Rabu, 02 Oktober 2013

Tumbuhan Batu (Lithops)



Apakah anda pernah melihat batu yang bisa berbunga? Terdengar sedikit aneh memang, tapi tahukah anda di kawasan Afrika Selatan dan Namibia terdapat flowering stones atau batu berbunga itu. Sebenarnya ini bukan merupakan batu pada umumnya, sejenis tumbuhan yang bentuknya menyerupai batu. Tapi karena alasan itulah tumbuhan yang satu ini tergolong unik. Bagaimana tidak, sebab pada akhir musim gugur atau di awal musim dingin nanti, tumbuhan batu ini dapat mengeluarkan bunga yang sangat indah ditambah paduan warna cerahnya yang beragam. Sebaliknya, di awal musim panas digunakan untuk mengatup bunganya ‘tidur’. Keindahan tumbuhan ini ketika berbunga, menjadikannya sedikit istimewa dari tumbuhan gurun liar lainnya, tidak sedikit orang mengagumi dan mencoba untuk memeliharanya sebagai tanaman hias.

Di daerah Afrika dan Namibia dikenal dengan sebutan Lithops atau dalam bahasa Yunani artinya si batu hidup. Pengklasifikasiannya masih termasuk dalam family Mesembryanthemaceae atau aizoaceae yaitu tumbuhan kecil yang hidup di dataran kering seperti kaktus. Penyebaran populasi di Afrika cukup banyak, ada kurang lebih sekitar 33 spesies Lithops yang tumbuh di sana. Walaupun begitu, menemukan lithops di hamparan luas dataran kering seperti Afrika juga tidaklah mudah. Sifat tumbuhan ini yang suka hidup berdampingan dengan kerikil dan bebatuan asli, membutuhkan kejelian penglihatan untuk bisa membedakannya, apalagi ukurannya yang kecil.

Ciri-ciri fisik tumbuhan Lithops selain menyerupai batu yaitu ada pemisah garis tepat di bagian tengahnya, jadi seakan-akan seperti membelah dua, bagian kiri dan kanan adalah daun Lithops yang menonjolkan sisi ketebalannya. Corak warna setiap spesies/jenis berbeda-beda dan tergolong tidak beraturan, mungkin pengaruh iklim pada daerah asalnya. Sesuai dengan kondisi tempat hidup yang kering, tumbuhan Lithops termasuk kategori jenis tumbuhan kuat, bahkan mampu tetap bertahan hidup meskipun dalam kurun waktu berbulan-bulan tidak menerima curah hujan. Sama seperti kaktus, Lithops menyesuaikan kedua sisi daun tebalnya untuk dimanfaatkan sebagai tempat cadangan air.

Iklim tropis Indonesia yang berbeda dengan iklim kawasan gurun seperti Afrika Selatan, bukan berarti tumbuhan Lithops tidak dapat hidup di negara kita. Beruntungnya, bagi anda yang ingin memiliki tumbuhan ini, di Indonesia beberapa orang sudah ada yang membudidayakan dan memperjualbelikannya, namun sangat jarang karena banyak diantaranya mengalami kegagalan. Para pembudidaya juga terkadang harus mengimpor tumbuhan ini langsung dari Afrika akibat permintaan akan Lithops yang tinggi. Sehingga harga jualnya juga bervariatif, sekitar 50-300 ribu per-pot plastik ukuran sedang, sesuai dengan jenis dan kualitas Lithops masing-masing. Jenis spesies Lithops yang biasa dijual di Indonesia seperti Dorotheae, Julii, Dinterops, Fulviceps, Cole Number (C124, C215). Hanya saja jika anda ingin membelinya, penulis mengingatkan terlebih dahulu anda harus banyak menambah referensi dalam mempelajari karakteristik perawatannya, agar Lithops tidak mati.

Oleh : Roma Doni
Referensi : http://mellyholic.wordpress.com/2008/11/25/lithops-si-batu-hidup-berbunga/
Sumber Photo : www.abbeybrookcacti.com/lithops.htm


Related Posts :