Senin, 10 Februari 2014

Sikap Rendah Hati Pun Mendatangkan Rezeki

Buku : The Miracle of Rendah Hati
Penulis : Heriyati
Penerbit : Laskar Aksara, Jakarta Timur
Tahun Terbit : Cet I, 2012
Halaman : iiV + 208 hlm
Peresensi : Rahmat Hidayat Nasution

Andai saja buku ini dilengkapi dengan kata pengantar dan daftar referensi, plus diedit dengan baik, tentu buku ini akan menjadi apik. Alasannya, di dalam buku ini ada beberapa keterangan dan kisah yang mestinya bisa ditelusuri sumbernya. Misalnya saja, ihwal kisah Thomas Alva tidak menaruh jam dinding di laboratoriumnya sebagai sarana untuk membuatnya bekerja tanpa merasa lelah. Atau bisa jadi kekurangan dan kesalahan yang terdapat di dalam buku ini bagian dari cara penerbit untuk menguji kerendah-hatian para pembaca? Karena salah satu tanda orang yang rendah hati, seperti yang dijelaskan penulis di dalam buku ini, adalah meminta maaf dan memaafkan orang lain.

Artinya, pembaca ‘ditempa’ secara tidak langsung untuk memaafkan kesalahan dalam nama penulis yang tertera di cover buku. Tertulis Heriyanti, padahal di biodata penulis tertulis Heriyati. Pembaca juga dituntut memberikan kemaafan atas kesalahan tulisan 18 Cara Melembutkan Hati, namun tercetak dengan tulisan I8 Cara Melembutkan Hati.

Terlepas dari permasalahan tersebut, apakah cacat yang terjadi di dalam buku ini disebabkan “kejar tayang” dalam penerbitannya atau tidak, buku ini tetap menarik dibaca. Apa yang dipaparkan memang terbukti menghadirkan keajaiban, karena orang yang memiliki sikap rendah hati adalah jenis pribadi yang dibutuhkan oleh banyak orang. Orang yang memiliki karakter rendah hati senantiasa meyakinkan dirinya, bahwa tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya di dalam kehidupan ini. Karena itu, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang terbaik di setiap waktu dan hari yang dilaluinya.



Buku yang memiliki ukuran 13x 19 cm ini terbagi ke dalam 18 bab. Yaitu, tasbih alam, kesombongan merupakan awal kehancuran, 18 cara melembutkan hati, 27 keajaiban rendah hati, saat tergoda untuk tinggi hati, sombong tapi tetap rendah hati, marah tapi rendah hati, dan gerak tubuh cermin kerendahan hati.

Saya percaya bahwa sebagian besar keajaiban rendah hati yang dicantumkan penulis di dalam buku ini adalah, pengalaman pribadinya. Keyakinan saya tersebut menjadi kian beralasan ketika membaca profil penulis yang menyatakan, bahwa rendah hati adalah kunci seseorang untuk sukses. Dengan rendah hati, seseorang dapat senantiasa lebih bersyukur dan berhati-hati dalam bertindak.

Kata-kata inilah yang ‘menyulap’ saya berani mengatakan, bahwa cerita yang terdapat di dalam sub bab “Murah rezeki” adalah pengalaman Heriyati, penulis buku yang memiliki sampul putih-hijau dengan aksesoris gambar padi. Penulis memaktubkan, ketika listrik mati, penulis mendapatkan pinjaman laptop yang memiliki baterai yang tahan lama. Sehingga penulis mampu menyelesaikan semua artikel dan tulisan yang menjadi tanggungjawabnya dalam waktu yang sangat cepat. Tak sampai di situ, penulis juga mencantumkan, bahwa ide dan tenaga untuk menulis selalu hadir. Sehingga rezeki dimaknai oleh penulis tak hanya dengan materi. Tapi, anugerah yang lain juga dikategorikan sebagai rezeki (hal. 105)

Masih banyak lagi keajaiban yang didapat dari sikap rendah hati. Semuanya dijelaskan penulis satu persatu di dalam buku ini. Plus, dipaparkan juga contoh di setiap keajaiban. Hemat saya, keajaiban yang dipaparkan adalah apa yang diperoleh dan dilihat oleh penulis dari orang-orang yang selalu memiliki sikap rendah hati.

Karena itu, saya merekomendasikan para pembaca untuk membaca buku ini. Boleh dikatakan, bahwa inilah salah satu jenis buku yang memiliki ‘gizi’ luar biasa. Apalagi buku ini bisa dibaca oleh siapa saja, tanpa memandang umur. Artinya, baik yang sudah tua ataupun yang masih muda, bisa membaca buku ini.

Oleh : Rahmat Hidayat Nasution


Related Posts :