Jumat, 15 November 2013

Mengenal Mengkudu, Si Buah Tak Sedap

Mengkudu, buah yang berasal dari Asia Tenggara ini memiliki banyak nama daerah. Aceh menyebutnya Keumeudee, Jawa menyebutnya Kemudu, Sunda menyebutnya Cangkudu, Madura menyebutnya Kodhuk, Bali menyebutnya Tibah, Hawaii menyebutnya Noni dan Myanmar menyebutnya Ungcoikan.

Buah yang diketahui memiliki aroma tak sedap ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 1500 m, dengan tinggi pohon mencapai 3-8 m. Mengkudu memiliki batang yang dapat digunakan sebagai kayu bakar, tentunya setelah kayu dikeringkan hingga mudah untuk dibelah. Selain sebagai kayu bakar, batang mengkudu yang telah dikeringkan juga biasa digunakan sebagai penopang tanaman lada.

Daun mengkudu berbentuk besar dan tunggal dengan sisi atas berwarna hijau mengkilat. Banyaknya kandungan vitamin A yang dimiliki daun mengkudu membuat daun ini dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Ketika masih muda, mengkudu berwarna hijau dan memiliki totol-totol dan ketika sudah tua, mengkudu berubah warna menjadi putih dengan totol-totol hitam, kuning atau kecokelatan di sekeliling buah. Buah mengkudu yang sudah masak akan mengeluarkan aroma menyengat yang tidak sedap.

Sekalipun mengkudu memiliki aroma yang tidak sedap, akan tetapi kandungan gizi yang terdapat pada buah mengkudu cukup lengkap. Selain zat nutrisi, vitamin, dan mineral penting, mengkudu juga memiliki Selenium yang berfungsi sebagai antioksidan hebat dalam menjaga daya tahan tubuh, kesehatan otak, menangkal serangan radikal bebas, dan mengoptimalkan fungsi kelenjar tiroid. Kandungan lain yang dimiliki buah mengkudu di antaranya : Zat Anti Bakteri, Zat Terpenoid, dan Zat Anti Kanker.

  1. Zat Anti Bakteri dalam sari buah mengkudu berfungsi dalam mematikan sel-sel bakteri penyebab infeksi, seperti Protens morganii, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa. Selain mematikan bakteri penyebab infeksi, zat anti bakteri seperti Senyawa Antraquinon pada akar mengkudu juga mampu mengontrol bakteri mematikan seperti S. typhi yang menyebabkan infeksi jantung.

  2. Zat Terpenoid yang banyak ditemukan pada minyak esensial mampu membantu proses pemulihan sel tubuh dan proses sintesis organik.

  3. Zat Anti Kanker pada buah mengkudu sangat membantu dalam aktivitas perlawanan terhadap sel-sel abnormal.
    Berikut beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari buah mengkudu :

    1. Mengkudu disebut sebagai zat analgesik yang mampu menghilangkan rasa sakit. Xeronine yang dimiliki mengkudu mampu menormalkan protein yang terdapat pada sel-sel abnormal di mana rasa sakit berasal. Karena itulah, rasa sakit kronis seperti sakit kepala yang terus-menerus, nyeri sendi, dan rasa sakit pada otot syaraf dapat disembuhkan jika telah mengkonsumsi sari mengkudu.

    2. Sari buah mengkudu mampu merangsang produksi sel T dalam melawan penyakit dan mampu meningkatkan fungsi kelenjar timus dan tiroid dalam melawan infeksi.

    3. Fitonutrien yang terkandung pada mengkudu mampu memperlebar saluran pembuluh darah yang menyempit sehingga jantung tidak perlu bekerja terlalu keras dalam memompa darah dan tekanan darah pun menjadi normal.

    4. Senyawa scopoletin pada mengkudu mampu mengatasi nyeri punggung, osteoarthritis, batuk, dan radang sendi.

    5. Sari buah mengkudu mampu mengurangi rasa sakit sewaktu menstruasi, menstabilkan gula darah, dan mengurangi keinginan buang air kecil pada malam hari. Setelah mengkonsumsi sari buah mengkudu, seseorang akan merasa memiliki banyak energi.

    6. Serotonin, zat penting yang diikat oleh scopoletin pada mengkudu membantu pengaturan aktivitas tubuh pada saat puber, lapar, produksi sel telur, regulasi suhu badan, tidur/istirahat, dan mengatur suasana hati. Selain berdampak positif, nyatanya serotonin juga memiliki kekurangan yakni mengakibatkan pusing, depresi, migrain, dan Alzheimer.

Oleh : Rahel Simbolon


Related Posts :