Rabu, 02 Juli 2014

Comedy Café : Menghadirkan Humor Cerdas di Tengah Keasyikan Bersantap - 2 (Habis)

Bangunan dengan dominasi warna hitam ini nampak sangat apa adanya. Tidak bisa dikatakan istimewa dalam sekali pandang, jika disandingkan dengan tempat-tempat nongkrong lain yang berjajar di sepanjang kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Namun siapa sangka, di balik kesederhanaan yang kasat mata, lahir puluhan tokoh stand up comedy legendaris Indonesia yang tidak perlu diragukan lagi kapabilitasnya.

Memasuki bagian dalam café, Anda akan dikejutkan dengan nuansa interior yang luar biasa unik. Banyak benda-benda yang tidak selayaknya ada di dalam sebuah tempat makan, namun disahkan sebagai ornamen interior di Comedy Café. Pernahkah Anda melihat sepeda tua digantung di dinding sebagai hiasan? Lalu bagaimana dengan becak yang diletakkan di sudut café, setujukah Anda pemandangan seperti itu terlihat kurang lazim di café-café kebanyakan?

Di Comedy Café, segala sesuatunya sah. Beragam pernak-pernik unik seperti celana panjang, kaos oblong, poster maupun stiker bertuliskan kalimat-kalimat lucu yang dirangkai bersama gambar unik, bahkan perangkat dapur sekalipun, nampak memenuhi dinding café yang juga dikelola Alm. Ade Namnung, komedian yang juga merupakan anak Ramon P. Tommybens. Di tengah ruang utama café terdapat sebuah panggung sederhana. Tidak ada perangkat musik lengkap berjajar di atasnya, selayaknya yang biasa ditemukan pengunjung di café-café lain. Ukuran panggungnya pun tidak luas. Sepertinya memang hanya diperuntukkan bagi satu orang, lengkap dengan satu stand mic diletakkan di tengah-tengah. Di sini lah para comics diberikan wadah untuk menguji materi komedinya.

Dodik Hamster sendiri merupakan salah satu pelaku stand up comedy. Lebih lanjut Ia mengungkapkan, materi komedi adalah hal utama yang harus dimiliki seorang comics. Materi ini harus dicatat. Tujuannya jelas, yang membedakan stand up comedy dengan komedi lainnya adalah kecerdasan materi. Materi komedi yang tidak dicatat, biasanya sedikit banyak akan berpengaruh pada penampilan berikutnya comics yang bersangkutan. Bukan tidak mungkin, comics tersebut akan mengeluarkan lawakan serupa, namun dengan gaya yang keluar jalur. Pencatatan materi juga berguna sebagai evaluasi comics tersebut untuk penampilan-penampilan selanjutnya. Oleh karena itu, seorang comics berpengalaman, biasanya selalu memegang bundelan tebal yang berisi materi-materi komedinya.

Setiap Rabu malam, Comedy Café mengadakan open mic sebagai salah satu kegiatan rutinnya. Kegiatan open mic membuka kesempatan bagi siapa pun untuk berdiri di atas panggung dan menguji materi komedi. Lewat kegiatan ini sendiri, lahir puluhan nama comics yang kini telah dikenal secara meluas oleh masyarakat, di antaranya Pandji Pragiwaksono, Ernest Prakasa, dan Raditya Dika. Selain open mic, Comedy Café kerap mengadakan kegiatan yang sifatnya eventual. Uniknya, kegiatan-kegiatan tersebut tidak akan Anda temukan di tempat lain. Sebut saja, lomba kebaya pria yang rutin diadakan setiap hari Kartini. Pada ajang ini, Comedy Café mendadak disulap menjadi arena catwalk, diisi oleh pria-pria yang berlenggak-lenggok menggunakan kebaya. Mengisi hari Valentine, beberapa kali Comedy Café juga mengadakan event yang diberi nama Wedding Day. Pada event ini, pengunjung café diberikan kesempatan untuk menikah dengan siapa saja dan apa saja. Bebas, tanpa batasan!

“Peserta Wedding Day juga nantinya akan mendapatkan surat nikah selayaknya pernikahan resmi pada umumnya. Walaupun kamu menikah dengan kucing, atau dengan foto idola kamu, tetap akan dapat surat nikah.” Tawa kecil mengiringi penggalan kalimat yang dilontarkan Dodik Hamster, saat menjelaskan mengenai Wedding Day.

Nah, bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk belajar menjadi komedian lewat uji materi di panggung Comedy Café? Atau mungkin Anda tertarik untuk mengikuti ajang lomba komedi pria dan ‘menikah’ dengan cara yang unik?

Silakan memilih. Bukan masalah jika kemudian Anda memilih untuk sekedar menjadi pengunjung yang melepas penat lewat humor dan keramahan khas Comedy Café. Harga makanan yang ditawarkan berkisar antara Rp20.000,00 – Rp80.000,00. Rentang harga yang cukup masuk akal untuk café yang berada di kawasan Kemang, terlebih jika dibandingkan dengan nuansa dan keunikan-keunikan yang turut ‘dijual’. Anda tidak akan rugi, karena humor yang ditawarkan tidak hanya menyegarkan, namun juga kritis dan mencerdaskan. Selamat tertawa!

Oleh: Maria Miracellia Bo


Related Posts :