Rabu, 24 April 2013

Diversifikasi Pangan Untuk Ketahanan Pangan Masyarakat (1)

Pangan termasuk makan dan minum merupakan hal terpenting untuk keberlangsungan hidup manusia. Bukan hanya manusia hewan, tanaman, bahkan hewan mikroskopis sekalipun membutuhkan makanan untuk terus bertahan hidup. Tentunya setiap kebutuhan makhluk hidup berbeda-beda satu sama lain. Makanan yang dibutuhkan masing-masing tentu harus sesuai dengan metabolisme tubuh makhluk hidup tersebut.

Manusia membutuhkan karbohidrat, zat besi, lemak, protein, dan zat lainnya yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Akan tetapi, permasalahan pangan negara kita saat ini adalah berkurangnya lahan pertanian yang diakibatkan alih fungsi lahan, tanah yang tercemar oleh pupuk atau insektisida yang berlebihan, dan juga lahan yang mati yang di dalam tanah tersebut unsur hara sudah tidak ada lagi. Akibat kurangnya lahan untuk pertanian berdampak kepada volume produksi secara nasional. Sehingga ketersediaan pangan masyarakat semakin hari semakin berkurang. Tentunya ini merupakan hal yang buruk karena negara kita mengalami kekurangan pangan. Secara umum harga pangan akan meningkat karena permintaan yang tetap tinggi tidak diimbangi dengan jumlah barang yang ada di pasar. Efek selanjutnya, masyarakat miskin akan kesulitan memperoleh bahan makanan tersebut dan tidak mungkin jumlah penderita busung lapar dan kekurangan gizi akan meningkat. Langkah pemerintah tentu dengan mengadakan impor. Tapi, mau sampai kapan negara kita bergantung kepada negara lain. Jika negara tetangga mengalami kekurangan bahan pangan juga. Maka negara kita bisa musnah karena tidak mampu menyediakan kebutuhan hidup masyarakat.

Program Panca Usaha Tani yang digembar-gemborkan pada masa pemerintahan Orde Baru memberikan hasil yang menggembirakan. Dalam jangka waktu yang relatif singkat, Indonesia berhasil melakukan swasembada beras. Beras yang diproduksi melebihi kebutuhan dalam negeri sehingga baik dilakukan ekspor ke negara tetangga. Swasembada yang dilakukan menambah devisa negara secara makro. Tentunya hal ini memiliki efek yang baik bagi negara kita. Melalui swasembada, Indonesia menunjukkan kepada negara lain sebagai negara makmur dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakatnya.

Namun jika kita telusuri lebih dalam lagi program Panca Usaha Tani hanya memiliki dampak baik dalam jangka pendek. Program Panca Usaha Tani ini sangatlah baik dengan memperkenalkan pupuk, insektisida, sistem irigasi, dan juga pola tanam yang baik berhasil meningkatkan produksi para petani. Petani juga menerima pendapatan yang lebih baik dari program ini. Tetapi, edukasi yang dilakukan tidaklah berkelanjutan. Sehingga para petani beranggapan dengan memberikan pupuk dan insektisida yang lebih banyak akan semakin meningkatkan produksi padi milik mereka. Padahal layaknya manusia tumbuhan juga membutuhkan asupan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman secukupnya saja. Sehingga pupuk yang digelontorkan tidak sepenuhnya diserap oleh tanaman. Akibatnya sisa-sisa pupuk tadi mengendap di tanah dan akhirnya lama-kelamaan tanah tersebutpun rusak karena tidak ada perawatan yang dilakukan.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :