Rabu, 12 Juni 2013

NYAMUK

Klasifikasi nyamuk :

Filum: Arthropoda
Kelas: Serangga (Insecta)
Ordo: Diptera
Famili: Culicidae

Nyamuk mempunyai sepasang sayap yang bersisik , tubuhnya sangat tipis dan kurus serta memiliki tiga pasang kaki yang panjang. Perlu diketahui bahwa tidak semua nyamuk menghisap darah manusia. Hanya nyamuk betina saja yang suka menghisap darah manusia. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan protein yang dibutuhkan oleh nyamuk betina. Pada mulut nyamuk betina terdapat proboscis yang berfungsi untuk menembus kulit manusia sehingga darah manusia dapat dihisap olehnya. Berbeda dengan nyamuk jantan, mereka tidak memiliki proboscis sehingga nyamuk jantan ada yang menghisap daun-daunan, buah-buahan, dan lain-lain.

Daur hidup nyamuk sama seperti daur hidup undur-undur. Daur hidup nyamuk mengalami metamorfosis sempurna yaitu telur, larva, kepompong (pupa), dan dewasa.

Pada saat menjadi larva, larva-larva ini bernapas dengan menggunakan pipa berongga yang didorong ke atas permukaan air. Sedangkan posisi larva menggantung terjungkir di bawah air. Pada saat nyamuk keluar dari air, kepalanya tidak boleh terkena air. Lalu, jika tidak bernapas sebentar saja maka napasnya akan terputus. Angin sepoi atau riak kecil pada permukaan air pun dapat berakibat fatal bagi nyamuk.

Nyamuk merupakan salah satu hewan yang patut diwaspadai oleh manusia. Karena hisapannya itulah yang dapat membuat manusia sakit. Adapun penyakit yang disebarkan oleh nyamuk yaitu demam berdarah, malaria, dan penyakit kaki gajah. Akibat dari gigitan nyamuk itu, tak sedikit korban yang meninggal. Keberadaan nyamuk menyebabkan kalangan profesi kedokteran terinspirasi untuk melakukan penelitian tentang nyamuk dan menciptakan berbagai obat-obatan penangkal gigitan nyamuk.


Sumber gambar: google.com


Sumber gambar: google.com

Di seluruh dunia terdapat kurang lebih 4.000 jenis spesies nyamuk. 450 spesies diantaranya berada di Indonesia. Bisa dikatakan, negara kita menempati posisi kedua setelah Brazil. Dari 4.000 spesies nyamuk tersebut, rata-rata berpotensi menyebarkan penyakit kaki gajah atau filiriasis. Sedangkan di Indonesia sendiri, dari 450 spesies nyamuk, 25 spesies lainnya merupakan jenis nyamuk Anopheles penyebab penyakit malaria. Ini merupakan jumlah terbanyak di dunia.

Nyamuk suka sekali terbang di sekitar kepala manusia. Hal ini mereka lakukan untuk memastikan apakah kita sudah tidur lelap ataukah belum. Apabila kita sudah terlelap, pasti telinga kita tidak akan terganggu oleh suaranya. Nah, saat-saat itulah momen yang tepat bagi nyamuk untuk mengisap darah kita. Selain itu, di bagian kepala terdapat sebuah kelenjar keringat yang akan mengeluarkan keringat di sekitar kepala. Keringat yang keluar tersebut secara otomatis akan tertahan oleh rambut sehingga mengeluarkan aroma yang disukai nyamuk.

Banyak pelajaran berharga yang dapat kita ambil dari seekor nyamuk, salah satunya yaitu agar kita senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
http://bangka.tribunnews.com/2013/03/27/kenali-nyamuk-berbahaya-dari-4.000-jenis
Yahya, Harun. 2003. Keajaiban Flora dan Fauna. Bandung: Dzikra


Related Posts :