Jumat, 17 Mei 2013

STRES DAN KESEHATAN

Setiap individu di dunia tidak akan pernah terlepas dari stres. Setiap hari, selalu saja ada kejadian yang membuat kita merasakan stres. Adanya tuntutan yang berlebih dari orang lain terhadap diri kita, kemacetan lalu lintas, ketinggalan bis, dan mobil yang mesinnya tidak mau menyala ,membuat kita merasa tekanan darah kita naik dan menjadi mudah madah. Gejala – gejala tersebut merupakan gejala emosional yang menandakan bahwa diri kita sedang mengalami stres. Stres adalah merupakan suatu proses penilaian terhadap suatu peristiwa sebagai sesuatu yang menantang, mengancam, atau membahayakan individu dengan merespon peristiwa tersebut dengan reaksi fisiologis, emosional, kognitif, dan perilaku. Peristiwa munculnya stres bisa saja positif, misalnya merencanakan liburan keluarga atau negatif, misalnya kematian keluarga. Suatu peristiwa didefinisikan sebagai peristiwa yang menekan, atau menantang, tergantung pada respon yang diberikan seseorang terhadapnya.

Penelitian yang dilakukan Stone, Reed, dan Neale ( 1996 ) dengan menggunakan Assesment of Daily Experimence (ADE). Subjek penelitiannya adalah 79 orang orang. Di dalam ADE mereka melaporkan dan merating pengalaman yang mereka alami setiap hari. Selam 12 minggu, Stone, Reed, dan Neale mempelajari hubungan antara stres dan penyakit pernapasan seperti pilek, batuk, dan sakit tenggorokan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 dari 79 orang diidentifikasi memiliki masa-masa dimana mereka terinfeksi penyakit. Penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa hari sebelum sakit pernapasan, mereka mengalami peningkatan peristiwa yang tidak menyenangkan dan penurunan peristiwa yang menyenangkan. Penelitian lain yang dilakukan adalah dengan meneteskan obat yang mengandung virus flu ringan pada subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek yang mengalami stres pada level rendah 71 % terinfeksi penyakit flu, sedangkan subjek yang mengalami stres pada level tertinggi ,90% terinfeksi penyakit tersebut.

Berdasarkan penelitian tersebut telah terbukti bahwa adanya hubungan antara stres dan penyakit yang mempengaruhi kesehatan kita. Penelitian lain yang pernah saya baca pun, menunjukkan bahwa stres memberikan pengaruh buruk pada fungsi kekebalan tubuh, yang dapat memunculkan berbagai penyakit fisik.

Penyakit – penyakit fisik yang berhubungan dengan stres, yaitu :

1. Asma

Asma adalah penyakit pernafasan yang berkaitan dengan adanya hambatan pada aliran udara sehingga individu mengalami kesulitan dalam bernafas. Selain alergi, infeksi saluran pernafasan, dan polusi udara yang merupakan penyebab penyakit asma, faktor psikologis juga mempengaruhi. Kecemasan, rasa bersalah, dan depresi , menyebabkan individu mengalami stres. Akibatnya, seseorang tidak mampu melakukan pernafasan dengan baik sehingga memunculkan penyakit asma.

2. Tekanan darah Tinggi ( Hipertensi)

Berbagai peristiwa yang menekan seseorang dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan mengendalikan emosi . Misalkan dalam keadaan marah. Kemarahan yang tersembunyi atau yang ditunjukkan dengan tidak mengontrol emosi dapat menyebabkan tekanan darah meningkat sehingga memunculkan penyakit darah tinggi.

3. Penyakit Jantung

Penyakit ini menyebabkan menurunnya aliran darah ke jantung. Ketika seseorang mengalami stres yang berat, tekan darah meningkat, peredaran darah tidak berjalan dengan baik, sistem pernapasan tersendat, sehingga aliran darah ke jantung mengalami penurunan, akibatnya munculnya penyakit jantung , yang ditandai dengan adanya rasa sakit, tidak nyaman ataupun tekanan pada bagian dada dan jantung.

4. Migren

Migren adalah sakit kepala yang muncul secara tiba-tiba, namun hanya pada satu sisi kepala saja. Saat berada dalam keadaan emosi yang tidak terkontrol misalnya dalam keadaan marah, tertekan, menyebabkan aliran darah ke otak mengalami hambatan. Jika salah satu bagian otak mengalami penurunan aliran darah, menyebabkan munculnya rasa sakit di kepala atau migren.

5. Gangguan kulit.

Ketika seseorang dalam keadaan stres ( mengalami perasaan frustrasi, kecemasan, kemarahan ), kulit secara tidak disadari dipaksa terus menerus untuk mengeluarkan tenaga. Akibatnya kulit tidak memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Akibatnya kulit lebih mudah mengalami kerusakan misalnya, terjadi kerutan pada wajah, kulit wajah yang kusam dan lainnya.

Selama kita masih hidup, selalu ada peristiwa yang terjadi dalam hidup kita, dan kita dihadapkan dalam pilihan untuk merespon berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidup kita. Menanggapi dengan stres,yang menimbulkan emosi negatif yang membahayakan kesehatan kita atau sebaliknya?

Hidup itu pilihan ! Pilihan selalu ada pada anda. Kesehatan anda adalah hadiah terbaik yang dapat anda berikan untuk diri anda dan orang-orang yang anda sayangi. Jadi Pastikan memilih yang terbaik untuk diri anda.



Oleh : Dina Rachel.
Sumber gambar : Google.co.id


Related Posts :