Jumat, 30 Agustus 2013

Bunga Matahari

Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) adalah tumbuhan semusim dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae) yang populer, baik sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak. Bunga tumbuhan ini sangat khas, besar berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar diameter bisa mencapai 30cm. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme, karenanya bunga matahari mendapat keuntungan 10% lebih fotosintesis. Tanaman bunga matahari menyimpan auxin. Auxin merupakan suatu hormon tanaman yang mengendalikan pertumbuhan, biasanya jumlah auxin lebih banyak di sisi yang jauh dari sinar matahari. Itulah penyebab batang bunga matahari selalu tumbuh ke arah sinar itu. Tetapi, bunga yang sudah mekar penuh tidak lagi bersifat heliotropis. Meski demikian bunga matahari selalu menghadap ke arah timur.

Bunga Matahari dibudidayakan oleh orang Indian Amerika Utara dan kemudian tersebar ke Amerika Selatan dan setelah munculnya Eropa di Amerika bunga matahari mulai tersebar ke Eropa dan seluruh dunia. Bunga Matahari menyukai tanah yang subur dan hangat, serta suasana yang cerah. Dilihat dari asalnya, tumbuhan ini cocok tumbuh pada tempat dengan iklim subtropik, di daerah tropis hasilnya tinggi jika ditanam pada dataran tinggi. Di daerah beriklim sedang tumbuhan ini hanya bisa ditanam pada musim semi hingga musim gugur dan harus dihindari terkena frost.

Tinggi bunga matahari mencapai 3 meter sampai 5 meter namun itu tergantung varietasnya. Bunga ini memiliki daun tunggal lebar, batangnya biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, dan jarang bercabang. Bunga Matahari tersusun majemuk, terdapat dua tipe bunga: bunga tepi atau bunga lidah yang membawa satu kelopak besar berwarna kuning cerah, dan bunga tabung yang fertil yang menghasilkan biji. Bunga tabung ini jumlahnya bisa mencapai 2000 kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka dan dibantu oleh serangga.

Buahnya bertipe buah kurung (achene). Buah kering berdinding agak keras dan tak terlalu tebal ini sering disangka 'biji' bunga Matahari, karena memang tidak dapat dengan mudah dibedakan. Biji yang sesungguhnya terletak di dalam, terlindung oleh buah yang serupa tempurung.

Semenjak abad ke-17 biji bunga matahari digunakan dalam campuran roti atau diolah sebagai pengganti kopi serta cokelat, dan pada abad ke-19 mulai dirintis sebagai sumber minyak (kaya akan asam linoleat (C18:2), suatu asam lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan manusia). Minyak bunga matahari ini dapat dimanfaatkan untuk menggoreng, mengentalkan dan untuk campuran salada.

Ada empat kelompok budidaya bagi Bunga Matahari, dan dibedakan berdasarkan kegunaannya yaitu:

  • Kelompok penghasil minyak:

    Dimanfaatkan minyak bijinya. Biji kelompok ini memiliki cangkang biji yang tipis. Kandungan minyaknya berkisar 48% hingga 52%, untuk menghasilkan satu liter minyak diperlukan biji dari kira-kira 60 tandan bunga majemuk.

  • Kelompok pakan ternak:

    Dipanen daunnya sebagai pakan atau pupuk hijau.

  • Kelompok tanaman hias:

    Memiliki warna kelopak yang bervariasi dan memiliki banyak cabang yang berbunga.

  • Kelompok kuaci:

    Dipanen bijinya sebagai bahan pangan.

Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Bunga_matahari
http://kumpulan.info/tahukah-anda/pengetahuan/59-info/246-bunga-matahari-selalu-menghadap-matahari.html


Related Posts :