Selasa, 11 Februari 2014

Membangun Ikon: Suatu Strategi Marketing

Apabila diamati, hampir setiap produk memiliki ikonnya masing-masing. Konsumen akan senang membeli produk-produk Samsung untuk jenis ponsel smartphone, konsumen akan senang membeli motor Honda jika konsumen menginginkan sepeda motor yang irit bahan bakar, gitaris rock akan lebih senang membeli gitar Gibson daripada merek lain, produk-produk Apple adalah ikon orang-orang kelas tinggi. Sampai saat ini pun Samsung masih dapat dikatakan sebagai ikon untuk produk-produk smartphone dan tablet. Singkatnya, konsumen pada umumnya akan membeli produk yang sudah menjadi ikon untuk produk tertentu.

Keberhasilan suatu produk untuk menjadi ikon tentunya tidak bisa dipisahkan dari bagaimana persepsi pasar terhadap produk tersebut. Diperlukan suatu strategi untuk dapat membangun persepsi pasar terhadap produk tersebut. Perusahaan-perusahaan besar menghabiskan miliaran rupiah untuk biaya iklan yang tujuan akhirnya adalah untuk terbangunnya persepsi pasar terhadap produk tersebut. Beberapa perusahaan pun menggunakan artis-artis lokal untuk mencapai tujuan tersebut. Sebut saja Perusahaan motor asal Jepang, Yamaha yang menggaet band lokal agar motor Yamaha mampu menjadi ikon anak muda.

Dunia bisnis memang penuh dengan persaingan. Menjalankan bisnis tanpa memiliki strategi yang mumpuni maka sama saja dengan bertempur di medan peperangan tanpa senjata.

Membangun ikon dapat dikatakan merupakan suatu pendekatan strategi marketing di mana tujuan dari strategi tersebut adalah produk-produk yang dihasilkan harus menjadi ikon di kalangan konsumen tertentu. Untuk membangun ikon produk, diperlukan riset pasar secara konsisten untuk mengetahui selera pasar yang sedang tren atau memahami perilaku pasar dan psikologis pasar.

Sebagai seorang pebisnis, tentunya harus mampu memiliki metoda untuk menjalankan bisnis yang tepat. Metoda marketing membangun ikon dapat dikatakan sebagai suatu strategi marketing alternatif. Hanya saja diperlukan waktu relatif lama untuk menjadikan sebuah produk sebagai suatu ikon. Namun, jika produk tersebut sudah menjadi ikon, maka konsumen pun akan senang membelinya.

Misalnya jika Anda berbisnis di bidang fashion, anda harus mampu menjadikan produk-produk yang anda hasilkan sebagai ikon di kalangan konsumen. Sebelumnya, anda harus mempelajari psikologis konsumen terlebih dahulu. Jika konsumen senang dengan karakter-karakter karton yang populer misalnya Dora Emon maka produk fashion yang anda rancang haruslah bermotif warna-warna karakter tersebut dengan mendesain karakter tersebut semenarik mungkin. Anda pun dapat merancang katalog dengan tema tersebut. Maka produk anda lambat laun akan menjadi ikon baru di kalangan konsumen. Jika selera pasar pun berubah maka Anda harus mengganti produk-produk fashion mengikuti selera pasar.

Setiap konsumen tentunya memiliki selera dan psikologis yang berbeda-beda. Anda harus mensegmentasikan pasar berdasarkan kelompok tertentu. Misalnya segmen anak muda, atau dewasa. Hal ini akan memudahkan Anda untuk memahami karakter kelompok konsumen tersebut serta memudahkan Anda merancang produk. Dengan demikian, produk yang anda rancang memiliki target market yang jelas.

Oleh : Rahadian
(Kirim pesan ke penulis)


Related Posts :