Jumat, 11 Oktober 2013

TELUR ASIN



Tentang telur asin? Pasti kita tidak heran dengan makanan yang satu ini. Telur asin adalah makanan yang terbuat dari telur dan diolah dengan cara pengasinan (pemberian garam). Garam tersebut selain menciptakan rasa asin juga digunakan sebagai bahan pengawet. Pemberian garam bertujuan untuk mengurangi larutan oksigen yang diperlukan oleh bakteri dan menghambat enzim perusak protein (enzim proteolitik), serta menyerap kadar air di dalam telur. Berkurangnya kadar air dari dalam telur tersebut membuat telur asin menjadi lebih awet.

Lalu, bagaimana proses kimiawi yang terjadi? Garam (natrium klorida) akan meresap ke telur melalui celah-celah kulit atau pori-pori kulit telur kemudian menuju ke bagian putih telur sehingga akhirnya garam terserap ke kuning telur. Nah, semula, Garam (Natrium klorida) akan diubah menjadi ion natrium dan ion chlor. Nah, ion chlor inilah yang berperan sebagai penghambat pertumbuhan mikroba pada telur sehingga telur menjadi lebih awet dan tahan lama. Biasanya telur asin akan bertahan hingga seminggu.

Umumnya, telur asin dibuat dari telur bebek (itik). Mengapa demikian? Karena telur bebek lebih berat dan ukurannya lebih besar dibandingkan telur ayam biasa. Selain itu, telur bebek berbau amis yang menyengat tajam, dan pori-pori kulit telur yang besar sehingga telur bebek lebih cocok dijadikan telur asin.

Untuk mengetahui kualitas telur asin yang baik, kita harus mengenal ciri-cirinya. Antara lain tidak berbau amis, kuning telurnya berwarna jingga terang agak kemerah-merahan, apabila kuning telurnya digigit tidak mengeluarkan cairan dan padat, serta putih telurnya lembut dan rasanya tidak terlalu asin. Biasanya telur asin selain dimakan sebagai teman di perjalanan juga dapat digunakan sebagai lauk. Rasanya yang asin dan gurih tersebut memang cocok digunakan sebagai lauk. Telur asin juga baik dikonsumsi bagi anak-anak karena kuning telur asin mengandung kalsium, protein, dan omega 3 yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kelebihan dari telur asin yaitu setelah mengalami proses pengasinan telur asin mengalami peningkatan kandungan jumlah kalsium mencapai 2,5 kali dibanding telur biasa.

Untuk membuat telur asin, ternyata cukup mudah yaitu:

Campur abu gosok dengan batu bata yang sudah dilembutkan lalu beri air secukupnya. Aduk hingga rata, masukkan garam agar telur nanti terasa asin. Aduk lagi. Setelah rasa campuran abu gosok dengan batu bata yang dilembutkan tadi sudah cukup asin maka lumuri telur bebek (itik) dengan adonan tersebut.



Apabila telur asin sudah dilumuri dengan abu gosok dan batu bata maka simpan di dalam wadah minimal 10 hari dan maksimal 30 hari.



Nah, setelah 10 hari telur asin pun sudah jadi dan telur asin yang dilumuri dapat dibersihkan dengan air agar tidak kotor.



Setelah itu, kita bisa memasaknya untuk dijadikan makanan. Entah direbus atau digoreng. Bahkan telur asin ini bisa dibakar.

Oleh: Wahyu Inayah
Referensi:
http://www.facebook.com/notes/republic-of-indonesia/telur-asin-brebes-asin-tapi-berkalsium-tinggi/80406567482


Related Posts :