Senin, 30 September 2013

Asam Urat

Ketika mendengar kata asam urat apa yang melintas di pikiran Anda? Mungkin rata-rata yang muncul di pikiran adalah penyakit radang sendi berikut makanan pantangan seperti jeroan, emping, kacang-kacangan dan sebagainya. Tidak salah memang, namun juga tidak sepenuhnya benar.

Asam urat sebenarnya bukanlah penyakit. Hanya saja, jika kadar asam urat yang terlalu tinggi berpotensi menimbulkan penyakit dan berbagai permasalahan kesehatan bagi tubuh. Asam urat sebenarnya adalah suatu zat atau hasil akhir dari proses katabolisme (pemecahan) purin. Nah, apalagi tuh purin? Pernah belajar kimia organik atau biologi? Jika pernah Anda tentunya tidak asing lagi dengan istilah purin ini. Purin adalah zat alami yang masuk dalam kelompok struktur kimia pembentuk DNA dan RNA. Purin secara alami dihasilkan dari dua sumber utama, yaitu: pertama; diproduksi sendiri secara alami oleh tubuh dan kedua melalui asupan makanan yang mengandung purin.

Produksi purin oleh tubuh bisa mencapai 85% dari total kebutuhan zat purin oleh tubuh manusia. Untuk memenuhi kekurangannya (15% lagi) tubuh membutuhkan asupan zat purin dari luar tubuh, yakni dari makanan yang dikonsumsi oleh manusia. Nah sedikit sekali bukan?

Perlu diketahui, hampir semua jenis makanan yang dikonsumsi oleh manusia memiliki kandungan zat purin. Hanya saja, kadarnya berbeda antara makanan yang satu dengan lainnya. Lalu bagaimana seandainya asupan zat purin dalam tubuh lebih dari 15%? Ketika asupan zat purin ke dalam tubuh lebih dari 15% (dari total kebutuhan purin tubuh), maka kadar asam urat yang dihasilkan dari proses katabolisme purin akan ikut meningkat. Hal ini berpotensi menimbulkan penimbunan kadar asam urat dalam tubuh. yang akan menimbulkan masalah kesehatan dalam tubuh.

Asam urat dalam kadar tertentu sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh. Ia memiliki fungsi penting dalam tubuh diantaranya yaitu sebagai antioksidan dan menunjang proses regenerasi sel. Setiap proses peremajaan sel dalam tubuh membutuhkan asam urat. Kekurangan asam urat dalam tubuh berpotensi melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.

Dari sini bisa dipahami bahwa, tubuh manusia pada dasarnya memiliki dan membutuhkan asam urat. Metabolisme tubuh secara alami menghasilkan asam urat sebagai produk akhir. Makanan yang dikonsumsi –khususnya yang mengandung purin—juga merupakan sumber asupan asam urat secara tidak langsung. Jadi, keberadaan asam urat dalam tubuh merupakan sesuatu yang normal. Hanya saja, asam urat akan menjadi masalah ketika kadarnya dalam tubuh sudah melewati ambang batas normal yang dibutuhkan. Karena berpotensi menimbulkan penumpukan dan pengkristalan asam urat.

Kristal asam urat inilah yang akan menimbulkan masalah bagi tubuh, khususnya bagian tubuh yang menjadi tempat penumpukan asam urat. Seperti apa masalah kesehatan atau jenis penyakit yang ditimbulkan oleh penumpukan dan pengkristalan asam urat? Akan kita bahas pada tulisan selanjutnya!

Oleh: Neti Suriana
Referensi:
Sutanto, T. 2013. Asam Urat, Deteksi, Pencegahan, Pengobatan. Buku Pintar. Yogyakarta.


Related Posts :