Senin, 01 April 2013

STRATEGI KOMUNIKASI ORGANISASI PENGELOLA ZAKAT - Habis

Beberapa Taktik Strategis

Di tataran teknis-implementasi, terdapat beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam diseminasi value zakat. Pertama, membuat riset untuk program komunikasi dalam rangka diseminasi value zakat. Riset berfungsi sebagai pemandu arah program komunikasi sekaligus untuk membuat prioritas kerja. Sumber daya adalah terbatas, karena itu gunakan sumber daya secara efisien. Riset akan menentukan, misalnya, positioning apa yang tepat untuk diseminasi dengan tujuan fund-raising.

Kedua, menggunakan seluruh kanal informasi yang memungkinkan untuk meningkatkan pengenalan publik dan publisitas. Gunakan seluruh media informasi yang tersedia dan memungkinkan untuk diseminasi value zakat mulai dari press releases, newsletters, direct mail, internet, special events, hingga sample editorial calendars.

Ketiga, bertahan dengan anggaran yang ada, kuantifisir semua target. Untuk memastikan semua anggaran diseminasi digunakan dengan bijaksana, pastikan semua target terukur secara kuantitatif. Jangan biarkan target-target adalah kualitatif yang multi-tafsir dan atau dibuat sulit untuk dievaluasi.

Selain itu, terkait proses komunikasi OPZ dalam rangka diseminasi value zakat, terdapat beberapa hal penting yang semestinya dapat dijadikan prioritas dalam jangka pendek. Pertama, menjadikan zakat sebagai fokus perhatian dalam wacana publik. OPZ harus mampu membuat sebuah acara diseminasi value zakat unggulan dengan daya jangkau yang luas. Misal, membuat sebuah program TV berbasis zakat. Minimal, zakat harus bisa tampil di TV dengan acara khusus zakat di setiap bulan Ramadhan. OPZ juga dituntut untuk mampu membuat berita dan publisitas. Advertising adalah mahal dan seringkali tidak efektif. Fokuslah pada public relation and publicity. Buatlah berita dan publisitas tentang zakat yang sebanyak-banyaknya. Jadikan setiap special event sebagai momentum untuk membuat berita. Ciptakan event-event yang unik bersama public figure. Dan dapatkan blow-up media untuk publisitas.

Kedua, lakukan advokasi untuk public education secara formal. Mendidik publik adalah pekerjaan besar yang membutuhkan waktu panjang. Dalam jangka panjang, diseminasi value zakat yang terbaik adalah melalui institusi pendidikan formal. Masukkan zakat dalam kurikulum pendidikan formal, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Lakukan sinergi dengan kurikulum ekonomi syariah untuk dapat masuk ke pendidikan formal. Dalam jangka pendek, public education dapat dilakukan dengan membuat media publikasi murah yang rutin, ringan dan dengan jangkauan luas seperti buletin jum’at.

Ketiga, lakukan pendidikan dan lobi politik untuk keberpihakan kebijakan publik terhadap zakat. Keberpihakan pemerintah adalah sangat penting dan berpengaruh signifikan bagi penghimpunan dana zakat melalui lembaga. Langkah-langkah yang dapat dilakukan OPZ di sini antara lain membuat policy brief tentang zakat secara rutin dan didistribusikan ke seluruh pengambil kebijakan di semua level, membentuk tim kajian akademis UU Zakat, dan membentuk tim monitoring RUU yang terkait zakat seperti RUU Perpajakan dan RUU Perbankan Syariah.

Oleh : Yusuf Wibisono


Related Posts :