Jumat, 24 Mei 2013

LALAT

Sebenarnya, Lalat itu banyak jenisnya. Ada lalat apung atau lalat bunga, lalat rumah, lalat hijau, lalat tsetse, lalat kotoran, dan masih banyak lagi. Lalat apung atau lalat bunga sering terbang di sekeliling bunga. Tubuhnya bergaris mirip seperti tawon. Lalat ini membantu penyerbukan pada tumbuhan yaitu dengan cara membawa serbuk sari dari satu bunga ke bunga yang lainnya.

Lalat rumah dan lalat hijau merupakan binatang yang suka makan semua jenis makanan. Lalat-lalat ini mempunyai indera perasa yang terletak di kakinya. Fungsi indera perasa ini untuk memberitahu apakah makanan itu dapat dimakan oleh lalat tersebut. Lalat tsese, hidupnya di Afrika. Lalat ini membawa penyakit tidur. Cara penyebaran penyakitnya yaitu dengan menggigit dan menghisap darah manusia. Lalat tsetse menyebarkan penyakit dari binatang liar ke manusia.

Lalat kotoran sama seperti lalat lainnya. Dia memulai hidupnya dalam bentuk larva yang hidup di dalam kotoran binatang. Lalat kotoran ini suka makan kotoran binatang hingga habis. Lalat ini dapat menyebarkan berbagai macam penyakit dan salah satu penyakit yang disebarkan oleh lalat kotoran adalah disentri.

Pada umumnya, lalat dapat bertahan hidup kurang lebih selama 30 hari. Lalat betina dewasa, dalam satu bulan dapat bertelur hingga mencapai 3.000 butir. Benar-benar menakjubkan perkembangbiakan hewan yang satu ini!

Lalat memiliki 2 sayap. Bagian sayap belakangnya kecil berguna untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Lalat dapat mengayunkan sayapnya hingga 200-400 kali per detik. Dia akan berhenti menggerakkan sayapnya ketika ia menginjakkan kakinya di tanah atau lantai.

Sayap lalat memiliki keistimewaan yaitu dapat memindah bakteri di ujung sayapnya. Apabila ketika kita minum dan tiba-tiba ada lalat yang masuk ke dalam minuman maka benamkan atau celupkan lalat itu atau apabila makanan kita dihinggapi lalat maka biarkan lalat itu menempel. Karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penawarnya. Hal ini merupakan cara yang tepat untuk membunuh kuman-kuman yang menempel serta membendung dari pengaruh kuman pada tubuh manusia.

Hal ini juga dijelaskan di dalam sebuah Hadits Riwayat Bukhari, Rasulullah pernah berpesan, “Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya.”

Lalat bisa mencium apapun pada jarak lebih dari 750 meter.

Lalat memiliki mata. Tetapi penglihatannya tidak baik untuk mengenali warna. Matanya memiliki lebih dari 4000 lensa. Oleh karena itu, lalat sangat baik dalam mendeteksi gerakan. Karena itulah kita kesulitan untuk menangkap lalat.

Selain mendatangkan kerugian, ternyata lalat juga bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena pada sayap lalat terdapat gen refilin yang mengandung zat dan dapat mengobati beberapa penyakit yang mengganggu syaraf seperti syaraf arteri dan meina. gen refilin ini dapat menjadi obat penyembuh apabila kedua syaraf tersebut mengalami penyumbatan.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
farndon, John. Kirkwood, John. 2005. Ensiklopedia Mini Hewan. Jakarta: Erlangga.


Related Posts :