Selasa, 24 September 2013

Manfaat Bunga Matahari

Bunga Matahari bukan hanya bunga yang cantik dan unik tapi juga memiliki banyak manfaat dari akar, batang, bunga, daun dan bijinya. Akarnya dapat dimanfaatkan sebagai peluruh kencing, penghilang rasa nyeri, meredakan batuk, batu ginjal, radang saluran nafas, dan juga menghilangkan keputihan. Sumsum dari batang tanaman bunga dan bagian dasar atau pangkal bunga mengandung hemicelluloses yang bisa digunakan untuk mengobati kanker esophagus dan lambung, selain itu juga dapat digunakan untuk melancarkan saluran kemih agar tidak nyeri/perih.

Bagian bunga sendiri memiliki sifat analgesik (bisa mengurangi rasa sakit), bunga matahari juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Ramuan bunga matahari juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan sakit kepala, nyeri lambung, nyeri haid, juga untuk obat luar(radang payudara & rematik). Daun bunga matahari dapat dimanfaatkan untuk makan ternak, obat malaria, anti radang, kemudian zat analgesiknya dapat digunakan sebagai obat penghilang rasa nyeri/sakit.

Kemudian biji bunga matahari atau sering kita kenal kuaci bisa dijadikan camilan dan tentunya sudah sering kita temukan. Meski ukurannya kecil, tapi kuaci memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Agar biji bunga matahari dapat kita konsumsi atau dijadikan kuaci, biji ini harus diproses dengan cara dikeringkan kemudian diproses lagi untuk dimatangkan.

Zat gizi dalam biji bunga matahari dapat dimanfaatkan untuk menangkal tumbuhnya sel-sel kanker (kuaci mengandung selenium yang merupakan musuh utama sel kanker), mencegah penyakit kardiovaskuler, menurunkan kadar kolesterol, dan mengontrol tekanan darah atau hipertensi. Biji bunga matahari juga mengandung hampir 90% lemak tidak jenuh atau lemak sehat, anti-oksidan, vitamin, mineral-mineral penting, dan protein.

Apabila kita makan satu perempat cangkir kuaci setiap hari maka kita mampu menjauhkan diri dari penyakit jantung, karena kuaci membantu tubuh menyingkirkan kolesterol jahat yang menempel pada dinding arteri, dikarenakan adanya kandungan asam linoleat dan asam oleat yakni jenis asam yang baik untuk melindungi jantung.

Biji bunga matahari juga mengandung banyak vitamin E, yakni dari ¼ gelas kuaci mampu memberikan 90,5% asupan gizi dari kebutuhan vitamin E. Vitamin E ini mampu membantu dalam menjaga kesehatan kulit dari dalam yakni membantu meregenerasi sel-sel kulit mati dan menghaluskannya, menyehatkan rambut dan juga mata, serta menjaga kulit dari paparan sinar ultraviolet. Vitamin E ini juga memiliki peran sebagai pencegah kanker, rematik, komplikasi diabetes, mengurangi gejala asma, serta mengurangi kadar kolesterol dalam darah.

Biji bunga matahari juga mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang berperan untuk membentuk massa tulang dan gigi, sehingga mencegah terjadinya osteoporosis. Nutrisi lain yang tidak kalah penting ialah fitoesterol, jika mengkonsumsinya dengan takaran yang pas dan tepat, maka kandungan ini sangat berperan dalam menurunkan kolesterol darah, meningkatkan sistem imun, menyehatkan jantung, dan menurunkan terhadap resiko terkena penyakit kanker.

Kuaci juga memiliki kandungan magnesium yang berfungsi sebagai obat penenang, sehingga orang yang gemar makan kuaci akan terhindar dari stres, migrain dan tetap rileks. Kuaci juga mengandung antioksidan yang baik untuk meredakan nyeri sendi, lesi pada lambung, dan asma.

Karena kini sudah banyak yang mengetahui dan sadar akan manfaat biji bunga matahari, maka semakin banyak produk yang memakai kuaci sebagai bahan dasarnya, salah satunya adalah sunbutter (mentega yang terbuat dari kuaci yang bisa dipakai untuk memasak atau campuran membuat salada.

Agar manfaat dari biji bunga matahari sendiri dapat terasa kita harus mengkonsumsinya secara teratur, karena manfaat itu tidak akan berarti bila kita hanya mengkonsumsinya sekali dua kali.

Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://inovasikesehatan.blogspot.com/2013/04/Manfaat-Biji-Bunga-Matahari.html
http://www.anneahira.com/bunga-matahari.htm


Related Posts :