Jumat, 03 Mei 2013

Perlukah Kita Mengkonsumsi Suplemen Makanan?

Suplemen makanan dikenal dengan istilah health food. Dikategorikan sebagai makanan sehat atau produk makanan yang berlabel kesehatan. Jadi suplemen makanan itu bukanlah obat walaupun bentuknya tablet, kapsul atau sirup. Juga bukan multivitamin atau tonikum. Tetapi tak lebih hanya sebuah produk yang berkhasiat memelihara dan meningkatkan kesehatan.

Ada sedikit perbedaan antara suplemen makanan dan multivitamin. Sebenarnya keduanya mengandung zat gizi yang hampir sama. Tetapi suplemen makanan mengandung zat tambahan lain. Zat itu berupa serat tumbuhan dan zat anti oksidan. Kandungan itulah yang selalu digembar-gemborkan oleh produsen, seolah suplemen makanan itu mempunyai khasiat mirip dengan obat.

Sepertinya perlu ditegaskan kembali bahwa suplemen makanan ini tidak bermanfaat sebagai obat. Artinya suplemen makanan tidak bisa menyembuhkan penyakit. Khasiatnya hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi tertentu. Selain itu juga untuk memelihara kesehatan.

Memang dalam suplemen makanan itu mengandung zat gizi yang sangat diperlukan oleh tubuh. Tetapi semuanya berguna untuk mencegah berbagai penyakit serius yang disebabkan oleh pengaruh makanan. Misalnya pada orang tua yang kekurangan sinar matahari maka bisa memenuhinya dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D. Begitu pula ibu yang sedang hamil, ia memerlukan suplemen kalsium untuk menambah darah.

Tak dapat dipungkiri, suplemen makanan memang bermanfaat bagi kesehatan. Apalagi bagi mereka yang kurang waktu dan terpaksa mengkonsumsi makanan instan yang tidak lengkap kandungan gizinya. Tetapi dengan melihat khasiatnya janganlah pula kita lantas mengkonsumsinya secara sembarangan. Ingat, produk kesehatan mengandung unsur kimiawi yang apabila berlebihan mengkonsumsinya akan menimbulkan efek samping yang tidak kita harapkan.

Sejalan dengan itu, Janet Rowley, ketua penelitian di University of Chicado menegaskan bahwa tidak dianjurkan mengkonsumsi terlalu beragam suplemen makanan. Apalagi dalam jumlah yang terlalu banyak. Karena hal itu tidak menimbulkan pengaruh yang baik bagi kesehatan. Sebaliknya, malah bisa mengakibatkan dampak yang tidak menguntungkan.

Sebagai contoh adalah kandungan flavonoid dalam suplemen makanan. Zat itu dipercaya bisa menangkal kanker bahkan melindungi kita dari berbagai penyakit. Tetapi berdasarkan penelitian terbaru malah ditemukan fakta lain bahwa dalam kondisi tertentu flavonoid bisa memicu leukemia ganas pada anak-anak.

Melihat efek buruk seperti itu, tak heranlah kalau berkali-kali para ahli farmakologi menyarankan untuk kembali ke alam. Karena makanan alami atau herbal tidak menimbulkan efek samping yang merugikan bagi tubuh. Dan bukankah zat-zat gizi yang terkandung dalam suplemen makanan pun sudah tersedia di dalam jenis-jenis makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari? Pada padi-padian, biji-bijian, sayuran dan buah-buahan misalnya. Di sana terkandung zat-zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita. Jangan lupa untuk mengatur menu dengan menjaga keseimbangan antara karbohidrat, protein dan lemak. Semua itu dilakukan untuk mengurangi resiko terjangkitnya penyakit kronis. Juga, minumlah air secukupnya.

Akhir kata, tetaplah mengkonsumsi makanan yang cukup gizi dengan takaran yang tepat. Dengan begitu nampaknya kita tidak membutuhkan suplemen makanan untuk kecukupan gizi kita. Jadi, tunggu apalagi? Yuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Oleh : Dewi Iriani


Related Posts :