Rabu, 24 April 2013

Menghadapi Ujian Nasional (UN) tanpa Galau

Ujian Nasional setiap tahun selalu menjadi momok yang menakutkan. Penetapan standar kelulusan berdasarkan nilai murni Ujian Nasional cukup menjadi beban mental. Tidak hanya bagi peserta didik yang mengikuti ujian, akan tetapi juga bagi guru, sekolah dan orang tua.

Ya, Ujian Nasional telah membuat banyak pihak galau, resah bahkan ada yang sampai depresi. Namun, bagaimana pun UN tetap harus dilaksanakan. Karena itu sudah menjadi kebijakan di negeri ini untuk saat ini. Jadi, mau tidak mau suka tidak suka setiap siswa yang menjalani pendidikan formal di negeri ini harus mengikuti UN untuk mendapatkan ijazah kelulusan.

Oke, pada tulisan ini kita tidak akan memperdebatkan tentang efektif tidaknya Ujian Nasional. Akan tetapi, pada tulisan ini kita akan membahas bagaimana sih menghadapi Ujian Nasional tanpa galau, resah apalagi sampai depresi?

Nah, beberapa tips berikut mungkin bisa Anda terapkan, yaitu:

Pertama: lakukan persiapan secara optimal jauh-jauh hari

Agar tidak galau mengikuti ujian nasional, atau ujian apa pun Anda harus mempersiapkannya jauh-jauh hari. Pelajari dan pahami materi pelajaran jauh-jauh hari. Bersungguh-sungguh mengikuti pelajaran, sebenarnya sudah cukup membantu membantu Anda untuk memahami setiap materi pelajaran. Ulangi agar tidak lupa. Jangan sekali-kali hanya sibuk mengulang pelajaran menjelang ujian. Karena hal tersebut tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Kedua: refreskan pikiran Anda

Menjelang ujian bukan waktunya lagi membebani pikiran dengan bertumpuk-tumpuk materi pelajaran dan hafalan. Sudah begitu banyak waktu yang dilewati untuk belajar dan menghafal. Sehingga, menjelang ujian sisakan saja sedikit waktu untuk mengulang pelajaran. Selebihnya refreskan pikiran dengan menciptakan berbagai kegiatan berbeda yang membuat suasana hati menjadi lebih ringan dan riang. Misalnya dengan berkebun, bernyanyi, olah raga dan sebagainya. Yakinlah mengikuti ujian dengan hati riang jauh lebih mampu memberikan hasil yang memuaskan dari pada memasuki ujian dengan hati dan pikiran tertekan.

Ketiga: fokus pada proses ujian

Sesaat lupakan kekhawatiran pada hasil ujian. Fokus saja pada ujian yang akan dilakukan. Nikmati prosesnya seakan-akan ini merupakan ujian yang menyenangkan. Fokus memikirkan hanya akan membebani pikiran Anda. Sekarang bukan saatnya membebani pikiran. Melainkan ini merupakan kesempatan Anda untuk menciptakan ketenangan dan kebebasan pada pikiran Anda.

Keempat: mintalah dukungan dan doa dari orang tua

Menjelang ujian datangilah Ayah dan Ibu atau wali yang selama ini membesarkan Anda. Mintalah keikhlasan mereka untuk memaafkan kesalahan Anda selama ini. Minta dukungan dari mereka. Minta doa tulus dari mereka, karena doa orang tua untuk kesuksesan anak-anaknya adalah doa yang makbul.

Ketiga: Doa dan Tawakal

Jangan pernah tergoda mengikuti ritual-ritual kesyirikan. Karena hal itu hanya akan mendatangkan kemurkaan di sisi Allah. Perbanyak saja istighfar, taubat dan berdoa pada Allah. Dialah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia yang lebih tau hal yang terbaik bagi kita. Tugas kita hanya berusaha, hasilnya serahkan pada ketetapan terbaik menurut Allah.

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :