Kamis, 25 April 2013

SEMUT SEBAGAI ‘MAKHLUK SOSIALIS’

Semut merupakan makhluk hidup dengan populasi terpadat di dunia. Di mana saja kita berada, di sekitar kita selalu ada semut. Terkadang, ketika kita berada di rumah, di halaman, di kebun, sering kita temui binatang kecil yang satu ini. Semut memiliki kehidupan yang sangat teratur dan terorganisir rapi. Mereka merupakan binatang yang sangat tekun, dalam mencari nafkah. Dalam menjalankan kehidupannya sebagai makhluk hidup di alam semesta ini, semut memiliki tatanan sosial yang luar biasa dalam kehidupannya. Hal ini dapat dilihat dari setiap kelompok semut yang menjalankan tugasnya dengan sempurna tanpa menuntut secara berlebihan atas pembagian tugas yang diterimanya. Dalam bekerja, mereka terlihat kompak ketika berjalan berbaris mereka tidak pernah keluar jalur. Padahal barisan yang mereka bentuk bisa mencapai 12 meter. Sungguh menakjubkan! Dari binatang kecil ini banyak pelajaran berharga yang dapat diperoleh jika kita mau memperhatikannya. Bahkan dalam Al-quran, terdapat sebuah surat yang menjelaskan tentang semut yaitu Q.S An-Naml ayat 18 dan 19 yang berbunyi; “Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut,”wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa,”Ya Tuhanku, anugerahkan aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmatMu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhoi, dan masukkanlah aku dengan rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang sholeh”.

Semut merupakan binatang kecil yang memiliki tiga pasang kaki (ada enam buah kaki). Semut itu terbagi atas 12.000 kelompok. Sebagian besar terdapat di kawasan tropis. Semut suka hidup berkelompok di sarang besar yang disebut koloni. Dalam koloni tersebut terdapat ratu dan raja-raja semut, prajurit, serta pekerja. Dalam setiap koloni terdapat lebih dari seekor ratu. Ratu bertugas untuk bertelur atau bereproduksi semut. Tubuh ratu lebih besar dibandingkan semut-semut yang lain. Raja semut bertugas membuahi ratu semut. Biasanya, semut jantan ini akan mati setelah membuahi ratu semut. Sedangkan prajurit semut bertugas membangun koloni, menemukan lingkungan baru untuk hidup, dan berburu. Pekerja semut jumlahnya mencapai ribuan. Pekerja itu bertugas memberi makan ratu, merawat bayi-bayi semut, serta menjalankan sarangnya. Pekerja ini merupakan semut-semut betina yang mandul.

Anehnya, dalam sebuah koloni, semut-semut itu saling mengenal. Padahal dalam sebuah koloni terdapat ribuan semut. Hal itu dibuktikan bahwa setiap kali bertemu, semut-semut itu akan saling bersentuhan satu sama lain. Mereka dapat mengenali teman-teman sekoloninya karena semut-semut itu memiliki bau yang khas sehingga mudah dikenali.

Semut itu sendiri tubuhnya memiliki tiga bagian yaitu kepala, dada, dan perut. Selain itu juga semut mempunyai antena yang berguna untuk mencium dan meraba. Semut terdiri dari 8.800 spesies. Diantaranya yang dikenal yaitu semut daun, semut kayu, semut madu, semut legiun, semut beludru, semut api, dan semut gurun.

Semut lebih suka tinggal di tumbuhan karena pada tumbuhan itu mengeluarkan nektar residu yang merupakan daya tarik tersendiri bagi semut.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
http://www.majalahsains.com/2009/08/keunikan-semut/
Yahya, Harun. 2000. Menjelajah Dunia Semut: Pustaka Sains Populer Islami. Bandung: Dzikra


Related Posts :