Rabu, 12 Maret 2014

Kisah “Penculikan” Mona Lisa

21 Agustus 1911. Louis Beroud, seorang pelukis Perancis yang berambut klimis dan berkumis baplang itu mengunjungi Museum Louvre Perancis untuk mengunjungi Mona Lisa. Ia lalu menuju ruangan Salon Carre, tempat Mona Lisa berada. Bukannya menemukan Mona Lisa, pria kelahiran tahun 1852 itu malah menemukan empat onggok besi pasak yang menempel di dinding. Merasa heran, Beroud lalu mendatangi petugas museum untuk menanyakan keberadaan Mona Lisa. Petugas itu mengatakan kalau Mona Lisa sedang dipinjam untuk sesi pemotretan untuk kebutuhan iklan. Beberapa jam kemudian Mona Lisa belum juga kembali. Beroud pun kembali menghubungi petugas museum, dan jawaban yang didapat tak hanya mengagetkan dirinya, tetapi juga mengguncang dunia. Lukisan Mona Lisa Karya Leonardo Da Vinci itu ternyata tidak sedang dipinjam untuk pemotretan. Mona Lisa "diculik" alias dicuri.

Sejak hari itu, Museum Louvre ditutup untuk sementara. Investigasi pun dilakukan. Uniknya penyelidikan saat itu melibatkan nama seniman besar. Guillaume Apollinaire, seorang pujangga Perancis dicurigai sebagai penculik Mona Lisa. Ia kemudian ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Apollinaire yang tidak ingin sendirian lalu melibatkan temannya Pablo Picasso. Picasso pun diperiksa dan diinterogasi. Namun tak lama, keduanya lalu dibebaskan karena terbukti tidak bersalah. Selama dua tahun pencarian, Mona Lisa tak terdengar kabarnya. Bahkan pihak Museum Louvre nyaris putus asa dan menganggap kalau Mona Lisa tak akan dapat ditemukan lagi.


Sumber: http://www.vanityfair.com/style/features/2009/05/mona-lisa-excerpt200905
(Lukisan Mona Lisa yang hilang. Hanya tertinggal empat besi pasak)

Baru pada tahun 1913, keberadaan Mona Lisa terlacak. Penculiknya bukan orang asing, melainkan pria penjaga Museum Louvre yang sehari-harinya banyak menghabiskan waktu bersama Mona Lisa. Namanya Vincenzo Peruggia, lelaki berkebangsaan Italia. Tanggal 20 Agustus 1911 Perruggia melaksanakan niatnya. Saat museum sudah tutup, Peruggia bersembunyi di kamar mandi. Ia lalu menutupi wajahnya dengan jaketnya dan menyelinap ke ruangan Salon Carre. Peruggia kemudian mengangkat Mona Lisa dari dinding, melepaskan bingkai kayunya, dan membawa Mona Lisa ke apartemennya. Setelah dua tahun menyimpan Mona Lisa di Apartemen, Perrugia lalu kembali ke negaranya, Florence Italia. Mona Lisa pun pulang kampung. Namun, Peruggia akhirnya tertangkap saat akan menjual Mona Lisa ke Alfredo Geri, pemilik sebuah galeri seni di Florence. Kisah penculikan Mona Lisa pun berakhir dan karya seni yang paling banyak dilihat manusia itu pun kembali ke Museum Louvre.


Sumber: http://edition.cnn.com/2013/11/18/world/europe/mona-lisa-the-theft/
(Sang penculik Mona Lisa)

Sejak saat itu, banyak warga dunia yang menganggap kalau Peruggia merupakan penjahat besar karena ulahnya menculik Mona Lisa. Tapi tak sedikit warga Italia yang mengelukannya dan menyanjungnya sebagai pahlawan. Pasalnya Peruggia dianggap berusaha mengembalikan Mona Lisa ke tanah airnya, Italia. Warga Italia berpendapat kalau seharusnya Mona Lisa tidak berada di Perancis. Peruggia pun ditahan tetapi tak lama hanya enam bulan, karena ia diharuskan bergabung dengan militer Italia pada perang dunia pertama.

Kini Mona Lisa dijaga baik-baik. Petugas museum disiagakan. Perlengkapan teknologi alarm yang canggih juga dipasang. Bingkainya menggunakan kayu ek yang fleksibel . Mona Lisa juga dilindungi dengan kaca anti peluru, jadi tak ada satu orang pun yang dapat menyentuhnya. Pengunjung hanya bisa memotret dan menikmati senyuman misteriusnya dari dekat.


Sumber: http://www.gva.be/nieuws/media-en-cultuur/aid1014847/mona-lisa-gebaseerd-op-minnaar-da-vinci.aspx
(Mona Lisa sekarang terlindungi dari “penculikan”)

Oleh: Fitrah Ardiansyah


Related Posts :