Rabu, 04 Juni 2014

Trinity: “Worrying Gets You Nowhere” - 2 (Habis)

“Konon bumi ini milik mereka yang mau berhenti sejenak untuk melihat-lihat lalu meneruskan perjalanan”
-Anonymus

Sampai saat ini, sudah 46 negara dan 30 provinsi di Indonesia yang ia jajaki. Tetapi menurutnya, Indonesia tetap merupakan negara yang keindahan alamnya paling memanjakan mata. Masih banyak tempat di Indonesia yang ingin ia kunjungi, khususnya daerah Indonesia bagian Timur.

“Daerah Indonesia Timur kayak Maluku, Wakatobi, Raja Ampat. Ya mungkin karena masih sepi, belum banyak orang sehingga alamnya masih sangat alami.”

Sayangnya, menurut Trinity, promosi kepariwisataan di Indonesia masih sangat kurang, padahal dari segi sumber daya dan kekayaan alam, Indonesia itu tidak ada duanya. Dibutuhkan orang yang mau menentukan kebijakan dan menjalankannya dengan serius, agar promosi pariwisata di Indonesia dapat lebih maksimal.

Saat bepergian, Trinity memilih untuk traveling ala backpacker, sehingga ia bisa lebih bebas untuk menjelajahi sebuah tempat baru, menemukan hal baru, dan bertemu dengan orang baru juga tentunya. Bepergian ala backpacker juga dinilai Trinity lebih menantang bagi seorang traveler. Berbeda dengan mengikuti tour, yang semuanya serba diatur, mulai dari jam keberangkatan, sampai destinasi yang ingin dituju. Hanya saja, untuk melakukan backpacking, bukan biaya yang menjadi masalah utama, melainkan mental. Bepergian ala backpacker memiliki tingkat kenyamanan yang lebih rendah. Inilah mengapa tidak semua orang dapat menjalani liburan ala backpacker.

“Kalau mau harga murah, yah tempatnya seadanya. Jangan banyak mengeluh. Misalnya kita naik transportasi umum, kita gak tau jalannya. Kita sering nyasar. Jadi yang penting ya mentalnya. Fisik juga harus lebih kuat, karena kita harus bawa ransel sendiri. Fasilitasnya juga pakai fasilitas umum, jadi banyak jalan kaki juga.”

Traveling, bagi Trinity, bukan hanya sekadar pengisi waktu di kala senggang, melainkan juga sebagai wadah pembelajaran hidup. Trinity belajar untuk menjadi lebih disiplin dan bertoleransi, setelah menempuh ragam perjalanan yang berbeda.

“Traveling itu kan kayak sekolah, yah. Belajar tentang banyak hal jadi wawasan kita menjadi lebih luas, dapat knowledge yang lebih banyak.”

Sebagai seorang travel writer, ia harus bisa menyampaikan pengalaman yang dikemas secara menarik. Banyak pengalaman ‘gila’ yang sudah ia jalani, kebanyakan sudah ia tuliskan dalam kumpulan pengalamannya yang dibukukan, dalam buku The Naked Traveler. Salah satunya adalah ketika ia sedang traveling ke Jepang. Trinity mencoba untuk masuk ke onsen (sumber air panas) campuran, dalam artian lelaki dan perempuan berendam di satu tempat yang sama.

“Gilanya orang itu relatif, tapi ya saya akui, saya orangnya memang lebih nekat,” tuturnya lepas.

Menutup perbincangan di kala itu, Trinity mengungkapkan salah satu semboyan hidup yang selalu ia jadikan pegangan hingga saat ini.

“Worrying gets you nowhere. Terlalu banyak khawatir nggak akan ngebawa lo ke mana-mana.”

Oleh: Maria Miracellia Bo


Related Posts :