Kamis, 16 Mei 2013

Belajar Kehidupan dari Rumus Matematika

Rumus matematika yang sering menjadi momok menakutkan bagi para siswa itu ternyata mengandung pelajaran kehidupan yang cukup luas. Topik ini pernah dibahas dalam salah satu fan page di facebook. Anda tentu sudah memahami sifat perkalian pada bilangan bulat bukan? Umumnya siswa sekolah dasar kelas tinggi (kelas 4-6) sudah mahir mengalikan bilangan bulat ini. Nah, pernahkah Anda berpikir mengapa bilangan yang bernilai positif jika dikalikan dengan bilangan bernilai positif hasilnya adalah bilangan bernilai positif juga. Sementara bilangan positif dikalikan dengan bilangan negatif hasilnya menjadi negatif. Akan tetapi jika bilangan negatif dikalikan dengan bilangan negatif hasilnya menjadi positif.

Tahukah Anda, bahwa sebenarnya rumus yang dijalani dalam hidup ini tidak menyimpang dari kaidah rumus matematika tersebut. Inilah yang disebut dengan hukum alam (sunnatullah) yang telah menjadi ketetapan baku di alam ini. Nah, bagaimana kaitan antara rumus matematika tersebut dengan rumus kehidupan?

Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Jika bilangan positif diibaratkan dengan nilai ‘benar’ dan bilangan negatif diibaratkan dengan nilai ‘salah’, maka akan ditemukan fakta sebagai berikut:

Pertama: + x + = +

Bilangan positif dikalikan dengan nilai positif hasilnya adalah bilangan positif. Kaidah rumus ini jika diterjemahkan dalam bahasa kehidupan bermakna bahwa jika sesuatu yang benar dikatakan benar maka ini merupakan tindakan yang ‘BENAR”.

Kedua: + x - = - atau – x + = -

Bilangan positif dikalikan dengan bilangan negatif maka hasilnya adalah bilangan negatif. Sebaliknya jika bilangan negatif dikalikan dengan bilangan positif maka hasilnya juga bilangan negatif. Jika diterjemahkan dalam rumus kehidupan menjadi sebagai berikut:

Jika sesuatu yang ‘benar’ dikatakan ‘salah’ maka ini merupakan tindakan yang ‘SALAH’. Sebaliknya jika sesuatu yang ‘salah’ dikatakan ‘benar’ maka ini juga merupakan tindakan yang ‘SALAH’.

Ketiga: - x - = +

Bilangan negatif dikalikan dengan bilangan negatif hasilnya merupakan bilangan positif. Bagaimana terjemahannya dalam kehidupan? Jadi, jika sesuatu yang ‘salah’ dikatakan ‘salah’ maka ini merupakan tindakan yang ‘BENAR’.

Rumusan ini merupakan ketetapan baku yang berlaku dalam kehidupan. Tidak mungkin berubah sampai kapan pun. Sebagaimana bilangan positif yang dikalikan dengan bilangan positif tidak akan pernah bernilai negatif. Demikian juga sesuatu yang benar dikatakan benar tidak akan pernah bernilai salah. Kecuali keingkaran manusia itu sendiri yang memaksakannya menjadi salah. Akan tetapi hakikatnya akan tetap benar. Ini adalah hukum kepastian.

Demikianlah, Allah telah mengilhami begitu banyak ilmu pada manusia. Agar manusia itu berpikir dan bersyukur kepada Tuhan yang telah mengilhamkan ilmu dan pemahaman tersebut. Karena, tanpa izin Allah sesungguhnya manusia tidak memiliki kuasa apa pun, bahkan atas dirinya sendiri. Wallahu’alam.

Oleh: Neti Suriana
Dari Berbagai Sumber


Related Posts :