Rabu, 25 September 2013

PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH

Topik yang akan kita bicarakan saat ini adalah hal yang menurut sebagian besar orang mungkin menakutkan tetapi tidak mungkin terhindarkan. Apa itu? Itu adalah Kematian. Di antara kelahiran, usia tua, penyakit, dan kematian, yang paling menakutkan adalah yang terakhir dan tak terhindarkan oleh siapapun. Dan yang akan kita bahas ini adalah adalah tanda, proses kematian dan juga proses hancurnya tubuh kita.

Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian dapat disebabkan karena sakit, kecelakaan atau sebab lainnya secara mendadak. Menjelang kematian biasanya akan ada keanehan atau tanda yang dirasakan oleh seseorang di akhir hidupnya, dan tanda-tanda yang biasanya dirasakan ketika hidup seseorang akan berakhir antara lain:

  • Merasa gelisah. Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.

  • Menarik diri. Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktivitas sosial ataupun melakukan kegiatan favoritnya.

  • Sering mengantuk. Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.

  • Kehilangan nafsu makan. Seseorang hanya akan makan dan minum dalam jumlah sedikit dan berbeda dari biasanya.

  • Mengalami jeda saat bernapas. Hal ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur ataupun terjaga.

  • Luka yang sulit sembuh. Luka atau infeksi yang dialami mengalami kesulitan untuk disembuhkan.

  • Pembengkakan. Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah tangan, kaki atau bagian tubuh lain.

Itu tadi adalah beberapa tanda-tanda yang dirasakan seseorang sebelum akhir hidupnya.

Sedangkan proses kematian seseorang diantaranya: sesaat sebelum seseorang meninggal tiba-tiba akan terasa jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Telinga akan terasa dingin. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.

Setelah itu maka berturut-turut terjadilah proses kematian hingga hancurnya tubuh manusia, dan inilah urutan itu:

0 Menit ...
Kematian secara medis terjadi ketika otak telah kehabisan suplai oksigen.

1 Menit ...
Darah berubah warna dan kemudian otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih (air pipis) keluar tanpa izin.

3 Menit ...
Sel-sel otak mati secara massal. Saat itu otak benar-benar berhenti berpikir.

4 – 5 Menit ...
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata berkerut karena kehilangan tekanan darah,

7 – 9 Menit ...
Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam ...
Rigor Mortis (fase di mana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam ...
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam ...
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam ...
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 – 72 Jam ...
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam ...
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

3 – 5 Hari ...
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari ...
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu ...
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas. Satu Bulan ... Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun ...
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh anda. Yang ada hanyalah tumpukan tulang belulang

Oleh: Novita Prahastiwi
Referensi:
http://www.bangtiao.net/2012/08/proses-kematian-dan-hancurnya-tubuh.html
http://iniunic.blogspot.com/2013/03/tanda-tanda-manusia-akan-meninggal.html


Related Posts :