Jumat, 26 April 2013

Pilah-Pilih Jurusan di Perguruan Tinggi (1)

Urusan memilih jurusan di Perguruan Tinggi ternyata bisa menjadi sesuatu yang ribet bagi sebagian orang. Tidak semua orang yang begitu lulus langsung bisa memutuskan untuk memilih jurusan tertentu di perguruan tinggi. Hal ini tidak jarang menjadi kegalauan tersendiri bagi para siswa di akhir masa studinya di Sekolah Menengah Atas.

Memilih jurusan yang tepat adalah hal terpenting, agar kita memiliki minat yang kuat untuk menjalani setiap proses belajar di perguruan tinggi. Karena, bagaimana mungkin bisa bersemangat dan penuh minat menjalani kuliah jika apa yang kita pelajari bukan sesuatu yang disenangi? Bagaimana mungkin termotivasi belajar jika apa yang dijanjikan oleh jurusan tersebut bukan sesuatu yang diimpikan?

Mengapa Bimbang memilih Jurusan?

Berdasarkan pengalaman penulis mendampingi, melihat dan mendengarkan curhatan dari para calon atau pun lulusan Sekolah Menengah Atas ada beberapa hal yang menyebabkan mereka bimbang dalam menetapkan pilihan jurusan, yaitu:

  • Punya banyak minat dan tidak fokus

    Ini biasanya ditemui pada mereka yang memiliki minat dan kemampuan yang cukup bagus pada beberapa bidang pelajaran. Sementara di perguruan tinggi setiap jurusan tidak mungkin mengakomodir semua bidang pelajaran tersebut. Kondisi inilah yang menyebabkan mereka bimbang memilih, bidang pelajaran mana satu yang mau ditekuni.

  • Tidak punya impian dan cita-cita dari awal

    Nah, hal ini yang umumnya banyak dialami oleh para siswa. Mereka dari awal tidak punya impian atau cita-cita nantinya mau jadi apa dan ingin menekuni bidang apa? Ditambah lagi mereka tidak memiliki minat yang menonjol pada salah satu bidang pelajaran. Semua serba biasa, semua serba suka atau serba sedikit suka hehe… Ketika ditanya mau ambil jurusan apa? Ia bingung, dan akhirnya pasrah ikut pilihan teman-temannya atau memilih jurusan yang memiliki peluang besar untuk lulus.

  • Mempertimbangkan banyak hal

    Ada lagi siswa yang merasa bimbang memilih jurusan ketika mempertimbangkan berbagai faktor yang sulit untuk disinkronkan. Faktor-faktor tersebut diantaranya yaitu:

    • Minat dan idealisme pribadi
    • Keinginan keluarga

    Nah, ketika kedua faktor di atas tidak sinkron, biasanya akan menimbulkan kebimbangan bagi seorang siswa untuk memutuskan jurusan mana yang akan dipilih. Contoh nyatanya idealisme seorang anak ingin menekuni bidang sastra. Namun keluarga khususnya orang tua menginginkan sang anak memasuki jurusan ekonomi karena melihat fakta di lapangan jurusan tersebut lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang bergengsi. Ketidaksinkronan antara idealisme dan keinginan keluarga ini bisa menjadi kendala bagi seorang siswa untuk menetapkan pilihannya. Biasanya ujung-ujungnya si anak kemudian mengikuti keinginan orang tua dengan setengah hati atau tetap melangkah dengan pilihan sendiri namun dengan rasa was-was dan dukungan setengah-setengah dari orang tua.

  • Kendala biaya

    Kendala biaya juga tidak jarang menimbulkan kebimbangan dalam menetapkan jurusan. Umumnya hal ini terjadi pada siswa yang sudah punya fokus untuk memilih jurusan tertentu. Namun, jurusan dan Perguruan Tinggi yang dituju diketahui atau terkenal menetapkan biaya kuliah yang tinggi. Sementara kondisi keuangan keluarga tidak mendukung untuk memilih jurusan tersebut. Pada umumnya, siswa yang punya masalah seperti ini akan memilih untuk melupakan minat awalnya, dan memilih jurusan/Perguruan Tinggi yang dirasa lebih terjangkau secara ekonomi.

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :