Rabu, 16 Juli 2014

Kelompok Pemikiran Ekonomi dalam Pemanfaatan Sumber daya

Menurut para ahli, sumber daya yang ada di bumi memiliki sifat dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui. Contohnya saja sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah logam mulia seperti emas dan perak. Barang tambang lainnya seperti seng, besi, aluminium, tembaga, minyak bumi, dll. Sedangkan contoh dari sumber daya yang dapat diperbaharui adalah air, udara, tanaman, dll. Perolehan sumber daya tersebut bergantung kepada kebutuhan masyarakat di suatu daerah. Karena perbedaan lokasi dan kultur budaya memengaruhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang tinggal di daerah tersebut.

Pemanfaatan sumber daya tersebut mengalami perbedaan antara satu individu dengan individu lain atau suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Bahkan para pemikir dahulu telah membagi ke dalam empat kelompok pemikiran dan pandangan ekonomi dalam pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan, yaitu:

  1. Naturalist

    Kelompok pemikiran naturalist pada umumnya bersifat altruism yaitu manusia harus rela berkorban. Berkorban dalam hal ini adalah terlalu mengagungkan kelestarian alam dibandingkan kesejahteraan manusia. Padahal sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia sekaligus melindunginya.

    Aldo Leopold (1970) menyatakan bahwa segala benda memiliki hak untuk dijaga keberadaan dan keindahannya dalam sebuah komunitas biotik.

    Sehingga para naturalist berpendapat pembangunan boleh dilakukan jika tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan terhadap lingkungan alam (Deep Ecology).

  2. Libertarian

    Pencetus pemikiran ini adalah Robert Nozick (1974) yang berpendapat bahwa pemanfaatan sumber daya akan lebih baik jika dikelola oleh manusia dalam kepemilikan yang jelas. Kepemilikan sumber daya alam lebih mengutamakan kebebasan secara individu melalui sistem kontrak. Hak yang diberikan bersifat universal, karena para pemilik hak untuk mengelola sumber daya akan dikenakan pajak oleh negara.

    Kelemahan pemikiran libertarian adalah pemanfaatan sumber daya diutamakan untuk kesejahteraan manusia sehingga kelestarian lingkungan kurang diperhatikan, selain itu peran pemerintah diminimalisir sehingga tidak terdapat campur tangan jika terjadi kecurangan atau kerusakan oleh pihak pengelola.

  3. Rawlsian

    Rawlsian yang dicetuskan oleh John Rawls (1971) menolak pemberian hak secara individu. Menurutnya kepemilikan bersama lebih baik agar dapat dinikmati masyarakat secara merata. Konsep pemikiran ini mirip dengan pemikiran ekonomi sosialis.

    Menurut Rawlsian kesejahteraan sosial dapat tercapai jika pemanfaatan sumber daya alam dilakukan dengan prinsip kepemilikan umum sehingga keadilan sosial akan diperoleh melalui distribusi kekayaan secara merata. Sehingga peran pemerintah lebih diutamakan oleh para pemikir Rawlsian dalam pengadaan barang publik.

  4. Utilitarian

    Utilitarian berdasarkan kepada ekonomi modern. Pencetus pemikiran ini adalah Davis Hume kemudian disempurnakan oleh John Stuart Mill dalam bukunya Utilitarianism (1863). Para pemikir dalam kelompok ini mempertimbangkan kesejahteraan sosial yang merupakan agregasi dari utilitas individu dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

    Sehingga keseimbangan dalam pemanfaatan sumber daya sembari melestarikannya akan terjaga, dan peningkatan kesejahteraan manusia tidak akan bersinggungan dengan kelestarian alam.

Oleh : Ahmad Azhari Pohan


Related Posts :