Jumat, 17 Mei 2013

Dua Dimensi Koperasi

Koperasi merupakan suatu kumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan sama, diikat dalam suatu organisasi yang berasaskan kekeluargaan dengan maksud menyejahterakan anggota. Keberadaan koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggotanya. Kekuasaan tertinggi berada pada rapat umum yang harus diselenggarakan beserta pengurus dan sebagian besar anggota. Oleh karena itu, keaktifan anggota sangatlah penting untuk membantu merumuskan kebijakan atas keberlangsungan anggota.

Koperasi sendiri memiliki dua dimensi yang saling mendukung satu sama lain. Dimensi tersebut adalah dimensi sosial dan dimensi ekonomi. Terbentuknya koperasi itu sendiri dapat kita katakan bermula dari dimensi sosialnya. Karena koperasi dapat terbentuk melalui keinginan bersama dari beberapa orang untuk bersama-sama memenuhi kebutuhannya. Keinginan bersama ini memiliki kesamaan dengan sifat gotong-royong yang umumnya memang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Dimensi sosial dari koperasi ini memunculkan demokrasi dalam perumusan rancangan anggaran rumah tangga yang ditetapkan setiap tahunnya. Karena itu partisipasi anggota menjadi kunci penting dalam menetapkan keputusan ini. Selain dari keterlibatan dalam penetapan anggaran dasar tiap tahunnya dan kepentingan bersama atas koperasi, aspek sosial lainnya adalah bentuk bekerja sama dengan memberikan edukasi. Maksudnya adalah melalui koperasi produksi para anggota untuk contoh khusus petani akan membantu petani dalam peningkatan kualitas dan kuantitas hasil tani yang dihasilkan. Edukasi atau pelatihan yang diberikan koperasi untuk anggota inilah yang membantu meningkatkan produktifitas. Dimensi sosial tersebut juga ditopang kuat oleh dimensi ekonomi koperasi.

Melalui pengertian ekonomi kita dapat menyimpulkan bahwa dimensi yang dimaksud adalah dimensi bisnis. Koperasi bisa dan berhak untuk memiliki unit bisnisnya masing-masing. Namun, dalam pembangunan unit bisnis ini haruslah disetujui oleh pengurus dan anggota. Pengurus koperasi dapat mengusulkan dan merencanakan berbagai macam unit bisnis. Namun, untuk eksekusi rencana tersebut tetap diserahkan kepada forum oleh anggota koperasi. Pembentukan unit bisnis sebaiknya diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan anggota. Contohnya saja koperasi wanita yang kita ketahui anggotanya kebanyakan adalah ibu-ibu PKK yang kesibukannya sehari-hari di dapur tentu sangat membutuhkan bahan-bahan kebutuhan dapur. Melalui hal ini koperasi dapat membuka peluang bisnis dengan menyediakan toko sembako yang pelanggannya dapat dari anggota atau non-anggota koperasi. Namun, untuk anggota koperasi akan memperoleh potongan harga dengan menunjukkan kartu anggota. Sedangkan non-anggota memperoleh harga normal atau harga yang telah ditetapkan oleh koperasi. Hal ini akan menunjukkan kepada anggota bahwa mereka memiliki keistimewaan menjadi anggota koperasi dibandingkan dengan tidak ikut menjadi anggota.

Selain itu, koperasi dapat membantu petani dengan mengumpulkan barang-barang komoditi pertanian dan dijual atas nama koperasi. Karena dengan menjual dalam koperasi petani dapat memperoleh harga yang kompetitif. Koperasi memiliki daya saing karena hanya koperasi inilah yang memiliki persediaan kebutuhan pasar. Berbeda jika petani menjualnya sendiri-sendiri kepada tengkulak. Petani akan menerima harga yang jauh di bawah harga pasar. Tengkulak akan mempermainkan harga dan petani akan semakin merugi. Oleh karena itulah peran koperasi sangatlah penting untuk membangun perekonomian para petani, dan melalui kedua dimensi koperasi yaitu: dimensi sosial dan dimensi ekonomi, akan membantu merealisasikan peran sesungguhnya dari koperasi tersebut.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :