Rabu, 24 Juli 2013

Menyimak Modal Dasar Dalam Menulis - 1

Modal dasar dalam menulis sangatlah perlu diperlukan oleh seorang penulis ataupun yang memulai ingin menjadi penulis. Dengan mengetahui modal dasar dalam menulis maka akan melahirkan tulisan yang baik dan menyatakan kita pantas untuk menulis dan menjadi seorang penulis. Namun modal dasar dalam menulis itu tidaklah menjadi harga mati harus dimiliki semuanya oleh seorang penulis karena itu tergantung kepiawaian orang itu sendiri dalam mengolah diksinya sehingga disukai dan dimengerti oleh pembaca. Namun pentingnya menyimak modal dasar dalam menulis tersebut akan mengarahkan sesiapa saja berkeinginan menulis dan menjadi penulis. Dan di antara dari poin-poin modal dasar dalam menulis tersebut ialah:

1. Niat
Niat sesuatu yang perlu ditanamkan pada hati seorang yang ingin menjadi penulis karena dengan niat sesuatu pekerjaan itu dapat segera diselesaikan dengan usaha yang keras dan konsistensi. Termasuk memasang niat dalam menulis menjadi yang harus dilakukan sehingga tulisan tersebut jelas tujuannya dan akan mudah dimengerti oleh pembaca. Lagi pula dengan memasang niat yang baik maka cita-cita ingin menjadi penulis akan segera tercapai. Namun perlu diperhatikan dalam niat tersebut haruslah bersungguh-sungguh mewujudkannya karena jika hanya sebuah niat di hati tanpa usaha untuk mewujudkannya maka akan mustahil tercapai cita-cita untuk penulis tanpa dibangun dengan keuletan yang konsisten.

2. Keberanian
Keberanian dalam menulis menjadikan seorang dapat selangkah lebih maju dari orang-orang yang hanya berkeinginan menulis namun tidak pernah melakukannya. Ialah keberanian sesuatu yang dibutuhkan menjadi modal dasar dalam menulis untuk menjadi seorang penulis. Karena lahirnya karya-karya tulisan dari modal keberanian memang tidak selalu baik hasilnya tapi dengan keberanian yang dimiliki maka akan mengasah kemampuan untuk terus menulis dan memperbaiki dengan siap menerima kritikan terhadap tulisan tersebut. Di samping itu keberanian juga bisa berbentuk berani untuk mengirim naskah atau tulisan kepada penerbit ataupun surat kabar. Tidak ada jaminan terhadap tulisan tersebut diterima ataupun ditolak tapi dengan berani mengirimnya kita akan tahu bahwa tulisan kita telah layak untuk terbit atau harus diperbaiki untuk menjadi lebih baik lagi.

3. Ketekunan dan Tidak Patah Semangat
Menulis itu tidak boleh patah semangat atau sampai menyerah kalau tulisan tidak kunjung diterima di surat kabar ataupun di penerbitan buku. Karena proses yang demikianlah akan mematangkan sang calon penulis untuk siap menjadi penulis dengan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi para pembaca. Dengan adanya penolakan yang demikian seharusnya menjadikan diri untuk giat membangun ketekunan dalam menulis dan tidak boleh sampai patah semangat apalagi berhenti menulis. Karena jika melirik penulis-penulis yang tenar sekarang ini adalah hampir kesemuanya berawal dari penolakan oleh redaktur di surat kabar ataupun di penerbit buku, namun dengan ketekunan dan semangat tidak pantang menyerah membuat mereka dapat menjadi penulis yang terkenal dengan menghasilkan puluhan karya yang bermanfaat bagi pembaca. Seperti itulah harus menjadi contoh kepada penulis pemula atau yang ingin mencoba menulis untuk menanamkan di dalam diri agar memantapkan diri untuk menulis dengan banyak belajar dan membaca dan terus menulis tanpa menyerah akan membuat anda menjadi penulis dengan mutu yang berkualitas dengan karya yang diakui oleh redaktur serta para pembaca.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
Ali Murthado, M. Hum dan Rahmat Hidayat Nasution, Lc. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi Teori dan Praktik Menulis Karya Ilmiah. Medan: Wal Ashri Publishing. 2012.


Related Posts :