Rabu, 02 Oktober 2013

Konsep Sederhana Menyelamatkan Bumi

Krisis lingkungan terus berlangsung. Planet bumi semakin terancam. Manusia tengah menggali kubur bagi peradaban mereka sendiri. Sebuah langkah menuju pemusnahan massal secara sistematis, akibat organisasi dan kerakusan mengeksploitasi sumber daya alam. Tak dapat disangkal pada dekade terakhir ini kondisi lingkungan semakin memburuk diantara dampak langsungnya kian memburuk mulai dari pemanasan global, kebanjiran, tsunami, musim yang tak menentu, kekeringan panjang, kelangkaan air bersih, pencemaran lingkungan, polusi udara, kelangkaan udara dan sampah yang berserakan di setiap sudut-sudut kota. Akibatnya hidup mulai tak nyaman dan kualitas hidup pun kerap menurun. Tak ada yang bisa disalahkan akan rawannya bumi ini, yang dibutuhkan adalah kesadaran diri dari hati yang dalam.

Krisis ekologi kini telah menjadi isu global, hampir semua negara mencari-cari solusi. Konvensi demi konvensi pun diadakan secara bertahap. Namun setelah berjalan dari sekian belasan tahun kerusakan lingkungan bukan malah membaik tapi justru menjadi-jadi. peran kita bersama yang menjadi faktor penentu kelestarian dan terjaganya alam semesta.

Ada beberapa tips kedengarannya cukup sederhana, namun sangat bermanfaat demi kelestarian bumi.

  1. Kurangilah penggunaan plastik. Di Singapore sebagian besar warga telah menyadari akan sampah plastik yang membutuhkan ratusan tahun daur ulang. Jadi jika mereka yang ingin berbelanja mengganti tas plastik dengan tas kain, mereka menyimpan tas plastik mereka untuk digunakan kembali di lain waktu. Seyogyanya kita juga harus sadar akan hal itu, jika Indonesia menggerakkan aksi seperti itu maka akan mengurangi sampah plastik yang kuantitasnya sangat banyak di Indonesia. Pikirkanlah kembali sewaktu hendak membeli barang yang dikemas dari bahan plastik. Misalnya anda lebih memilih membeli minuman dalam botol gelas dari pada kaleng. Nah, ini lebih mendekat kepada anjuran kebiasaan kita.


  2. Mengumpulkan sampah, dan membedakan sampah organik dan non organik. Hal ini dapat membantu pemilihan dan pengolahan sampah di tingkat yang lebih tinggi. Jika memungkinkan, olah sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos serta membuat pot bunga.


  3. Gunakanlah barang-barang yang masih dipakai yang dari bahan plastik, misalnya saja pada botol-botol Aqua plastik. Kemudian buatlah menjadi sebuah kesenian yang indah. Seperti membuat bunga plastik kemudian diletakkan di kantor guru dan kelas.. Atau bisa juga memanfaatkan kertas rokok mengubahnya menjadi sebuah guci cantik dan unik yang tentunya bisa dijadikan pajangan di rumah. Ini sama hal nya mendaur ulang sampah.

  4. Menghemat energi. Contohnya jika ingin memotong makanan atau sayuran dengan ukuran yang lebih kecil agar menggunakan energi lebih sedikit untuk memasaknya. Karena jika makanan itu terpotong kecil-kecil maka besar kemungkinan ia akan cepat matangnya.


  5. Gunakan air dingin untuk mencuci dan cucilah dalam bentuk banyak. Jika anda memiliki keluarga kecil, tidaklah perlu mencuci setiap hari. Kumpulkan sampai kapasitas mesin cuci anda sampai terpenuhi. Hal ini akan menghemat air , mengurangi pemakaian listrik dan pencemaran akibat detergen yang digunakan.

  6. Membuat Lubang Resapan Biopori (LBR) untuk mengompensasikan air hujan yang jatuh di permukaan bumi . ini adalah salah satu teknik imbuhan air tanah yang memanfaatkan aktivitas biota di dalam tanah dalam mengaktifkan pori-pori pada bidang/permukaan resapan sehingga proses peresapan air senantiasa dapat terus terpelihara.

  7. perlulah ada media massa yang mengisi tentang pendidikan lingkungan terutama anak-anak dan generasi muda baik itu dari televisi, radio, koran dan majalah agar mereka lebih cinta dengan bumi dan menyadari sejak awal betapa pentingnya lingkungan yang nyaman dan sehat.

  8. Menanam bunga-bunga di sekitar halaman kelas, dan sekolah menyediakan taman untuk siswa agar sekolah terlihat hijau, asri dan dapat menghirup udara segar dari tanaman di sekitar.

Oleh : Ade Sundari
Gambar : www.larizo.com


Related Posts :