Senin, 08 Juli 2013

SERANGGA PETIR

Tahukah kalian, kira-kira siapa sebenarnya serangga petir itu?

Yup, dialah kunang-kunang yang bekerdipan dengan sinar pada malam hari. Dan, perlu kita ketahui bahwa hanya kunang-kunang jantan saja yang bersayap sedangkan kunang-kunang betina tidak bersayap. Kunang-kunang betina menempel di daun dan tanah.

Kurang lebih ada 2000 spesies kunang-kunang yang ada di dunia. Hewan yang satu ini dapat bertahan hidup di daerah beriklim tropis. Kita dapat menjumpainya pada saat musim panas karena dia berkembang di lingkungan yang hangat.

Berikut klasifikasi ilmiah kunang-kunang:

Kerajaan : Animalia
Filum : Arthropoda
Kelas : Insecta
Ordo : Coleoptera
Famili : Lampyridae

Cahaya yang dipancarkan oleh kunang-kunang berwarna kuning kehijauan. Cahaya tersebut dinamakan Luminescence. Luminescence tidaklah panas seperti pada bola lampu yang memancarkan cahaya dan cahaya yang keluar dari tubuh kunang-kunang juga tidak melukainya. Bila bola lampu kita sentuh maka akan terasa panas. Kalau pada bola lampu, dia memerlukan energi dari luar yaitu energi listrik untuk menghasilkan cahaya. Akan tetapi pada kunang-kunang, dia dapat menghasilkan energinya sendiri dan dia gunakan energinya tersebut dengan hati-hati. Itu berarti, tak sedikitpun energi terbuang, dan energi itu tidak menghasilkan panas yang bakal melukai tubuh kunang-kunang.

Berdasarkan penelitian Harvard Medical School, cahaya yang dihasilkan oleh kunang-kunang merupakan gabungan atau hasil percampuran oksigen, luciferin, enzim luciferase, bahan kimia adenosine triphosphate (ATP) yang menyediakan sel energi.


Sumber gambar: google.com

Para ilmuwan belum berhasil mengembangkan sebuah sistem yang mirip seperti kunang-kunang. Sungguh sempurna ciptaan Tuhan. Dia menciptakan kunang-kunang dengan cara terindah, dan dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan setiap makhluk hidup. Cahaya yang dipancarkan kunang-kunang bermanfaat baginya, antara lain:

  1. Untuk menyampaikan pesan di antara kunang-kunang. Ketika mereka ingin berkomunikasi satu sama lain, mereka berbicara dengan mengedip-ngedipkan cahayanya.
  2. Untuk melindungi diri.
  3. Untuk memperingatkan teman-temannya yang sejenis kalau ada ancaman bahaya.
  4. Sebagai peringatan bagi serangga dan burung pemangsa agar tidak memakannya.

Biasanya, predator lain akan memangsa kunang-kunang dengan cara memakan kepalanya terlebih dahulu hingga bagian belakang kecuali perut. Karena cahaya yang dihasilkan kunang-kunang berada di daerah perut di mana zat yang menghasilkan cahaya tersebut rasanya pahit. Sedangkan kunang-kunang sendiri memakan cairan tumbuhan, siput-siputan kecil, cacing, maupun serangga lain.

Kunang-kunang berkembangbiak dengan bertelur. Sekali bertelur mampu menelurkan 100 hingga 500 butir. Telur-telur itu kemudian diletakkan di tanah, ranting, rumput, di tempat berlumut atau di bawah dedaunan.

Kunang-kunang mengalami metamorfosis sempurna yaitu mulai dari telur, larva, kepompong, kunang-kunang dewasa. Sekitar 30 hari mengalami tahapan telur maka setelah itu akan muncul larva kunang-kunang menyerupai cacing. Larva ini bentuknya pipih, kepalanya kecil, dan rahangnya kuat. Larva ini juga memancarkan cahaya. Pada tahap ini, ia akan bertahan cukup lama yaitu kurang lebih 1 hingga 2 tahun. Setelah itu, dia akan membuat liang di dalam tanah untuk melakukan metamorfosa berikutnya yaitu kepompong. Dia akan mengalami perubahan sebagai kepompong selama 10 hari. Setelah melalui tahap itu, kunang-kunang dewasa keluar dari kepompong. Kunang-kunang dewasa hidup selama kurang lebih 2 hingga 3 minggu.

Oleh : Wahyu Inayah
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kunang-kunang
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1198042/bagaimana-kunang-kunang-bercahaya#.Ua8BQJHqvIU


Related Posts :