Selasa, 17 Desember 2013

Kebiasaan Tidur Yang Beresiko Penyakit Berbahaya

Mungkin anda tidak asing mendengar nasihat dari orang tua kita yang bernada “jangan tidur kalau habis makan.”

Awalnya banyak orang mengabaikan hal ini karena perkiraan tentang adanya bahaya setelah makan hanyalah mitos belaka. Tetapi setelah dilakukan penelitian secara akurat dengan melakukan eksperimen dengan ilmu sains dan kedokteran membuktikan bahwasanya efek tidur setelah makan memang berpotensi menghadirkan penyakit.

Setelah makan langsung tidur memang mengenakkan, bagaimana tidak? Di sela-sela perut yang terasa kenyang tentu kita akan mengalami pembawaan yang sifatnya mengantuk, dan pada akhirnya membuat mata terlelap.



Kebiasaan yang seperti ini harus segera dihindari karena dapat menyebabkan penyakit, bahkan bisa menyebabkan penyakit yang cenderung ditakuti seperti stroke yang tanpa memandang usia.

Berikut adalah beberapa alasan hasil penelitian secara ilmiah bahaya tidur setelah makan:

  1. Rasa panas pada kerongkongan. Ini dipicu oleh refluks asam atau dikenal dengan nama Gastroesophageal reflux diseases (GERD), yakni tidak menutupnya katup antara kerongkongan dengan perut.



    Tidak menutup kemungkinan asam lambung untuk menjalar ke tenggorokan dan menyebabkan tenggorokan merasakan sensasi panas/terbakar.

  2. Dada yang serasa memanas. Pada saat posisi terlelap tidur sebenarnya terjadi suatu pekerjaan yang cukup keras yang dilakukan oleh pencernaan. Maka dari itu kebiasaan habis makan langsung tidur dapat memicu terjadinya peningkatan kader asam lambung yang tinggi dan dapat menimbulkan penyakit maag.



    Selain itu juga dapat menyebabkan rasa panas di dada, perut, bahkan sampai tenggorokan.

  3. Berat badan bertambah. Ternyata bukan hanya makan larut malam saja yang bisa mengakibatkan kegemukan, tetapi juga terjadi akibat langsung tidur setelah makan. Hal ini terjadi karena terjadi penimbunan lemak secara berlebihan ketika kita sedang tertidur. Maka dari itu jika anda yang berkeinginan memiliki badan yang ideal, sedangkan anda memiliki kebiasaan buruk setelah makan langsung tidur sebaiknya sejak hari ini dikurangi bahkan dihindari agar tak menimbulkan penyakit.

  4. Memicu penyakit stroke. Kelihatannya sangat sederhana kebiasaan makan langsung tidur ini, namun siapa yang menyangka bahwa tabiat seperti ini dapat melahirkan penyakit yang berbahaya dan banyak ditakuti kalangan muda dan tua, apalagi kalau bukan stroke. University of Loannina telah melakukan penelitian tentang penyakit stroke yang timbul karena kebiasaan makan langsung tidur. Dan ternyata memang benar, semakin lama jarak waktu makan dan tidur anda akan dapat mengurangi potensi terserang penyakit stroke. Penelitian ini sudah akurat dan dilakukan oleh 500 responden orang sehat menemukan bahwa semakin lama waktu atau jeda yang cukup lama antara makan dan tidur akan mengurangi penyakit stroke ini. Ada 2 teori yang memaparkan tentang hasil penelitian ini.


    A. Refluks asam, ini terjadi ketika kita sedang terlelap pulas, saat sehabis makan langsung tidur terjadi peningkatan apnea tidur atau nafas terhenti selama kita dalam keadaan tertidur dan bisa mengakibatkan serangan stroke.
    B. Stroke juga dapat menyerang tubuh kita karena kerasnya kerja sistem pencernaan kita yang memiliki efek meningkatnya tekanan darah. Bermula dari kadar gula darah dan kolesterol yang meninggi positif memicu penyakit stroke.

Maka dari itu, jikalau anda memiliki kebiasaan buruk langsung tidur setelah makan segeralah tinggalkan, karena memiliki efek samping yang sangat mengganggu kesehatan tubuh anda. Jadi kapankah kita boleh tidur setelah makan? Menurut penelitian selang waktu yang paling ideal adalah 2 jam setelah makan barulah diperbolehkan untuk tidur.

Oleh : Ade Sundari
Sumber Referensi : Ikiopo.com
http://nganggur.net/tahukah-tentang-bahaya-setelah-makan-langsung-tidur.html
http://widadadraharja.blogspot.com/2013/09/bahaya-langsung-tidur-setelah-makan.haml
http://www.republika.co.id.


Related Posts :