Senin, 06 Mei 2013

Ihwal Cengkeh

Indonesia sudah lama dikenal sebagai negeri rempah-rempah. Hingga Belanda begitu getol menjajah negeri ini. Ya, tujuannya adalah untuk menguasai rempah-rempah. Salah satu rempah yang menjadi target Belanda adalah cengkeh. Cengkeh dibutuhkan oleh Negara Kincir Angin tersebut lantaran salah satu manfaatnya mampu memberikan kehangatan.

Maka tak perlu heran kenapa Belanda begitu lama menjajah negeri ini hingga 350 tahun. Meski demikian, Belanda tidak pernah menjadi negara munafik seperti China (Tionghoa) dan Zanzibar (salah satu pulau di pesisir Afrika). China adalah negeri yang mengaku memiliki cengkeh. Padahal, dalam data sejarah, China mendapatkan cengkeh dari Indonesia.

Benarkah China dan Zanzibar Memiliki Cengkeh?

Pada tahun 1254-1324 cengkeh disebarkan oleh warga Tionghoa. Proses penyebarannya melalui pulau Jawa lalu dibawa ke India, lalu dari sana China mendapatkan cengkeh. Setelah itu, mereka mencari bibit cengkeh di Indonesia lalu menanamnya di negaranya kemudian mengklaim bahwa mereka memiliki cengkeh. Mestinya, China mau mengakui bahwa cengkeh tersebut berasal dari Indonesia.

Demikian halnya dengan negara Zanzibar. Negara ini mengklaim memiliki cengkeh sendiri. Padahal, cengkeh yang mereka tanam berasal dari Bengkulu pada tahun 1870. Zanzibar berani klaim memiliki cengkeh lantaran pernah terjadi penyeludupan cengkeh dari Bengkulu ke Zanzibar. Setelah itu, mereka mencoba menanam cengkeh. Mestinya, Zanzibar juga berani mengakui bahwa mereka memiliki cengkeh dari Indonesia.

Jenis-Jenis Cengkeh

Di dalam buku “Petunjuk Bercocok Tanah Cengkeh” yang diterbitkan oleh Kanisius, ada empat jenis cengkeh di negeri ini:

1. Cengkeh Putih

Ciri-ciri cengkeh putih dapat diperhatikan dari daunnya yang memiliki warna kuning atau hijau muda. Bunga cengkeh putih adalah kuning dan ukurannya pun besar-besar. Namun, daunnya tidak rimbun. Umumnya daun cengkehnya berkisar belasan setiap rumpunnya

2. Cengkeh Kotok

Ciri-ciri cengkeh kotok dapat dilihat dari daunnya yang berwarna agak kehitam-hitaman. Sedangkan bunganya berwarna agak kuning kemerah-merahan dan umumnya terletak di tongkol bunganya. Jumlah bunga cengkeh setiap rumpunnya berkisar 20-50 bunga.

3. Cengkeh Lawang Kiri

Cengkeh lawang kiri inilah yang diklaim Zanzibar sebagai cengkeh milik mereka. Cengkeh ini dapat dilihat cirinya dari daunnya yang berwarna hijau gelap. Bentuk daunnya pun panjang dan agak ramping. Sedangkan buahnya, jika sudah tua akan berbentuk bulat dan pangkal daunnya kecil.

4. Cengkeh Hutan

Cengkeh hutan sangat berbeda dengan ketiga cengkeh di atas. Jika Anda menemukan daun cengkeh yang besar, maka tak diragukan lagi itu adalah cengkeh hutan.

Manfaat Cengkeh

Setelah mengupas jenis-jenis cengkeh, maka kita juga harus mengetahui apa saja manfaat cengkeh. Berikut ini penulis paparkan beberapa manfaat cengkeh.

1. Menghangatkan tubuh

Bagi Anda yang suka minum bandrek dan merasakan kehangatan, karena di dalam ramuan bandrek tersebut terdapat cengkeh. Bahkan, bila Anda ingin membuat bandrek cukup dengan 5 butir cengkeh, akan bisa menghangatkan tubuh Anda.

2. Bahan utama rokok

Bila Anda baca komposisi rokok, maka Anda akan menemukan bahwa di dalam rokok tersebut terdapat cengkeh. Ya, cengkeh adalah salah satu bahan dasar rokok. Maka tak mengherankan, kenapa orang-orang yang berada di daerah yang mengalami musim dingin suka merokok atau mengisap shisa yang terdapat di dalamnya cengkeh sebagai bahan dasarnya.

3. Obat Sakit Gigi

Bila Anda sakit gigi, maka obatilah dengan cengkeh. Caranya, ambil 10 butir cengkeh kemudian dihaluskan. Setelah itu, letakkanlah pada gigi yang berlubang dan tutuplah dengan kapas. Lakukanlah hal ini dua kali sehari.

4. Obat Sakit Kepala

Anda yang sering sakit kepala, cobalah untuk mengobatinya dengan menggunakan cengkeh. Caranya ambil 5 butir cengkeh, kayu manis 5 gram dan merica 5 butir. Haluskan semuanya hingga menjadi bubuk. Ambillah air panas 100cc, lalu seduhkan cengkeh, kayu manis dan merica yang sudah jadi bubuk tersebut. Setelah itu, minumlah. Maka Anda nantinya akan merasakan khasiat cengkeh sebagai obat sakit kepala.

Nama-Nama Cengkeh

Ternyata, cengkeh tak memiliki satu nama saja. Di dalam bahasa Ilmiah, cengkeh disebut dengan syzgium aronaticum. Nama cengkeh pertama kali dipopulerkan di pulau Jawa. Di Bali, cengkeh disebut dengan lawang. Di Lampung disebut dengan nama cangkih.

Di provinsi Sumatera utara, semuanya menyebutnya cengkeh, kecuali pulau Nias menyebutnya dengan nama sake. Di Flores disebut dengan nama singke. Dan di daerah Halmahera dan Tidore, cengkeh disebut dengan nama gomode.

Mengenal nama-nama cengkeh ini penting, agar Anda nantinya tidak salah menyebutkan alias memudahkan Anda ketika ingin mencari cengkeh di warung rempah-rempah. Pengenalan nama menjadi alat untuk kemudahan di dalam mencarinya. Semoga bermanfaat!

Oleh: Rahmat Hidayat Nasution


Related Posts :