Selasa, 14 Mei 2013

Konsumen Cerdas (3): Tips Menjadi Konsumen Cerdas

Siapa sih yang tidak ingin menjadi konsumen cerdas? Konsumen cerdas adalah konsumen yang senantiasa berhati-hati dan teliti sebelum memutuskan untuk memilih dan membeli suatu produk. Sehingga, ia bisa terhindar dari keburukan-keburukan atau dampak negatif yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan produk dan atau jasa yang salah.

Nah, dalam tulisan ini kita akan mencoba mengemukakan beberapa tips menjadi konsumen cerdas. Berikut adalah beberapa tips atau kiat menjadi konsumen cerdas yang bersumber dari www.hkn2013.com dengan penjelasan dan interpretasi dari penulis:

Pertama: Pahami dan Kritislah Terhadap Hak

Sebagai konsumen kita memiliki hak sebagaimana telah disebutkan pada bagian dua tulisan ini. Nah, kritislah ketika menjadi konsumen. Pastikan bahwa kita mendapatkan hak-hak tersebut baik saat membeli maupun ketika menggunakan produk tersebut.

Kedua: Pahami dan Tunaikan Kewajiban

Konsumen cerdas tidak semata ribut memperjuangkan haknya. Akan tetapi juga konsisten dalam menunaikan kewajibannya sebagai konsumen. Apa saja kewajiban konsumen? Bisa dilihat pada bagian dua tulisan ini.

Ketiga: Telitilah dalam Membeli

Ya, konsumen cerdas harus teliti dalam membeli. Memiliki pengetahuan yang cukup tentang karakteristik produk dan jasa yang berkualitas. Sehingga, perlu ditambahkan juga bahwa mencari pengetahuan yang cukup tentang produk/jasa berkualitas menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari kewajiban konsumen. Apa saja yang harus diteliti? Minimal, konsumen harus meneliti kualitas suatu produk dari penampilan fisiknya. Bisa dari ukuran bentuk, tekstur, warna dan sebagainya. Dari tampilan fisik tersebut diharapkan konsumen mampu menilai dan memutuskan apakah akan memilih produk itu atau tidak.

Keempat: Biasakan untuk memperhatikan label, komposisi dan masa kadaluwarsa produk

Meneliti produk makanan kemasan bisa melalui kemasannya. Misalnya dengan memperhatikan labelnya, adakah sertifikasi halal? Kode produksi, no registrasi BPOM? Perhatikan juga komposisinya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah perhatikan masa kadaluwarsa produk.

Kelima: pastikan bahwa produk yang dibeli sudah sesuai dengan standar mutu Kenyamanan, Keamanan dan Keselamatan Lingkungan (K3L).

Pernah memperhatikan produk-produk made in dalam negeri? Apakah pernah menemukan tanda SNI pada produk tersebut? Konsumen cerdas wajib akrab dengan produk-produk bertanda SNI ini. Produk yang sudah bertanda SNI secara kualitas lebih memberikan jaminan mutu K3L.

Keenam: biasakan untuk membeli produk atau menggunakan jasa sesuai kebutuhan bukan keinginan.

Terkadang sebagai konsumen kita sering tergerak untuk membeli sesuatu karena dorongan keinginan atau terbujuk rayuan iklan. Bukan karena dorongan kebutuhan. Akibatnya, kita terjebak pada perilaku konsumtif gemar mengoleksi sesuatu yang tidak dibutuhkan. Konsumen cerdas, seharusnya mampu keluar dari jebakan perilaku konsumtif ini. Kuncinya adalah dengan mengerti alasan mengapa membeli suatu produk? Apakah karena butuh atau ingin? Jika hanya sekedar ingin, sebaiknya ditunda atau dibatalkan sama sekali. Namun, jika alasannya karena memang dibutuhkan, maka putuskanlah untuk membeli. Konsumen cerdas adalah pembeli yang bijaksana.

Oleh: Neti Suriana
Referensi: www.hkn2013.com


Related Posts :