Kamis, 06 Maret 2014

Waspadai Penyakit Katarak dan Cara Penanggulangannya - 1

Tiap tahun penderita katarak di dunia semakin meningkat. Bertambahnya jumlah penderita katarak sejalan dengan tingginya angka kebutaan manusia di bumi. Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah penderita katarak terbanyak di dunia, bahkan menempati urutan pertama untuk kawasan Asia Tenggara.

Penyakit katarak adalah penyakit yang menyerang indera penglihatan manusia, di mana terjadi kerusakan pada kornea atau lensa mata yang ditandai dengan munculnya selaput bercak putih yang menghalangi retina menerima cahaya, sehingga pandangan mata akan menjadi kabur, dan jika tidak ditangani dengan serius maka dapat beresiko besar akan terjadinya kebutaan.

Dari beberapa gangguan atau kelainan yang terjadi pada mata, penyakit katarak merupakan gangguan dengan tingkat bahaya yang tinggi dan tidak bisa dianggap sepele. Penyakit ini termasuk ke dalam kategori penyakit gangguan pada mata yang paling mendominasi sebagai pemicu terjadi kebutaan pada manusia.

Hal ini berdasarkan data yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2012, yang menyatakan penyakit katarak sebagai penyumbang 33% dari 39 juta kebutaan di dunia. Sementara untuk di Indonesia sendiri, penyakit katarak merupakan penyumbang angka kebutaan yang paling tinggi. Yaitu dari 3,6 juta angka kebutaan di Indonesia, 70% diantaranya dikarenakan penyakit katarak, kemudian disusul glukoma, kelainan refraksi, dan penyakit lain terkait dengan lanjut usia.

Gejala Katarak

Tingginya angka penderita katarak juga dikarenakan penyakit ini tidak menunjukkan suatu gejala yang begitu tampak jelas bagi si penderita. Makanya banyak diantaranya tidak menyadari apabila ia mengalami gejala penyakit tersebut.

Di awal permulaannya, penyakit ini tidak langsung membuat mata menjadi kabur atau rabun. Biasanya diawali dengan gejala dan tahapan yang banyak orang menganggapnya sepele, seperti gatal-gatal pada mata, mata berair dan perih, mata menjadi mudah lelah, dan kadang juga ditunjukkan dengan kelopak mata yang kemerahan atau membengkak.

Kemudian dari gejala-gejala tersebut, secara perlahan dan pasti diteruskan dengan gejala yang mulai tampak lebih serius lagi, seperti ketajaman penglihatan berkurang, sensitif terhadap cahaya yang berlebihan, pandangan pada objek menjadi tidak stabil (berbayang) dan sulit dikenali, sebelum akhirnya ditandai dengan munculnya selaput bercak putih pada bagian tengah lensa mata, sebagai suatu penanda yang jelas bahwa orang tersebut menderita penyakit katarak.

Pada tahapan ini, penderita juga mulai merasakan gangguan pada kesehatan fisiknya, yaitu nyeri di sekitar mata, sakit kepala, dan juga berpotensi terjadinya peradangan.

Penyebab Katarak

Umumnya penyakit katarak paling banyak diderita oleh orang-orang yang lanjut usia, dengan umur 50 tahun ke atas. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat, penderita katarak berada pada usia lanjut, dengan persentase, usia 52-64 tahun 42%, 65-74 tahun 60%, dan 75-85 91% (data Wikipedia). Begitu juga yang terjadi di Singapura, berdasarkan penelitian yang dilakukan Singapore National Eye Centre (SNEC), lebih dari 80% penderita katarak di Singapura berusia 60 tahun ke atas.

Mengenai hal ini ilmuwan belum mengetahuinya secara pasti, namun permasalahan itu selalu dihubungkan karena pada umur yang sudah memasuki masa tua, akan mempengaruhi kualitas pada lensa mata. Komposisi pada lensa mata yaitu berupa air dan struktur serat proteinnya mengalami penurunan, sehingga mengurangi ketebalan dan kejernihan pada mata. Kondisi itu dapat membuat beberapa serat protein mengalami penggumpalan dan akhirnya menimbulkan bercak noda pada lensa mata.

Faktor usia sebenarnya bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya penyakit katarak. Karena tidak sedikit kasus yang terjadi juga menimpa orang dewasa, remaja dan anak-anak. Misalnya pada anak-anak, penyakit katarak bisa terjadi akibat bawaan dari lahir, di mana pada saat kehamilan sang ibu mengalami atau terjangkit penyakit German measles (rubella). Atau pada orang dewasa yang mempunyai masalah kesehatan, seperti diabetes melitus, kolesterol, obesitas atau penyakit lain yang merupakan jenis penyakit yang dapat meningkatkan resiko pembentukan katarak.

Namun secara keseluruhan, beberapa penyebab yang mengakibatkan pembentukan katarak diantaranya: 1. Faktor Usia 2. Faktor Keturunan 3. Efek dari mata yang terkena panas sinar Ultraviolet (sinar X) yang berlebihan 4. Penggunaan obat-obatan dalam jangka waktu lama (Steroid, Corticosteroid, Ergot, antikolinesterase topikal) 5. Gangguan kesehatan, berupa penyakit sistemik atau metabolik (diabetes melitus, kolesterol, obesitas, galaktosemi, distrofi miotik dll) 6. Trauma atas kecelakaan pada mata di masa lalu 7. Kekurangan nutrisi, terutama yang mendukung kesehatan mata 8. Merokok dan mengkonsumsi alkohol.

Bersambung ke Bagian 2

Oleh : Roma Doni
Sumber referensi : Dari berbagai Sumber


Related Posts :