Selasa, 25 Maret 2014

Mudik Traveling

Mendengar kata “mudik” biasanya yang terekam dalam memory otak kita ialah kemacetan; antrian di loket pembelian tiket angkutan mudik, baik pesawat, kereta api, maupun bus; percaloan yang mematok harga tiket di atas harga normal, dan kenaikan harga kendaraan mudik. Apalagi menjelang lebaran, para calo seolah tidak peduli apakah harga yang mereka patok untuk sebuah harga tiket terbilang mahal ataupun tidak. Karena orientasi mereka hanyalah bagaimana meraup untung yang bisa didapatkan di “Musim mudik” seperti ini saja (baca: setahun sekali). Terlebih kenaikan harga BBM di akhir juni 2013 ini tentunya akan memberikan andil besar terhadap kenaikan harga angkutan umum. Meskipun biasanya di hari-hari terakhir ramadhan dan menjelang lebaran para pegawai maupun buruh akan girang bukan kepalang lantaran mendapatkan bonus THR (Tunjangan Hari Raya) yang nominalnya selalu disesuaikan dengan kebutuhan pokok dari tahun ke tahun (ikutan naik juga).

Dan jika pikiran negatif sudah muncul di sepanjang perjalanan mudik, biasanya para pemudik tidak akan bisa menikmati perjalanan pulangnya. Alih-alih akan merasakan nikmatnya berwisata atau traveling di sela-sela kepulangannya menuju kampung halaman. Rasa malas dan jengah lantaran begitu banyak keluhan akibat fasilitas umum yang kurang memadai di sepanjang perjalanannya, membuat si pemudik urung merasakan kegembiraan mudik berlebaran. Meskipun diakui dalam beberapa kesempatan, bahwa ada beberapa perusahaan yang menyediakan fasilitas kepada para pemudik yang hendak pulang menuju kota asal masing-masing dengan fasilitas gratis. Mulai dari jasa raharja, bank, hingga supermarket. Namun karena fasilitas gratis tersebut merupakan salah satu bagian dari promosi produk atau brand dari perusahaan terkait, maka syarat dan ketentuan tentu saja berlaku. Sehingga tidak semua pemudik bisa menikmati fasilitas mudik Cuma-Cuma tersebut.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa menjadi catatan pemudik untuk menjadikan perjalanan pulang kampung menjadi tetap menyenangkan. Baik mendapatkan fasilitas mudik gratis ataupun tidak. Yakni antara lain; pertama, jangan membawa barang terlalu banyak dalam perjalanan mudik jika menggunakan fasilitas umum. Dan jika memang dibutuhkan tempat yang besar, maka bawa saja tas ransel seperti yang dipergunakan orang-orang yang mendaki gunung. Sehingga mudah membawanya dalam perjalanan dan tidak perlu repot menenteng koper yang ukurannya besar dan merepotkan diri sendiri.

Kedua, kenali tempat-tempat yang akan menjadi tempat persinggahan. Jika perlu bawa selalu peta perjalanan mudik. Sehingga pemudik bisa langsung tahu tempat indah mana saja yang mungkin bisa dikunjungi di sela-sela acara mudiknya, tanpa mengganggu perjalanannya dengan penundaan waktu di perjalanan hingga berlarut-larut. Misalnya pelabuhan atau stasiun kereta api yang menjadi tempat pemberhentian pemudik. Lalu buatlah cerita unik di setiap tempat pemberhentian dengan mencari hal-hal khusus yang tidak biasa ditemui. Misalnya berfoto di tempat-tempat yang eksotis dan memperlihatkan panorama keindahan alam, seperti pantai. Atau membeli beberapa suvenir khas setempat yang biasanya dijual di pusat keramaian seperti stasiun atau terminal bus. Dan jika waktu masih memungkinkan, maka tidak ada salahnya mendatangi tempat wisata terdekat untuk mengusir kebosanan selama mudik.

Ketiga, bawa i-pad atau pastikan bahwa hp sudah dicharge sampai penuh. Sehingga selain bisa dipergunakan untuk berkomunikasi dengan orang-orang tercinta, tapi juga bisa mengusir kebosanan di sepanjang perjalanan pulang menuju kampung halaman dengan lagu-lagu favorit. Atau bisa juga menggunakan fasilitas internet lewat ponsel agar kebosanan menguap, misalnya mengupdate status di jejaring sosial atau chatting dengan teman atau sahabat.

Keempat, bangun pola komunikasi secara intens selama perjalanan mudik dengan orang-orang yang mengetahui secara detail rute perjalanan mudik anda. Sehingga anda tahu bagaimana situasi jalan yang akan dilalui dan bisa mengantisipasi bagaimana jika perjalanan mudik tersebut nantinya akan terhambat oleh beberapa masalah kecil, misalnya macet, jalanan yang rusak, atau masalah-masalah teknis lain. Dan jika membawa kendaraan pribadi, misalnya mobil atau kendaraan bermotor, maka jangan segan untuk meminta konfirmasi tentang jalur alternatif yang bisa dilewati agar acara mudik tidak terhambat dan bisa segera sampai di tempat tujuan sesuai waktu yang telah ditargetkan.

Kelima, bangun pikiran positif tentang acara mudik anda. Sehingga anda bisa menikmati acara mudik lebaran dengan menyenangkan. Karena segala kebosanan dan rasa jenuh akibat lamanya atau keterlambatan kendaraan yang ditumpangi untuk sampai di tempat tujuan tidak membuat mood menjadi semakin buruk dan merusak kesenangan anda menyambut lebaran yang akan anda rayakan bersama keluarga.

Dan jika kelima hal tersebut di atas masih belum cukup membantu untuk mengusir segala kepenatan anda akibat demam perjalanan yang membuat pusing dan bad mood, maka ingatlah selalu bahwa hanya tinggal beberapa jam lagi anda sampai di rumah dan bisa berkumpul bersama keluarga tercinta untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama. Dengan kata lain, tidak ada alasan yang bisa membuat anda demikian depresi hanya gara-gara persoalan klasik yang hampir selalu dialami oleh setiap pemudik setiap tahunnya. Oleh karena itu tidak ada salahnya menjadi back packer dan selamat bermudik traveling!

Oleh : Mayshiza Widya


Related Posts :