Senin, 15 Juli 2013

Bahan Baku alternatif untuk pakan ayam

Untuk menghemat biaya pakan dalam ternak ayam, orang di sekitar rumah saya mulai berpindah dari pakan buatan pabrik ke pakan buatan sendiri. Bahan baku pakan tsb harganya murah, tapi kandungan nutrisinya hampir sama dengan buatan pabrik. Berikut saya sajikan beberapa bahan baku yang murah untuk pakan ayam:

1. Ampas tahu

Ampas tahu merupakan limbah padatan dari bubur kedelai yang diproses dan tidak digunakan lagi dalam proses pembuatan tahu. Ampas tahu mengandung protein tinggi, tapi memiliki kelemahan berupa kandungan serat kasar yang tinggi,lemak tinggi, dan mudah ditumbuhi jamur. Penggunaan ampas tahu sebagai salah 1 bahan pakan penyusun pakan sebaiknya dikeringkan dulu sampai kadar air mencapai kurang dari 13%. Pemakaian dalam bentuk basah untuk ayam hanya dapat diberikan dalam bentuk tambahan pakan saja dan tempat pakan harus cepat dibersihkan agar tak ditumbuhi jamur.

2. Onggok

Onggok merupakan limbah pengolahan singkong menjadi tepung singkong. Onggok sekarang sudah banyak terdapat dalam bentuk kering. Penggunaannya pada pakan ayam terbatas karena kandungan serat kasarnya cukup tinggi. Untuk onggok daerah Lampung adalah penghasil singkong yang cukup besar di indonesia. Jadi kalau perlu onggok cari aja di daerah Lampung. 3. Ampas tempe

Merupakan limbah dari proses pembuatan tempe berupa kulit ari kedelai. Pada proses pembuatan tempe, setelah kedelai direndam, kulit ari dilepas dari bijinya. Ampas tempe berpotensi sebagai bahan baku pakan karena ketersediaannya cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik tempe yang ada di indonesia. Namun, penggunaannya dalam pakan terbatas karena kandungan serat kasarnya tinggi.

4. Tepung cacing tanah

Cacing tanah merupakan hewan berprotein tinggi dan cepat berkembang biak. Sudah banyak peternak di sekitar rumah saya yang membudidayakannya sehingga dapat diolah menjadi bahan baku pakan. Penggunaannya dalam pakan sebaiknya dalam bentuk kering, tetapi dapat juga diberikan dalam bentuk segar sebagai pakan tambahan. Pembuatan tepung cacing diawali dengan membersihkan cacing lalu di keringkan. Kadar air cacing tanah cukup tinggi yaitu sekitar 85% sehingga proses pengeringannya cukup lama.

5. Tepung limbah udang

Limbah udang diperoleh dari industri pengolahan udang, terutama berupa kepala dan kulit. Limbah ini sekitar 30-40 % dari berat udang. Penggunaannya dalam pakan ayam terbatas karena udang mengandung kitin sebanyak 20-30% yang dapat menurunkan kecernaan. Tepung limbah udang baik digunakan pada ayam petelur karena mengandung pigmen warna astaxantine kuning kemerahan. Penggunaan dalam pakan ayam petelur bisa sebanyak 4%.

6. Tepung keong mas

Keong mas atau biasa disebut siput murbai biasa menyerang tanaman padi. Namun, dengan mengolahnya menjadi tepung, keong mas bisa dijadikan bahan baku dalam pembuatan pakan. Proses pembuatan tepung keong mas adalah dengan merebusnya lebih dahulu selama 20 menit. Setelah itu, dagingnya dikeluarkan kemudian dikeringkan setelah itu digiling.

7. Tepung gaplek/singkong

Gaplek adalah singkong yang sudah di jemur terlebih dulu untuk mengurangi zat antinutrisinya. Gaplek dapat dijadikan sebagai sumber energi dalam pakan, tetapi kandungan proteinnya rendah. Pemakaiannya dalam pakan sebaiknya kurang dari 20%.

Oleh : Bayu Setiawan


Related Posts :