Selasa, 10 Desember 2013

AKULAH SPRINTER SEJATI

Diantara sekian banyak hewan yang hidup di daratan, dialah satu-satunya yang memiliki kemampuan berlari paling cepat. Mau tahukah kalian, siapakah dia? Yuk, kita baca lanjutannya!

Hewan ini mempunyai ciri-ciri antara lain badannya langsing, ada totol-totol hitam bulat pada bagian sekujur tubuhnya, warna tubuhnya kekuningan dan ada juga yang kecokelatan, berkaki empat dan kakinya panjang. Mmm…Tapi siapa ya?

Baiklah kalau begitu. Satu-satunya pelari tercepat dan sangat gesit ini adalah Citah atau Cheetah dalam bahasa Inggrisnya. Kecepatan berlarinya mencapai 100 kilometer per jam. Namun, Citah hanya mampu berlari cepat dalam jarak pendek. Oleh karena itu Citah ini bisa kita sebut juga dengan sprinter (pelari jarak dekat) yang sangat cepat. Kemampuan larinya yang sangat cepat ini digunakan citah untuk menangkap mangsanya dengan cara menjatuhkan mangsanya dengan menjegal dari belakang. Citah merupakan satu-satunya hewan yang tidak bisa memasukkan cakar-cakarnya. Cakar ini mereka gunakan untuk mencengkeram tanah agar tidak mudah terpeleset saat mengejar mangsanya.

Di manakah tempat tinggal Citah?

Citah hidupnya di padang luas Afrika dekat dengan Gurun Sahara. Selain itu, dulu Citah juga hidup di Timur Tengah, dan India. Namun, karena binatang ini sering diburu manusia hingga membuat mereka saat ini menjadi langka.

Nah, sebagai manusia sekaligus sebagai hamba Allah selayaknya kita menjaga dan melestarikan semua makhluk hidup yang ada di sekitar kita. Jangan karena keserakahan yang kita miliki hingga membuat kerusakan di muka bumi. Ayo, mulai sejak dini kita cintai lingkungan alam serta lingkungan hewan yang ada di sekitar kita sebagai wujud rasa iman kita kepada Allah.



Tahukah kalian ukuran Citah?

Badan Citah panjangnya kurang lebih sekitar 1,4 meter sedangkan panjang ekornya kurang lebih sekitar 80 sentimeter.

Lalu, bagaimanakah perkembangbiakan pada hewan ini?

Citah berkembangbiak dengan cara melahirkan anaknya. Masa kehamilan Citah betina sekitar 3 bulan saja. Kemampuan Citah betina dalam sekali melahirkan anaknya bisa mencapai 4 ekor anak. Subhanallah, hebat! Sama seperti kucing. Pada saat umur seminggu hingga dua minggu, anak Citah belum bisa melihat. Pada saat umur tiga minggu, anak Citah sudah bisa diberi makan daging. Citah kecil biasanya disusui induknya selama kurang lebih dua hingga tiga bulan. Ketika umurnya mencapai enam minggu, Citah kecil ini mampu mengikuti induknya untuk berburu. Anak-anak Citah bulunya panjang serta berwarna abu-abu sehingga kelihatan seperti hewan yang bernama Luak Madu. Luak Madu ini terkenal sangat galak sehingga hewan yang lainnya sangat takut dengannya. Sungguh beruntung anak-anak Citah yang dapat menyamar seperti Luak Madu. Karena mereka tentunya merasa aman dari bahaya.

Ini dia, gambar bayi Citah!


http://www.valdosta.edu/~angwilliams/cheetah-cub.jpg

Namun ketika umurnya menginjak empat bulan maka warnanya berubah menjadi kuning kecokelatan dan hampir seluruh tubuhnya dipenuhi dengan totol. Nah, ketika berumur enam bulan mulailah Citah kecil ini dilatih induknya untuk berburu mangsa yang masih hidup. Citah mampu bertahan hidup sekitar 10 hingga 12 tahun.

Berdasarkan sebuah situs dari wikipedia, orang yang pertama kali berhasil melihat Citah adalah Paul dan Lena Bottriel yaitu pada tahun 1975. Mereka berhasil memotret hewan yang satu ini. Karena, konon Citah hanya merupakan sebuah hewan yang ada dalam cerita saja.

Bagaimana suara Citah ya?

Citah tidak mengaum seperti suara Singa. Mereka mendengkur, menggeram, mendengking, dan mendesis.

Berikut klasifikasi ilmiah Citah:
Kingdom/Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Family : Felidae
Genus : Acinonyx
Spesies : A. Jubatus

Nah, berarti Citah masih masuk dalam keluarga besar kucing seperti halnya dengan Singa, Harimau, dan Macan.

Sebenarnya, apa makanan Citah?

Citah merupakan jenis hewan karnivora yaitu hewan yang memakan daging hewan lain seperti burung unta, antelop, kelinci, dan kijang. Hewan ini suka berburu di siang hari baik secara berkelompok bersama kawan-kawannya maupun sendirian. Citah memiliki gigi yang tajam dan rahang yang kuat. Biasanya ketika memakan hasil perburuannya, Citah akan menyisakan makanannya tersebut berupa kulit, tulang dan isi perut mangsa. Selain itu, Citah tidak suka makan bangkai.

Oleh: Wahyu Inayah
Referensi:
http://id.wikipedia.org/wiki/Cheetah
Kirkwood, John & Farndon, John. 2003. Ensiklopedi Mini Hewan. Jakarta: Erlangga.


Related Posts :