Selasa, 23 April 2013

Teruslah Berkarya Wanita Indonesia

Seringkali kesetaraan gender di negeri ini dipermasalahkan. Peran wanita dalam kemajuan bangsa kerap kali dipandang sebelah mata. Hanya kaum prialah yang mampu memegang peranan penting dan berkuasa. Namun, anggapan itu terpatahkan seiring dengan bangkitnya kaum hawa untuk kemajuan bangsa.

Di era digital ini , banyak wanita yang berkompeten di berbagai bidang. Seperti halnya di kancah dunia politik pada tanggal 23 Juli tahun 2001 sampai 20 Oktober tahun 2004, Ibu Megawati Soekarno Putri terpilih dan dipercaya oleh rakyat untuk mengemban tugas sebagai presiden wanita pertama di Indonesia yang merupakan prestasi luar biasa dan mengangkat nama kaum hawa. Meski hanya dalam kurun waktu tiga tahun, beliau mampu menuai sejumlah prestasi dan menciptakan perubahan di negeri ini. Selain itu di susul dengan prestasi Ibu Sri Mulyani di bidang perekonomian, di tengah peliknya kasus Bank Century beliau telah mengharumkan Indonesia di dunia perekonomian Internasional dengan terpilihnya beliau menjadi Managing Director di Bank Dunia, yang seorang pria pun belum tentu dapat menduduki posisi tersebut. Dalam bidang pendidikan, ada Ibu Irina Amongpraja seorang dokter yang mendedikasikan hidupnya untuk pemulung-pemulung kecil yang putus sekolah. Dengan modal kepedulian dan keprihatinan kepada anak bangsa, beliau mendirikan sebuah yayasan di kawasan yang mulanya tempat pembuangan sampah yang kini ia sulap menjadi sebuah istana pendidikan untuk anak-anak jalanan yang di beri nama “Sekolah Kami”. Beliau begitu peduli akan masa depan bangsa. Kini, wanita Indonesia telah berevolusi menjadi kaum yang tangguh yang tak segan-segan peran pria pun mereka lahap dengan sempurna.

Mungkin tokoh-tokoh wanita di atas hanya sebagian kecil dari wanita-wanita hebat lainnya. Kini, wanita Indonesia sudah mampu mensejajarkan keberadaannya dengan kaum pria. Namun, saat ini masih banyak tindakan diskriminasi terhadap wanita. Masih terekam sempurna dalam ingatan kita tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa Siti Nurjazila yang di siram air keras oleh suaminya sehingga membuat wajahnya hancur tak berupa. Sungguh ironis, wanita selalu terlihat lemah di hadapan kaum pria. Memang pada hakikatnya wanita dianugerahi sifat kelembutan hati dan jiwa oleh Tuhan. Namun, jangan jadikan sisi kelembutan kita itu sebagai tombak kelemahan kita dalam mengambil sikap. Tapi ubahlah persepsi “wanita itu lemah menjadi wanita itu tangguh”, mampu menghadapi apa pun sama halnya seperti kaum pria.

Seorang penyair pernah berkata bahwa, “ Wanita itu diciptakan bukan dari bagian kepala, karena wanita diciptakan bukan untuk menjadi seorang pemimpin. Wanita juga bukan diciptakan dari kaki, karena wanita diciptakan bukan untuk diinjak-injak. Tapi, wanita diciptakan dari rusuk yang dekat dengan hati, karena wanita diciptakan untuk dilindungi dan disayangi”. Begitu jelas apa makna yang terkandung dalam ungkapan penyair tersebut, bahwa tidak semestinya wanita diperlakukan secara kasar dan tidak berperikemanusiaan.

Wanita berhak mencapai karir yang cemerlang, akan tetapi dengan catatan tidak melupakan kodratnya sebagai perempuan seperti halnya peran sebagai anak, ibu maupun istri. Kaum hawa berhak mensejajarkan keberadaannya dengan kaum adam tapi masih terbatasi dengan kodratnya sebagai perempuan yang dalam hal-hal tertentu harus takluk oleh kaum adam. Seperti halnya berlayar, awak kapal lebih mampu mengarahkan kapal dalam pelayarannya, namun demikian apa yang ia lakukan tak lebih dari apa yang telah di’iya’kan oleh sang nakhoda.

Bangkitlah wanita Indonesia terus berkarya untuk kemajuan bangsa, dengan menjadi kartini modern yang menginspirasi wanita lain untuk meneriakkan dan memperjuangkan haknya bahwa wanita Indonesia mampu membawa perubahan di negeri Indonesia tercinta.

Oleh : Aini Nur Latifah


Related Posts :