Jumat, 21 Maret 2014

Comic Café – Tebet : Mengusung Nuansa Tematik yang Edukatif

Work hard, play hard, less time. Istilah ini tentunya sudah tidak asing lagi, terutama di kalangan kaum urban Jakarta. Waktu yang digunakan untuk beraktivitas, seringkali tidak seimbang dengan waktu luang yang dimiliki untuk memanjakan diri. Gaya hidup semacam inilah yang menjadi titik awal munculnya café culture, atau budaya nongkrong berlama-lama di café, sekedar untuk melarikan diri dari tingkat kesibukan dan tuntutan peran.

Persaingan bisnis café di Jakarta yang berkembang sedemikian pesatnya, mendorong para pelaku usahanya untuk berlomba-berlomba memanjakan pengunjung dengan berbagai macam ide kreatif yang ditawarkan. Salah satunya, adalah dengan mengusung cita rasa tematik dalam setiap sajiannya. Tidak perlu takut kehilangan tempat hangout yang unik di Jakarta. Café dan restoran yang tematik, terbukti selalu mampu menarik minat pengunjung. Comic Café adalah salah satunya.

Saat kita memasuki café yang terletak di bilangan Tebet ini, suasana interiornya didominasi oleh warna merah. Seluruh dindingnya dihiasi dengan poster-poster dan mural berbagai tokoh komik dan superhero, baik dari Barat maupun Jepang yang terkenal sebagai penghasil komik populer. Tak hanya dinding, meja saji pun dihiasi dengan gambar-gambar komik yang beragam. Pemilihan lokasinya tergolong strategis, karena kawasan ini cukup ramai dan berdekatan dengan sejumlah institusi pendidikan.

“Awalnya, café saya hanya memiliki empat karyawan dan letaknya di pinggir jalan. Cita-cita saya itu pengen punya café sebesar Hard Rock, yang menjadi khas dengan musiknya.” Tawa kecil menyertai sebaris kalimat yang dilontarkan Tia, pemilik Comic Café.

Memperkenalkan Komik sebagai Ranah Baca yang Universal

Berawal dari kegemaran membaca Tia dan keluarganya, terbesit keinginan untuk menciptakan sebuah usaha keluarga yang merujuk pada tempat ngumpul yang edukatif. Usaha yang ia bangun sejak tahun 2006 ini, setahun kemudian berhasil dikembangkan. Berlokasi di ruko miliknya, di bilangan Tebet, nama Comic Café dipilih. Bagi Tia, pemilihan nama ini berdasarkan pada asumsi bahwa komik adalah sebuah tema yang universal dan bisa dikonsumsi oleh siapapun.

Beruntunglah usaha ini berada pada tangan yang tepat. Selain sebagai kolektor segala hal yang berbau komik, Tia memang pernah bekerja di majalah kuliner. Ia tentunya mengerti betul mengenai kualitas dan citarasa makanan yang ditawarkannya. Desain buku menunya cukup unik. Menu makanan diatur sedemikian rupa layaknya buku komik, lengkap dengan ilustrasi dan dialog di dalamnya. Mempertahankan konsep universal yang diusung sedari awal, Tia mengaku tidak ingin membuat batasan menu. Variasi menu mulai dari zuppa soup, spaghetti, sampai nasi goreng ala Indonesia pun ada di sini. Harganya pun cukup bervariasi, berada pada kisaran Rp 10.000,00 – Rp 40.000,00.

“Tidak mahal kok, kami juga menyesuaikan dengan kantong remaja, terutama pelajar dan mahasiswa yang paling banyak datang ke sini,” lanjut Tia kemudian.

Fasilitas yang ditawarkan tergolong lengkap, baik dari segi hiburan maupun edukasinya. Konsep terbaru yang ditawarkan oleh Comic Café adalah City Scape. Berlokasi di lantai tiga, lounge outdoor ini mengusung konsep no roof, dan menawarkan city view yang apik, terutama pada malam hari. Pengunjung yang gemar membaca dapat berlama-lama menghabiskan waktunya di perpustakaan. Koleksi bukunya? Tentu saja komik. Tia mengaku, ada sekitar 3000 koleksi komik yang ada di perpustakaannya. Para kolektor juga dapat memanjakan dirinya di distro yang menawarkan beragam pernak-pernik berbau komik. Tidak hanya itu, setiap weekend, pengunjung dapat secara beramai-ramai menonton ragam film superhero yang diputar di sebuah TV LCD pada lantai satu cafe. Pengunjung yang membutuhkan koneksi internet, dapat memanfaatkan fasilitas hot-spot yang tersedia, cukup dengan membeli kartu voucher saja.

Jika kita mengamati lebih jauh, keunikan desain arsitektur dan interior Comic Café, tidak terlepas dari sumbangsih ide kreatif pemiliknya. Koleksi patung, serta karya-karya grafis yang terdapat di sepanjang dinding, beberapa di antaranya merupakan koleksi pribadi sang pemilik. Mayoritas merupakan barang langka, yang dikumpulkan Tia selama bertahun-tahun dari berbagai negara.

Melihat beragam kenyamanan yang ditawarkan, tidak heran jika para pengunjung memilih untuk menghabiskan waktu luang yang berkualitas di sini. Pada siang hari, mayoritas pengunjung berasal dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa. Sedangkan pada malam hari, café nampak dipenuhi oleh kalangan pekerja dan eksekutif muda. Dengan harga yang cukup bersahabat, tidak ada salahnya jika anda mencoba mampir ke café yang terletak di bilangan Tebet Utara Raya ini. Bukan tidak mungkin kan, café ini dapat membantu anda membangkitkan kembali memori masa kecil tentang superhero favorit yang sudah lama terlupakan?

Oleh: Maria Miracellia


Related Posts :