Senin, 06 Mei 2013

Reaksi-reaksi orang yang sedang berbohong

Apa yang anda rasakan ketika anda dibohongi seseorang? Bagaimana perasaan anda jika orang yang berbohong itu adalah orang sudah anda percaya? Kesal, marah, perasaan tidak suka atau malah santai saja karena sudah terbiasa menjadi korban perasaan, hehe. Kalau saja setiap orang itu seperti cerita dalam dongengnya Pinokio, pastilah orang berhidung mancung di dunia ini tidak akan ada dipercaya. Yah, karena dalam dongeng tersebut diceritakan tokoh ‘Pinokio’ hidungnya akan terus bertambah panjang jika ia berbohong. Untungnya cerita dongeng itu tidak menjadi realitas dalam kehidupan, ruginya akan banyak orang yang menjadi korban kebohongan orang lain karena tidak mengetahui secara langsung bagaimana ciri-ciri orang yang sedang berbohong.

Di sadari atau tidak, tubuh akan melakukan reaksi-reaksi secara tidak sengaja, spontan, refleks, apabila menerima pesan non verbal yang tidak sejalan dengan realita. Sehingga, Kalau kita pahami, cermati dan pelajari, reaksi-reaksi bahasa tubuh itu sedikit banyaknya dapat dijadikan tolak ukur apakah seseorang itu sedang berbohong atau tidak. Berikut adalah beberapa reaksi yang sering ditimbulkan oleh orang yang melakukan kebohongan dalam pembicaraannya.

1. Reaksi pada mata



Perhatikan daerah mata ketika lawan bicara anda berbicara. Orang yang sedang berbohong biasanya pandangan matanya tidak fokus dengan si pendengar. Matanya akan menunjukkan tanda kebohongan dengan melihat ke arah yang lain (istilah jawa-nya : jelalatan). Pandangan mata yang tidak fokus ini terkadang di ikuti dengan gaya bicara yang mulai ngelantur, gagap, tersendat-sendat. Selain itu, jumlah kedipan pada mata juga bisa menjadi ukuran kebohongan. Perhatikan cepat-lamanya matanya berkedip, karena kedipan mata yang semakin cepat mencerminkan kecemasan terhadap kebohongan yang ia bicarakan. Jika anda menemui ciri-ciri yang demikian pada lawan bicara anda, kemungkinan ia sedang berbohong.

2. Reaksi pada tangan



Pernahkah anda melihat lawan bicara anda sesekali menyentuh hidung, menggaruk leher, menutup mulut ketika ia sedang berbicara? Bisa jadi, apa yang ia lakukan itu adalah sebagai reaksi atas kebohongannya bukan semata-mata karena rasa gatal atau menutupi aroma nafasnya yang tidak wangi saja. Karena orang yang berbohong akan melakukan kegiatan yang membuatnya nyaman untuk menutupi kebohongannya, salah satunya dengan menyentuh anggota badan yang lain. Pikiran negatif itu akan menuntun syaraf otak untuk melakukan perintah terhadap anggota badan agar bereaksi. Salah satunya seperti yang disebutkan tadi.

3. Reaksi pada wajah



Orang yang sedang berbohong juga bisa dilihat dari ekspresi wajahnya. Dr. Gabriel membagi orang yang berbohong ke dalam tiga kondisi psikologis : 1. Takut atau cemas 2. Kekuatan untuk menutupi kebohongannya 3. Internal konflik. Yang apabila ketiga kondisi ini merasuki jiwa orang yang sedang berbohong maka reaksi-reaksi yang ditimbulkan pada wajahnya adalah seperti kelihatan pucat, berkeringat, wajah menjadi gugup, suka memalingkan wajah, menampilkan senyum yang tidak lepas.

Itulah beberapa reaksi-reaksi universal yang biasa ditimbulkan ketika seseorang sedang berbohong. Tak bisa dipungkiri sepintar-pintarnya orang berbohong akan ada isyarat yang menandakan akan kebohongannya itu. So, kebohongan itu tak perlu ditutup-tutupi, menutupi kebohongan satu hanya akan menambah kebohongan yang lain tetap jujur itu lebih baik. Intinya, seperti dalam sebuah judul lagu lawas yang mengatakan “jangan ada dusta diantara kita”.

Oleh : Roma Doni
Referensi : Eka Putra, Dianata. 2008. Membaca pikiran orang lewat bahasa tubuh. Bandung. Kaifa.
Sumber photo : google.com


Related Posts :