Rabu, 26 Juni 2013

Ekowisata Berkelanjutan (3) - Habis

Solusi Masalah Wisata

Berbagai macam permasalahan yang timbul dari adanya wisata menjadi meruncing dengan mengkhususkan dua permasalahan yang paling besar, yaitu masalah kelestarian lingkungan dan masalah moral dan norma. Karena kedua masalah ini sangat mengancam keberadaan lokasi wisata di waktu yang akan datang. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang bisa kita lakukan, di antaranya:

1. Edukasi Kelestarian Lingkungan

Hal yang pertama dapat kita lakukan dengan memberikan edukasi atau penyuluhan kepada para pengelola wisata akan pentingnya kelestarian lingkungan. Penyuluhan atau edukasi yang diberikan bisa dengan memberitahu tata kelola atau sistem pengelolaan yang lebih baik tentunya dengan mempertimbangkan kesesuaian cara tersebut di daerah tempat wisata tanpa melanggar aturan dan norma setempat. Selain itu juga bisa dengan memperkenalkan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi pemakaian energi untuk wahana wisata yang ada. Sehingga wisata mengedepankan efek positifnya yang mampu meningkatkan pendapatan penduduk dan negara. Bukannya efek negatif yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Contohnya saja hotel di Mexico mampu menghemat pemakaian listrik sampai 20% dengan memasang sensor AC dan lampu. Penghematan yang dilakukan dapat memangkas anggaran hotel tersebut untuk energi sampai jutaan dollar. Tempat lainnya di Honolulu hemat sampai $ 3000/ bulan dengan memakai limbah minyak restoran sebagai energi di mesin cucinya.

2. Mengurangi pemakaian sumber daya

Pengurangan pemakaian sumber daya dapat dengan memakai barang substitusi lain yang memiliki fungsi yang sama atau dengan memakai teknologi terbaru sehingga lebih efisien. Selain itu dapat dengan mengolah barang daur ulang yang ada. Contohnya dengan memakai ulang minyak goreng dan di olah kembali sehingga dapat dipakai untuk BBM.

3. Menetapkan pembatasan jumlah wisata pada saat libur

Mungkin hal ini merupakan bagian tersulit untuk diterapkan. Namun, jika pengelola dapat menerapkan hal ini maka jumlah wisata yang datang dapat terkendali sehingga pegawai dapat melayani wisatawan dengan baik. Selain itu membantu pengelola dalam pengendalian limbah ataupun sampah yang dibuang oleh wisatawan ataupun pedagang di sekitar daerah wisata.

4. Menggalakkan kembali aturan dan norma di daerah

Bagian ini tidak dapat langsung diterapkan secara menyeluruh di Indonesia. Karena pemulihan norma dan aturan daerah yang sudah rusak karena adanya globalisasi yang dibawa wisatawan membutuhkan waktu dalam proses pemulihannya. Layaknya Bali yang sangat kontras kelihatan distorsi norma yang dibawa oleh wisatawan asing membutuhkan program yang dapat mengajak masyarakat dan pemuda agar sadar kembali akan pentingnya melestarikan budaya asal. Tentunya hal ini didukung dengan pembatasan gerak-gerik wisatawan yang berpakaian yang tidak sepatutnya dicontoh rakyat Indonesia. Hal ini perlu diupayakan agar tidak ditemukan lagi di jalanan orang bule berpakaian bikini mengendarai sepeda motor. Karena itu akan menarik perhatian pengendara lainnya.

Cukup di daerah pantai berpakaian seperti itu. Harapan ke depannya dengan melestarikan dan menggalakkan aturan dan norma daerah oleh pemuda dan masyarakat para wisatawan asing dapat sadar dan lebih menghargai aturan masyarakat Indonesia yang masih sangat menjaga aurat. Selanjutnya dengan melestarikan lingkungan dan budaya dapat menjadikan objek wisata di Indonesia lebih dikenal di mancanegara dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan negara.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :