Kamis, 25 April 2013

Mengenal Hukum Islam

1. Mukallaf

Orang mukallaf ialah orang muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama, karena telah dewasa dan berakal (akil baligh) serta telah mendengar seruan agama.

2. Hukum-Hukum Islam

Hukum Islam yang biasa juga disebut hukum syara’ terbagi menjadi lima:

  1. Wajib atau Fardhu

    Wajib atau yaitu suatu pekerjaan atau perkara yang apabila dikerjakan akan mendapat pahala dan jika ditinggalkan akan mendapat dosa.

    Wajib atau fardhu dibagi menjadi dua bagian:

    • Wajib ‘ain atau Fardhu ‘ain

      Wajib ‘ain atau Fardhu ‘ain yaitu suatu perkara atau pekerjaan yang mesti dikerjakan oleh setiap orang yang mukallaf sendiri, seperti sholat yang lima waktu, puasa, zakat, dan sebagainya.

    • Wajib kifayah atau Fardhu kifayah

      Wajib kifayah atau Fardhu kifayah yaitu suatu kewajiban atau pekerjaan yang telah dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh sebagian dari orang-orang mukallaf. Dan berdosalah seluruhnya jika tidak seorang pun dari mereka mengerjakannya, seperti melayatkan mayit, menyolati mayit dan menguburkannya.


  2. Sunah

    Sunah yaitu suatu perkara atau pekerjaan yang apabila dikerjakan maka akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan maka tidak berdosa.

    Sunah dibagi menjadi dua:

    • Sunah mu’akkad

      Sunah mu’akkad yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk mengerjakannya seperti sholat tarawih, sholat dua hari raya fitri dan adha, dan sebagainya.

    • Sunah ghairu mu’akkad

      Sunah ghairu mu’akkad yaitu sunah biasa.

  3. Haram

    Haram yaitu suatu perkara yang apabila ditinggalkan maka akan mendapat pahala dan jika dikerjakan maka akan mendapat dosa, seperti minum-minuman keras, berdusta, mendurhakai orang tua, dan sebagainya.

  4. Makruh

    Makruh yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan maka akan mendapat pahala, seperti makan petai dan bawang mentah, dan sebagainya.

  5. Mubah

    Mubah yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapat pahala dan tidak berdosa, dan jika ditinggalkan juga tidak berdosa dan tidak mendapat pahala.

3. Syarat dan Rukun

  1. Syarat

    Syarat ialah suatu yang harus ditepati sebelum mengerjakan sesuatu. Kalau syarat-syarat sesuatu tidak sempurna maka pekerjaan itu tidak sah.

  2. Rukun

    Rukun ialah sesuatu yang harus dikerjakan dalam memulai suatu pekerjaan. Rukun di sini berarti bagian yang pokok seperti membaca fatihah dalam shalat merupakan pokok bagian sholat. Tegasnya, sholat tanpa al fatihah tidak sah. Jadi, shalat dengan al fatihah tidak dapat dipisah-pisahkan.

  3. Sah

    Sah artinya cukup syarat rukunnya dan betul.

  4. Batal

    Batal artinya tidak cukup syarat rukunnya atau tidak betul. Dengan kata lain, jika suatu pekerjaan atau perkara yang tidak memenuhi syarat rukunnya berarti pekerjaan atau perkara itu tidak sah atau dianggap batal.

Oleh : Nur Rokhanah
Referensi: Rifa’i, Mohammad.2009.Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Semarang: PT.Karya Toha Putra


Related Posts :