Senin, 14 Juli 2014

Melakukan Percepatan Rezeki dengan Otak Kanan

Judul : Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan
Penulis : Ippho ‘Right’ Santosa
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tahun Terbit : 2010
Tebal buku : vii + 140 halaman.
Peresensi : Satria Dwi Saputro

Otak kanan mempunyai ciri khas yang terkait dengan EQ, tersangkut paut dengan otak bawah sadar, interpersonal, imajinatif, intuitif, spontan, dan kurang sederhana. Sedangkan untuk otak kiri itu ciri khasnya ialah terkait erat dengan IQ, terikat otak sadar, realistis, logis, fokus, terencana, anti-spontan, dan intrapersonal (hlm. 14). Sehingga antara otak kanan dan otak kiri mempunyai sikap yang berbeda dalam mengambil tindakan karena ada yang terencana dan ada pula yang spontan begitu saja. Nah, inilah yang menjadi cuplikan awal yang dipaparkan oleh Ippho ‘Right’ Santosa kepada para pembaca sebelum memasuki bab satu di bukunya.

Dalam buku Percepatan Rezeki dalam 40 Hari dengan Otak Kanan dijelaskan tentang kiat-kiat bagaimana kaum muslimin bisa meraih kesuksesan di dunia berupa kekayaan dan kesuksesan akhirat berupa mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt. Dan kesuksesan tersebut tidak hanya terkait dengan uang semata tetapi juga dibahas secara merata mengenai waktu, dan kesehatan. Sehingga buku ini penyajian materinya tampak jauh lebih lengkap dibanding buku sebelumnya. Seperti pada bab satu dalam buku ini para kaum muslimin diajak serta untuk meneladani Nabi Muhammad Saw dalam membangun bisnisnya sehingga pada usia muda Baginda Nabi Muhammad Saw telah menjadi seorang hartawan yang digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Dan dicontohkan juga bagaimana para sahabat Nabi Saw seperti Umar bin Khattab, Abdurrahman bin Auf, dan lainnya ialah orang-orang kaya semuanya yang menggunakan hartanya untuk menyebarluaskan dakwah Islamiah ke seluruh pelosok negeri arab. Ditambahkan juga tidak ada satupun dari para sahabat yang terus menyedekahkan hartanya dalam jumlah besar yang akhirnya jatuh miskin.



Dan juga sang penulis mencoba menanyakan kepada pembaca yang budiman tentang alasan mengapa seorang muslim itu harus menjadi orang kaya. Dalam buku ini coba dijelaskan alasan agar orang-orang muslim menjadi orang yang berharta dan berkecukupan yang mana alasannya ialah memberangkatkan orang tua dan mertua pergi haji, berlibur dengan fasilitas terbaik bersama keluarga, ingin memberikan rumah terbaik untuk keluarga, ingin memberikan pendidikan terbaik untuk keluarga dan orang lain, untuk membantu keluarga dan orang lain yang kesusahan, dan banyak lagi alasan yang ditawarkan oleh Ippho ‘Right’ Santosa yang kesemuanya untuk memotivasi kita agar giat dalam mencari nafkah.

Kiat-kiat yang dimunculkan dalam buku ini untuk mendorong setiap umat Islam menjadi umat yang kaya dan dermawan ialah doa, ibadah, dan ikhtiar. Yang mana kita tidak usah terlalu sering menyalah-nyalahkan nasib yang menimpa kita dengan kesusahan dan kesengsaraan. Dan kuncinya ialah dengan terus berdoa lalu dibarengi dengan ibadah dan berusaha supaya upaya yang kita lakukan adalah penuh harap kepada Allah Swt untuk mengubah takdir kita menjadi lebih baik. Dan juga terselip di buku ini tentang rumus duit yang ditulis menjadi 6D yaitu dagang + doa + dhuha + derma = duit + dahsyat. Dari rumus tersebut diajarkan bahwa untuk menjadi muslim yang kaya maka kita harus berdagang lalu berdoa, rutin solat dhuha, bersedekah dan hasilnya dapat duit yang tidak terkira.

Karena bagaimanapun dengan lapangnya rezeki yang terus mengalir kepada kita maka lapang pulalah waktu untuk dapat menjalankan aktivitas lainnya seperti berbagi ilmu, istirahat, berkumpul dengan keluarga, dan membantu orang lain. Di samping itu juga dalam bab-bab terakhir di buku ini disinggung mengenai kesehatan yang terkait mengenai solat tahajud, air, berhenti merokok. Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa dengan mempraktikkan solat tahajud maka emosi akan lebih terkendali, mempertebal kekebalan tubuh, mengunci pemicu tumor, dan banyak lagi. Dan khusus untuk rokok, dijelaskan tentang bahaya merokok yang tidak hanya menyerang kesehatan tapi juga mengeringkan ekonomi si perokok sehingga dipaparkan tips-tips bermanfaat untuk menghilangkan kecanduan merokok bagi penderita akut dan yang hanya mencoba.

Sedari itu buku ini begitu bermanfaat bagi semuanya dan tak salah untuk dibaca oleh kita selaku umat Islam. Karena manfaatnya ialah mengajarkan bagaimana kita menjadi kaya dengan berpegang kepada Alquran dan Hadis sehingga terhindar dari kemusyrikan. Dan juga membuka cakrawala kita mengenai kemampuan otak kanan yang mengarahkan kita bertindak lebih cepat dan terus berbuat baik seperti sedekah dan solat dhuha tanpa harus menunggu terlebih dahulu dan memperhitungkan semuanya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
(Kirim pesan ke penulis)

Gambar:
http://min-shop.com/image/cache/data/Percepatan%20rezeki-800x800.jpg


Related Posts :