. Tanpa makna. Otak perlu dibangunkan dan diberdayakan. Tetapi kebanyakan manusia enggan memberdayakannya. Itulah yang pernah dikemukakan seorang dokter yang tekun meneliti masalah otak. Ia amat terkejut karena betapa sedikitnya daya pikir manusia digunakan.

Seorang dokter terkemuka lain mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Ia membandingkan dengan perkembangan otot dan tubuh. Pada manusia, otot dan tubuh berkembang rata-rata separuh. Jauh dibanding otak yang hanya berkembang sepersepuluh. Artinya, sebenarnya manusia bisa menjadi dua kali lebih kuat dalam fisiknya. Juga menjadi sepuluh kali lebih cerdas jika ia bisa mengoptimalkan kemampuan otaknya.

Namun sayang potensi besar yang Tuhan berikan itu tidak dimanfaatkan manusia secara maksimal. Kebanyakan manusia hanya memanfaatkan potensi rasional dan emosionalnya kurang lebih hanya 2% saja. Sebagai contoh adalah dunia pendidikan dan dunia kerja. Mereka semua lebih menghargai kecerdasan intelektual yang hanya merupakan 12% saja dari kebutuhan hidup. Nah, sisanya?

Untuk mengetahui apakah kita mempunyai otak yang sehat atau tidak, silakan mengeceknya dengan melihat berat badan kita. Riset para pakar di UCLA menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki berat badan berlebih cenderung mempunyai jaringan otak 4% di bawah normal. Usia otak mereka juga dipercaya 8 tahun lebih tua ketimbang golongan orang yang berat badannya ideal. Kadar lemak dan kalori yang tinggi dalam tubuh telah mempersempit pembuluh arteri di otaknya. Selain itu juga telah menghambat aliran darah sehingga ikut menyebabkan pengecilan ukuran otak. Jadi pertahankan berat badan ideal. Itu semua untuk kesehatan jaringan otak Anda.

Oleh : Dewi Iriani


Related Posts :