Rabu, 03 Juli 2013

Kopi Luwak, Pengertian dan Proses Produksi - 1

Kopi luwak dikenal sebagai salah satu jenis kopi termahal di dunia. Kopi ini memiliki cita rasa yang khas yang membedakannya dengan jenis kopi yang lain. Hingga sekarang kopi luwak tetap dikenal produk minuman khas warisan leluhur yang cita rasanya dikenal secara luas hingga ke dunia internasional.

Pengertian

Kopi luwak adalah kopi bubuk yang diolah dari biji kopi pilihan yang telah melewati rangkaian proses fermentasi dalam sistem pencernaan binatang luwak. Ternyata setelah melewati proses fermentasi dalam sistem pencernaan binatang luwak, biji kopi tetap utuh tidak tercerna karena keras dan akhirnya keluar bersama feses binatang luwak.

Kopi luwak memiliki cita rasa dan aroma yang berbeda dengan kopi jenis lainnya. Kopi luwak memiliki cita rasa pahit sekaligus getir asam yang spesial dengan aroma yang lebih harum. Mengapa bisa demikian? Karena binatang luwak dikenal sebagai jenis binatang yang pandai memilih jenis makanan yang berkualitas terbaik untuk dikonsumsi. Luwak menyukai buah-buahan dan bunga-bungaan yang berkualitas baik. Sehingga, dalam proses fermentasi makanan tersebut dalam sistem pencernaan binatang luwak, biji kopi bercampur dengan aneka jenis buah-buahan dan bunga-bungaan tersebut. Hal inilah yang menyebabkan kopi luwak memiliki cita rasa yang spesial.

Proses Produksi

Pada awalnya, manusia memproduksi kopi luwak dengan cara mengumpulkan biji-biji kopi yang ditemukan pada feses kering binatang luwak liar yang ditemukan di kebun-kebun kopi. Sistem pencernaan binatang luwak hanya akan mencerna daging buahnya saja. Sementara, bijinya yang terdiri dari lapisan tanduk yang keras akan tetap utuh dan keluar bersama feses binatang luwak. Kemudian biji kopi tersebut dicuci bersih, dikeringkan dan disangrai sebagaimana mengolah kopi secara tradisional.

Teknik ini tentu saja efektif hanya untuk tujuan konsumsi rumah tangga. Namun, kurang efektif jika ditujukan untuk produksi skala industri. Karena, belum tentu di kebun kopi tersebut ditemukan banyak binatang luwak yang membuang fesesnya di sana.

Melihat kendala ini, manusia kemudian berpikir bagaimana caranya agar binatang luwak setiap hari memproduksi biji kopi luwak yang siap mereka panen setiap harinya? Akhirnya manusia kemudian berinisiatif memelihara binatang luwak yang mereka beri makan kopi matang di pohon setiap harinya.

Langkah-langkah teknis yang mereka lakukan adalah sebagai berikut:

  • Beberapa ekor binatang luwak dipelihara dipelihara dengan baik pada tempat khusus yang sudah disediakan oleh petani kopi.
  • Selanjutnya, para petani mulai memetik buah kopi yang sudah benar-benar matang di pohon, biasanya dicirikan dengan penampilan fisik buah yang berwarna merah tua.
  • Buah kopi tersebut kemudian diberikan kepada binatang luwak sebagai pakannya. Dengan indra penciumannya yang baik, binatang luwak akan memilih lagi biji-biji kopi yang benar-benar sudah matang untuk dikonsumsi.
  • Selanjutnya proses fermentasi terjadi dalam sistem pencernaan tubuh binatang luwak. Daging buah yang lembut, mengandung air dan manis tercerna dengan baik oleh sistem pencernaan. Sementara biji kopi yang keras tetap utuh dan akhirnya keluar bersama feses binatang luwak.
  • Nah, biji kopi yang keluar bersama feses ini kemudian dipisahkan, dikumpulkan dan dicuci hingga bersih dengan air mengalir.
  • Biji kopi yang sudah bersih dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari atau dengan mesin pengering. Maka jadilah biji kopi luwak yang siap diolah menjadi bubuk kopi yang memiliki cita rasa spesial dan terkenal memiliki nilai jual yang mahal itu.

Oleh: Neti Suriana


Related Posts :