Jumat, 04 Juli 2014

5 Mitos Salah Tentang Cokelat

Cokelat, cemilan satu ini memang sangat digemari oleh banyak orang, baik itu anak kecil maupun orang dewasa. Tetapi tidak jarang, sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa cokelat membawa pengaruh buruk terhadap tubuh, seperti membuat wajah berjerawat, berat badan bertambah, dan sebagainya. Supaya lebih jelas, mari perhatikan keenam mitos dan fakta tentang cokelat di bawah ini :

1. Cokelat mengandung kafein tinggi

Mitos menyebutkan bahwa cokelat mengandung kafein yang tinggi sehingga berpengaruh buruk terhadap jantung. Pada dasarnya, cokelat mengandung kafein yang sedikit, bila dibandingkan dengan kopi ataupun teh. Kombinasi biji kakao dan bahan lainnya membuat efek kafein pada cokelat menurun. Hasil penelitian The European Society of Cardiology menunjukkan bahwa di dalam biji kakao terkandung polifenol yang dapat menyederhanakan sirkulasi darah sehingga dapat mencegah serangan jantung.

2. Cokelat tidak baik bagi penderita diabetes

Mitos menyebutkan bahwa cokelat tidak boleh dikonsumsi oleh orang-orang yang terkena diabetes. Namun, hasil beberapa penelitian menentang mitos ini, disebutkan bahwa cokelat hitam dapat meningkatkan disfungsi endotel pada penderita diabetes. Hasil penelitian ini mengajak para penderita diabetes untuk tidak menghindari cokelat alias boleh mengonsumsi cokelat asalkan cokelat yang dikonsumsi ialah cokelat hitam dan tidak mengandung banyak gula.

3. Cokelat dapat menaikkan berat badan

Mitos menyebutkan bahwa cokelat dapat menyebabkan berat badan mengalami kenaikan. Pernyataan seperti ini sering dikemukakan oleh para kaum wanita yang sangat menjaga bentuk tubuh. Mereka beranggapan bahwa cokelat memiliki kandungan kolesterol tinggi yang dapat menaikkan berat badan, padahal faktanya cokelat tidak membuat tubuh menjadi gemuk. Rata-rata setiap cokelat mengandung 220 kalori yang baik untuk tubuh. Oleh karena itu, cokelat dapat menjadi salah satu bagian yang dikonsumsi untuk sistem diet sehat.


(Sumber: http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/02/23/144960_cokelat-swiss_663_382.jpg)

4. Cokelat tidak bermanfaat bagi kesehatan

Mitos menyebutkan bahwa cokelat hanya menambah kotoran gigi alias tidak bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian para ahli membuktikan bahwa cokelat mengandung banyak magnesium, besi, tembaga, polifenol, dan juga antioksidan yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh. Cokelat hitam sendiri dianggap dapat mencegah kanker, serangan jantung, dan stres. Molekul psikoaktif pada cokelat dipercaya dapat membuat mereka yang mengonsumsinya merasa nyaman. Karena itulah, banyak orang sering berkata “Makanlah cokelat saat perasaanmu sedang tidak enak, supaya bisa lebih tenang”.

5. Cokelat menimbulkan rasa sakit kepala

Mitos menyebutkan bahwa cokelat dapat menyebabkan sakit kepala. Hampir seluruh orang yang mengalami sakit kepala setelah mengonsumsi cokelat beranggapan bahwa rasa sakit datang akibat cokelat yang mereka konsumsi. Sebuah penelitian menyatakan bahwa tidak ada hubungan sedikit pun antara sakit kepala dan makanan. Rasa sakit itu muncul karena sesuatu hormon, bukanlah karena makanan.

Makanan apapun itu, ketika kita mengonsumsinya secara berlebihan, pasti akan menjadi bumerang bagi tubuh kita. Oleh karena itu, konsumsilah cokelat dalam kadar yang cukup.

Oleh : Rahel Simbolon


Related Posts :