Kamis, 04 Juli 2013

Warna dalam Desain Web

Ketika membaca kata ‘warna’ maka yang terlintas adalah hidup. Hidup ini penuh warna, bukan? Warna dapat membantu kita untuk mengenali suatu benda atau objek. Misalnya saja, untuk mengenalkan buah apel pada anak – anak maka akan diberikan tanda bahwa warnanya adalah merah. Begitu juga warna hijau yang kental untuk pohon dan daun, warna biru untuk langit, dan sebagainya. Dengan demikian, warna dapat membantu untuk memahami sesuatu.

Terlebih dalam situs web, warna menjadi salah satu faktor yang sangat penting. Warna dapat merebut perhatian, menarik, menolak, menggemaskan, bahkan dapat mempengaruhi emosi. Ketika pengunjung membuka suatu situs tertentu, maka warna akan menentukan kesan pertamanya karena warna adalah hal yang pertama dilihat (terutama warna latar belakang atau background). Kita juga dapat membuat warna latar belakang muncul terlebih dahulu sambil menunggu konten dan konten lainnya dalam proses download. Cara tersebut akan menciptakan kesan untuk keseluruhan situs itu. Situs detik.com merupakan salah satu situs yang menggunakan cara tersebut.

Untuk lebih rincinya, dalam situs web warna dapat digunakan untuk :

  • Menegaskan elemen yang dianggap penting
  • Menarik perhatian
  • Membimbing pembaca untuk menentukan daerah mana yang seharusnya dibaca terlebih dahulu
  • Menghubungkan antara satu elemen dengan elemen yang lain (penggunaan warna latar belakang halaman yang sama dengan background foto)
  • Mengatur informasi yang ditampilkan
  • Menentukan bagian – bagian yang berbeda dari sebuah grafik
  • Mengelompokkan atau memisahkan elemen yang satu dengan yang lain
  • Membangkitkan respons yang emosional

Warna dapat berfungsi dan berperan banyak dalam suatu desain web. Namun yang harus diperhatikan selanjutnya adalah perlunya kehati-hatian seorang desainer dalam memperhatikan komposisi warna atau dalam mengkombinasikannya. Hal tersebut dikarenakan warna dapat mengidentifikasi tema dari situs itu.

Ketika kita memiliki situs atau blog pribadi, maka akan memilih warna tema dari blog sesuai dengan kondisi emosi kita. Salah satu contohnya, jika kita adalah anak remaja perempuan, maka kita lebih condong memilih warna pink ketika sedang merasakan jatuh cinta. Di saat itu, mungkin kita akan mengabaikan keadaan atau kondisi orang yang mungkin suatu waktu akan membaca blog kita. Lain halnya dengan situs yang diciptakan untuk keperluan umum atau orang banyak, maka harus memperhatikan keadaan atau kondisi para pengunjung. Misalnya, untuk situs komunitas, sebaiknya menggunakan warna – warna hangat yang dapat membuat suasana lebih santai. Coba perhatikan situs – situs komunitas seperti Kaskus, Facebook, Twitter. Situs – situs tersebut memilih warna biru dan putih sebagai warna pokoknya. Secara psikologis, warna biru berarti kepercayaan, kesetiaan, kesejukan, sedangkan warna putih berarti kesucian, kebersihan, jujur, kedamaian. Tentu saja karena tidak ada yang lebih dibutuhkan dari sebuah komunitas selain rasa kepercayaan dan kedamaian antar penggunanya.

Dalam memilih warna, hindari kombinasi yang kurang baik, yang dapat mengakibatkan warna yang menyilaukan, kabur atau tidak terlihat, yang menjadikan teks tidak terbaca, navigasi tidak terpakai, elemen situs tidak terlihat dan lain sebagainya.

Oleh : Afika Duar
Sumber :
Suyanto, Asep Herman. 2009. Step by Step Web Design. Yogyakarta : Andi.


Related Posts :