Kamis, 04 Juli 2013

Beberapa Tantangan Terbesar Kehutanan Indonesia Di Tahun 2013

Kehutanan merupakan sektor yang sangat berperan dalam mewujudkan Negara Indonesia yang hijau, sehingga julukan jamrud khatulistiwa dengan segala manfaatnya akan tetap melekat pada negara Kita. Namun seperti Kita ketahui bersama, tidak mudah untuk mempertahankan kondisi hutan yang bagus tersebut. Barangkali jika dianalogikan dengan kompetisi anak sekolahan dalam mencapai peringkat di kelasnya, maka sentilan berikut sangat sesuai, “Lebih mudah untuk mencapai juara satu kelas daripada mempertahankannya”. Akan tetapi itu bukan alasan, lantas Kita dengan gampang meluluh lantakkan kondisi hutan Kita yang dikenal sangat baik dari segi vegetasi dan keanekaragaman hayatinya, khususnya pada saat sebelum tahun 1970-an (Forest Watch Indonesia 2009).

Sayangnya di awal tahun 2000, luas hutan Indonesia yang tersisa tinggal 94 juta hektar lagi yang pada beberapa tahun sebelumnya sekitar 140 juta hektar (Departemen Kehutanan 2003). Contoh data tingkat kerusakan hutan Indonesia pada saat-saat terburuk adalah pada tahun 1986-1997, dengan laju kerusakan sekitar 1,7 juta hektar per tahun, dan mengalami peningkatan tajam sampai lebih dari 2 juta hektar per tahun (Forest Watch Indonesia 2009). Dengan demikian, Kita telah kehilangan banyak keanekaragaman hayati yang sudah pasti sangat membantu kehidupan manusia dalam lintas generasi.

Beberapa tantangan terbesar pada saat itu antara lain: 1.) pengelolaan hutan oleh beberapa HPH yang tidak memperhatikan secara serius keberlanjutan hutan. Daerah yang menjadi korban sebagian besar berada di tiga pulau besar Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, 2.) kebakaran hutan, 3.) pengembangan sektor perkebunan, dan 4.) pembukaan lahan untuk pemukiman dan pertanian warga. Hal ini lebih diperkeruh oleh lemahnya penegakan hukum, otonomi daerah yang masih banyak melahirkan konflik kewenangan pengelolaan hutan, dan tentunya tingkat efisiensi konsumen produk hutan yang masih lemah dalam memanfaatkan produk-produk kehutanan.

Penjelasan di atas merupakan evaluasi hingga awal tahun 2000-an silam. Pada beberapa waktu belakangan ini, tentunya sudah ada perkembangan. Penulis melihat perkembangan ini berdasarkan rencana kerja Kementerian Kehutanan RI tahun 2013. Sebelum membuat rencana kerja tahun ini, di penghujung tahun 2012 kemarin, Kementerian Kehutanan RI telah melakukan evaluasi pengelolaan hutan Indonesia. Dari proses penilaian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa, tantangan besar terkini dunia kehutanan negara Kita antara lain, 1.) belum adanya pengelolaan hutan di tingkat tapak yang mengakibatkan masih rentannya penebangan liar, perambahan serta kegiatan penambangan, dan perkebunan liar serta 2.) konflik kawasan yang mengakibatkan investasi berkurang. Hal ini bukan berarti, tidak ada lagi masalah kehutanan Indonesia selain kedua hal ini, namun inilah beberapa tantangan besar pada tahun ini.

Dari pemaparan di atas semoga dapat menambah pengetahuan bagi pembaca tentang tantangan terbesar kehutanan Indonesia pada saat ini. Sedikit kesimpulan dari penjelasan di atas adalah, sudah ada perbaikan di dunia kehutanan Indonesia apabila dibandingkan pada awal tahun 2000-an. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran bersama masyarakat, pemerintah, dan dukungan internasional.

Oleh: Haqqi Annazili
Sumber: Rencana Kerja Kementerian Kehutanan RI Tahun 2013
Forest Watch Indonesia. 2009. Perkembangan Tutupan Hutan Indonesia.
[http://fwi.or.id/?p=82, 17 Mei 2013].


Related Posts :