Sabtu, 29 Maret 2014

Comedy Café : Menghadirkan Humor Cerdas di Tengah Keasyikan Bersantap - 1

Bangunan dengan dominasi warna hitam ini nampak sangat apa adanya. Tidak bisa dikatakan istimewa dalam sekali pandang, jika disandingkan dengan tempat-tempat nongkrong lain yang berjajar di sepanjang kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun siapa sangka, di balik kesederhanaan yang kasat mata, lahir puluhan tokoh stand up comedy legendaris Indonesia yang tidak perlu diragukan lagi kapabilitasnya.

Ragam rutinitas yang terlalu menyita waktu serta tenaga, kerap kali hanya menyisakan stres dan minimnya waktu untuk memanjakan diri bagi kaum urban ibu kota. Hal ini menjelaskan, mengapa terkadang masyarakat membutuhkan tempat-tempat bersosialisasi yang ‘tidak biasa’, dalam artian tidak hanya menawarkan makanan yang enak, melainkan juga atmosfer yang unik dan menyenangkan di dalamnya.

Memproklamirkan diri sebagai 'the first comedy café in Indonesia', Comedy Café yang terletak di kawasan ramai anak muda ini, terbukti telah menjadi pelopor cafe yang menampilkan unsur komedi di dalamnya. Begitu melangkahkan kaki masuk ke dalam café, beberapa pegawai yang berlalu lalang tidak akan absen menyapa Anda dengan sapaan yang dibalut senyuman ramah, acap kali diselingi dengan sedikit candaan. Nuansa kehangatan yang begitu kental, ternyata memang sengaja ditampilkan seiring dengan perwujudan konsep Comedy Café, yaitu menciptakan suasana nyaman layaknya di rumah sendiri bagi pengunjung, dengan nuansa unik yang tidak biasa.

“Konsep café komedi seperti ini memang baru satu-satunya di Indonesia. Sejak didirikan pada tahun 1997, papa saya sebagai pendiri, memilih konsep sedemikian rupa sehingga masyarakat diberikan wadah untuk melepas kepenatan, lewat tempat nongkrong dengan suasana senyaman dan seunik mungkin, tapi sekaligus bisa digunakan untuk memperkenalkan stand up comedy kepada masyarakat luas. Salah satu ciri khas yang membedakan Comedy Café dengan café lainnya, yang secara tidak langsung juga menciptakan atmosfer menyenangkan tersendiri bagi pengunjung, adalah karyawannya semua latah,” papar Dodik Hamster, pegawai sekaligus anak pendiri Comedy Café, Ramon P. Tommybens.

Comedy Café disebut-sebut merupakan ‘rumah’ bagi para comics (pelaku stand up comedy) Indonesia. Tidak bisa dipungkiri, keberadaan Comedy Café berperan sangat besar sebagai tonggak perkembangan wawasan budaya komedi cerdas di tanah air. Stand up comedy sendiri merupakan seni melawak yang disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya, comics akan melakukan one man show, melemparkan lelucon secara monolog selama 30-60 menit. Kadang-kadang, alat bantu juga diperlukan untuk menyampaikan lelucon mereka.

Pada era 1990-an, istilah stand up comedy memang belum dikenal secara meluas oleh masyarakat, sekaligus tidak memiliki akar budaya yang kuat sebagai salah satu wawasan komedi tanah air. Awal kultur komedi cerdas yang mengandalkan kata-kata sebagai pengundang tawa ini, dimulai oleh Warkop DKI dan Bagito. Perkembangannya timbul tenggelam, karena penikmat komedi pada era tersebut, memang dinilai belum begitu terbiasa dengan kultur komedi yang berasal dari Barat ini. Beruntung, tujuh tahun kemudian, Ramon P. Tommybens, salah satu komedian Indonesia yang memang menyukai stand up comedy, mendirikan Comedy Café sebagai salah satu perwujudan kepeduliannya terhadap perkembangan komedi Indonesia.

Bersambung ke Bagian 2

Oleh: Maria Miracellia


Related Posts :