Kamis, 18 April 2013

PARADOX

Pembangunan di setiap negara memiliki harapan untuk kemajuan pemerintahan dan masyarakat. Pembangunan yang dilakukan berpengaruh ke sektor ekonomi, sosial, politik, dll. Pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah bertujuan untuk memudahkan akses masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan. Pembangunan yang dilakukan selalu terkait dengan sumber daya suatu negara. Indonesia memiliki keunggulan, karena memiliki sumber daya yang melimpah. Berbeda dengan negara lainnya yang memiliki sedikit sumber daya bahkan tidak ada. Namun, mengapa pembangunan di Indonesia terasa lambat?.

Pertanyaan inilah yang menjadi sumber keingintahuan kita akan keberadaan pembangunan negara yang baik seperti apa. Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km². Indonesia terdiri dari 17.508 pulau dengan lima pulau terluas yaitu: Jawa dengan luas 132.107 km², Sumatera dengan luas 473.606 km², Kalimantan dengan luas 539.460 km², Sulawesi dengan luas 189.216 km², dan Papua dengan luas 421.981 km².

Luasnya wilayah negara Indonesia ternyata didukung dengan kekayaan alam. Baik itu dari flora, fauna, barang tambang bahkan kualitas tanah yang sangat baik untuk bercocok tanam menjadi keunggulan utama Indonesia. Tetapi, kekayaan alam yang berlimpah ini tidak didukung dengan kualitas SDM yang seharusnya dimiliki. Contohnya saja PT. FREEPORT milik negara asing terus berdiri di tanah papua dan terus-menerus mengeruk emas dan barang tambang berharga lainnya. Karena tidak ada ahli yang dapat memanfaatkan emas tersebut, maka pemerintah menjalin kerja sama dengan pihak asing untuk mengelola emas tersebut dengan ketentuan persenan yang disepakati. Namun, kita telah dibodohi dengan perjanjian tersebut. Bentuk sosial atau CSR perusahaan tersebut tidaklah sebanding dengan hasil yang mereka dapatkan. Justru sebaliknya, limbah pabrik dibuang di sekitar perusahaan dan berdampak buruk kepada warga papua.

Jika FREEPORT merupakan salah satu masalah eksploitasi sumber daya alam, maka di wilayah ibu kota maupun kota-kota lainnya korupsi menjadi musuh utama, dan korupsi ini bisa dilakukan oleh pihak mana saja. Dari pejabat rendahan sampai yang tertinggi. Bahkan aparat keamanan dan sejenisnya dapat melakukannya. Bahkan yang terburuk keadaan ini telah dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama dan terorganisir dengan baik.

Rendahnya kualitas SDM dalam aspek moral dan akhlak akan menjadi penghambat utama untuk pembangunan negara. Keberadaan sumber daya yang berlimpah jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang memadai maka negara tersebut berada pada posisi PARADOX. Kelemahan pada SDM berdampak kepada penggunaan sumber daya yang ada. Akibatnya, sumber daya Indonesia yang sangat berlimpah hanya dinikmati oleh pihak luar dan segelintir pihak dalam. Sehingga rencana pembangunan yang diusung sering sekali tidak terealisasi atau salah sasaran.

Untuk itu yang menjadi bagian terpenting dalam pembangunan suatu negara adalah manusia yang berperan sebagai objek dan subjek pembangunan. Peningkatan kemampuan SDM tidak hanya seputar pengetahuan melainkan juga spiritual. Sehingga anggaran pembangunan dan rencana yang diusung dapat berjalan dengan baik, serta kesejahteraan sosial masyarakatpun dapat tercapai.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :