Senin, 06 Mei 2013

Maraknya Hepatitis A di Kalangan Mahasiswa

Menjadi seorang mahasiswa menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap insan yang pernah dan tengah menjalaninya. Terlepas dari pakaian seragam, bebas dari segala aturan yang monoton dan jadwal yang beruntun, bebas berekspresi di dalam komunitas maupun organisasi dan menjalin relasi dengan banyak orang, dan tentunya semakin berani untuk menyuarakan pendapat. Namun dibalik semua itu, ada satu hal yang cukup sering dilalaikan oleh banyak mahasiswa yaitu kemampuan memanajemen waktu dengan baik. Bagi kebanyakan mahasiswa yang mempunyai segudang aktivitas, waktu 24 jam terkadang terasa sedikit dan tak jarang selalu timbul pernyataan “Cepat sekali waktu ini berlalu. Tugasku belum selesai”. Begitulah mahasiswa, banyaknya aktivitas yang harus dilalui seringkali membuat mereka tak mampu memanajemen waktu sebaik mungkin sehingga banyak hal yang terlewati dengan sendirinya dan tentu saja semua itu terasa sia-sia.

Sistem Kebut Semalam alias Begadang merupakan istilah dalam dunia mahasiswa, di mana tugas-tugas yang harus segera dikumpulkan esok hari diselesaikan dalam satu malam. Sungguh manajemen waktu yang tidak baik. Ada 24 jam waktu yang diberikan Tuhan, sejak pagi hingga siang beraktivitas di kampus, siang hingga sore untuk bersantai sejenak, sore hingga malam kembali belajar, dan sisa waktu beberapa jam sekiranya digunakan untuk kembali beristirahat sebelum memulai aktivitas di keesokan harinya. Sayangnya, banyak sekali mahasiswa yang tidak mau melakukannya. Begadang, menahan kantuk untuk waktu yang lama, dan membiarkan tubuh beraktivitas terus-menerus tanpa ada jeda dapat mengakibatkan kondisi kesehatan yang semakin menurun.


Source : Google.co.id

Berdasarkan survei tersirat yang saya lakukan di kampus saya sendiri, dapat disimpulkan bahwa penyakit hepatitis A atau penyakit kuning adalah penyakit yang sering didera oleh mahasiswa yang sering begadang. Tubuh dipaksa untuk bekerja sementara asupan makanan tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan, akibatnya penyakit pun datang menghampiri. Beberapa waktu kemarin, penyakit ini banyak menyerang para mahasiswa baru yang dapat dikatakan masih cukup sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan dan waktu kuliah yang sangat berbeda dengan waktu semasa sekolah.

Kebanyakan mahasiswa yang didiagnosa menderita penyakit hepatitis A, awalnya mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Jika di pagi hari mereka tampak sehat, maka di malam hari tubuh akan terasa panas kembali, pusing berkepanjangan, dan kehilangan nafsu makan. Saat saya masih duduk di semester 2, seorang teman divonis terkena hepatitis A. Karena ada laporan yang harus dikumpulkan keesokan hari, ia mengerjakan laporan tersebut sejak malam hingga pukul 04.00 dini hari. Waktu satu jam digunakan untuk beristirahat dan kembali bangun di pukul 06.00 untuk beraktivitas kembali. Selama satu hari itu tubuhnya tampak lunglai. Awalnya kami hanya mengira itu sebagai kelelahan biasa, namun hal itu terus berlanjut sampai empat hari berturut-turut. Akhirnya kami pun memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit. Diagnosa awal, ia terkena DBD. Pemeriksaan selanjutnya ia didiagnosa terkena hepatitis A. Selama kurang lebih satu minggu ia menjalani perawatan di rumah sakit. Dokter kembali memberikan diagnosa bahwa fungsi hatinya mengalami kerusakan. Intinya karena terlalu sering memaksakan tubuh untuk bekerja tanpa ada jeda sedikitpun, organ-organ tubuh itu sendiri akan memberontak.


Source : Google.co.id

Seorang dokter pernah berkata bahwa sebelum pukul 24.00 tubuh harus berhenti bekerja dan dibiarkan beristirahat. Bangunlah pukul 04.00 dini hari jika ada sesuatu yang harus diselesaikan. Biarkan selama beberapa jam itu tubuh anda beristirahat dan bermetabolisme. Saya bersyukur karena sampai detik ini saya belum pernah terserang hepatitis A. Tubuh saya juga tidak kuat untuk begadang dan saya lebih memilih untuk bangun lebih pagi jika ingin menyelesaikan sesuatu.

Bagi saya memiliki segudang aktivitas semasa kuliah memang sungguh menyenangkan, karena itu akan meninggalkan kesan yang akan terus terkenang sepanjang masa. Namun dibalik itu semua, kesehatan tetaplah menjadi bagian terpenting yang harus diperhatikan. Mari belajar untuk memanajemen waktu dengan baik. Gunakan waktu yang diberikan Tuhan sebijaksana mungkin. Jangan pernah merasa lebih apalagi kurang, karena waktu yang diberikan sudahlah cukup untuk seluruh aktivitas kita. Sayangilah tubuh anda, jangan biarkan ia memberontak karena ulah anda sendiri. Mari jaga kesehatan. Mari hindari hepatitis A !

Oleh : Rahel Simbolon


Related Posts :